Kabar Terkini

Natal bersama Macau Orchestra dan Batavia Madrigal Singers


BMS Macau Orchestra

Di penghujung tahun 2007 ini, Jakarta kembali menyambut kedatangan sebuah kelompok musik berkualitas, yaitu Macao Orchestra. Jumat 14 Desember kemarin, Macao Orchestra membawa sekitar 60 orang musisinya untuk tampil di Jakarta bersama Batavia Madrigal Singers. Acara konser malam itu juga menjadi bagian dari World Music December kedua yang diselenggarakan oleh Gedung Kesenian Jakarta selama medio Desember ini. Selain itu hasil dari penjualan tiket konser ini juga disumbangkan kepada Yayasan Pantara, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dasar.

Batavia Madrigal Singers, salah satu paduan suara semi-profesional terkemuka Indonesia, pada malam pagelaran itu menurunkan 50 orang personel. Dan yang memimpin ke 110 orang musisi tersebut adalah Avip Priatna, salah satu konduktor terkemuka di Indonesia. Avip sendiri pula yang selama ini mengasuh dan mengembangkan Batavia Madrigal Singers sampai maju ke tingkat dunia dan diakui sebagai ensembel vokal berkualitas tinggi di berbagai kompetisi dan festival di banyak negara.

Konser dengan tajuk Christmas with Macao Orchestra ini penuh dipadati oleh penonton. Semuanya tidak sabar menantikan pagelaran musik yang akan dipersembahkan oleh pemusik yang mewakili banyak negara selain Macao-China dan tentunya Indonesia. Hal ini dikarenakan Macao Orchestra sendiri sebagai satu-satunya orkes simfonik profesional di Daerah Otonomi Macao separuhnya juga didukung oleh musisi-musisi luar Macao dan China. Beberapa pemain instrumen gesek berdarah Kaukasian, begitu juga sebagian besar pemain alat musik tiup baik brass maupun woodwind.

Sesuai dengan tajuknya, konser malam itu membawakan berbagai karya-karya dengan nuansa Natal, antara lain karya A Carol Symphony dari Hutchinson, Gloria dari Rutter. Karya-karya lain adalah karya instrumental dan paduan suara dari Leopold Mozart, Coleridge-Taylor, Lombardo, Rutter, Hayes yang dipersembahkan di babak kedua. Semuanya adalah bagian dari program yang akan dipentaskan oleh Batavia Madrigal Singers dalam tur konsernya juga bersama Macau Orchestra ini di Macao dan China Daratan minggu depan.

Secara umum, konser malam itu cukup mengesankan. Gedung Kesenian Jakarta yang didominasi warna merah dan latar panggung berwarna hitam menggambarkan baik kemeriahan maupun kesederhanaan Natal. Tata cahaya yang didominasi warna kuning juga semakin menambah nuansa keceriaan pada pagelaran di panggung paling bersejarah di Indonesia itu.

Orkestra Profesional

Macao Orchestra sangat terbina dengan baik, apalagi orkes ini dipimpin oleh direktur musik En Shao yang sering bekerja sama dengan banyak orkes besar dunia baik di Eropa maupun Amerika. Intensitas maupun warna suara yang dibentuk oleh orkes ini juga sudah sangat matang. Potensi dari setiap kalimat dan nafas sangat kuat, tebal namun fleksibel dan berkarakter, menunjukkan pengaruh warna orkes-orkes terbaik Eropa. Hal ini mungkin terjadi karena Mr. Shao sendiri telah sering bekerja sama dengan orkes seperti BBC Philharmonic, Prague Symphony Orchestra, Ulster Orchestra, dan London Symphony.

Pujian khusus juga patut diberikan kepada seksi tiup Macao Orchestra yang begitu rapih dan berkarakter selama konser. Permainan seksi gesek pun juga begitu bersih dan jernih dan alami juga perlu dicermati.

fireplace illustrationLagu-lagu Natal khas Amerika di abad keduapuluh juga dengan sangat meyakinkan dibawakan oleh orkes yang berdiri 24 tahun yang lalu ini. Ringannya irama swing dan hidupnya gesekan biola berhasil dibentuk oleh orkes yang malam itu ditangani oleh Avip Priatna. Orkes pun dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan arahan baton Avip malam itu. Dengan kematangan orkes disertai dengan kepemimpinan yang baik dari konduktor lulusan University of Music and Performing Arts Vienna, penonton serasa dibawa kembali ke pertengahan abad kemarin, di depan perapian sambil ditemani segelas coklat hangat. Kualitas nuansa seperti inilah kualitas yang sudah sepantasnya disuguhkan oleh sebuah orkestra profesional.

Suara Jakarta

Batavia Madrigal Singers pun tampil dengan tak kalah bagusnya dibandingkan dengan orkestra asal Negeri Tirai Bambu di atas. Seperti pagelaran lainnya, BMS, begitu kelompok ini sering dipanggil, tampil dengan meyakinkan. Berbekal diksi yang jelas dan teknik serta semangat yang tinggi, paduan suara yang sudah melekat dengan persona Avip Priatna ini berhasil membawakan karya dengan baik. Paduan suara ini sepertinya telah begitu lekat dengan kepemimpinan Avip sehingga dapat dirasakan mereka benar-benar benyanyi dan bernafas bersama konduktor mereka ini.

Dari segi suara dan pembawaan, BMS sepertinya sedang kurang bertaji malam itu. Dari segi teknik, paduan suara yang sering kali menjadi rujukan paduan suara lain di Indonesia ini tentunya sudah sangat matang. Banyak dari anggotanya juga adalah instruktur vokal di berbagai institusi pendidikan di Jakarta. Namun, sepertinya passion BMS malam itu kurang terpancar dengan cerah. Pekikan pujian dan kegembiraan terkadang hanya terdengar biasa saja, kabar gembira terkadang terdengar seperti sekedar kabar saja. Di beberapa tempat yang menyulitkan secara ritmis, BMS juga sempat terdengar sedikit terteter. Mungkin ini disebabkan oleh waktu latihan yang dialokasikan oleh BMS cukup sempit mengingat kesibukan anggota-anggotanya yang sangat tinggi. Sungguh amat disayangkan memang.

cimg5106.jpg

Kekompakan pun tampaknya menjadi isu bagi kerjasama BMS bersama dengan Macau Orchestra ini. Hal ini juga dikarenakan BMS yang sudah berpuluh tahun mengenal sang konduktor Avip dibandingkan dengan Macau Orchestra sehingga terkadang terjadi perbedaan interpretasi gerakan konduktor oleh dua kelompok besar ini. Walaupun demikian kesulitan ini dapat tertangani dengan baik di babak kedua dari konser.

60 VS 50

Isu lain yang sempat muncul adalah proyeksi dari paduan suara. Terlihat bahwa paduan suara telah berusaha sebaik mungkin dalam mengirimkan proyeksi volume suara sampai ke telinga pendengar, namun terdengar bahwa proyeksi tersebut masih belum cukup keras. Seperti konser-konser simfonik lainnya, paduan suara selalu ditempatkan di belakang orkestra. Dengan jumlahnya yang hanya 50 orang, seringkali suara paduan suara tertutup oleh orkes 60 orang yang terkesan gegap gempita. Walaupun demikian, pesan dari setiap lagu masih dapat sampai ke telinga pendengar, menandakan bahwa proyeksi ini bukan isu yang terlalu besar.

Karena kualitas konser baik sungguh patut memang kedua kelompok pemusik ini mendapatkan standing applause dari para penonton. Apalagi setelah, Macau Orchestra, BMS dan Avip Priatna berusaha menghadirkan suasana ceria dengan mengajak penonton ikut menyanyi bersama dua buah lagu Natal di bagian encore penutup acara malam itu.

Konser malam itu disuguhkan dengan baik mengingat konser ini adalah konser menjelang keberangkatan mereka untuk berpentas di negeri orang. Apabila ada beberapa kekurangan, semakin meyakinkan bahwa konser berikutnya yang diselenggarakan di negeri orang akan jauh lebih baik dan tidak memalukan diri sendiri. Selamat jalan BMS dan selamat sukses mengharumkan nama Indonesia di negeri seberang.

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

8 Comments on Natal bersama Macau Orchestra dan Batavia Madrigal Singers

  1. Wah..keren ya konsernya??

    Sayang yah gw ga nonton.. Lagi bokek, boz!
    Oke de, terus menulis!

    Minjem katakatanya Opa Pram,

    “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari…”
    – Pramoedya Ananta Toer, dalam Anak Semua Bangsa –

  2. hai.. bagaimana caranya bergabung?

  3. ingin bergabung BMS? Wah saya sih cuma anggota pasif (gak tau masih dianggap anggota apa tidak hehehe).

    Biasanya BMS akan mengadakan audisi di jalan Daksa, sekitar 2 kali/ 1 kali setahun. Umumnya mereka minta untuk membawakan satu lagu klasik vokal, terus sightread, dan tes pendengaran. untuk tahun ini saya kurang tahu… tapi kalau ada nanti saya post di VARIA INFORMATION

  4. Lho, Mike ternyata ‘anggota pasif’ BMS toh? Angkatannya siapa siii kalo boleh tau? ^-^

  5. hmm siapa ya? angkatan baru siy… 2005. bareng sama vincent, dkk.

  6. ini buat tugas ips bisa gak?

  7. halo kenny… tugas IPS? tugasnya disuruh bikin apa? kalau boleh tahu.

    kalau kenny rasa cocok dan memenuhi, ambil aja silakan…. trimakasih sudah menghargai tulisan saya ini.

  8. gilaa keren si Adit
    hahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: