Kabar Terkini

Opera, Beralih dari Panggung ke Layar Lebar


Baru beberapa tahun terakhir opera mulai mendapat tempat baru di hati masyarakat Amerika dan Eropa, di layar lebar. Inilah metode baru yang dibawa Peter Gelb, general manager Metropolitan Opera New York semenjak tahun 2006.

Sebelumnya Gelb menjabat Classical Director di perusahaan rekaman besar dunia Sony, suatu posisi yang menempatkannya di ujung tombak musik klasik dan perkembangan teknologi.

Metropolitan Opera House at Lincoln Center

Menurutnya kala itu, metode baru ini akan meningkatkan popularitas opera di mata publik Amerika. Dan ternyata memang berhasil menarik simpati ke pada seni pertunjukan opera.

Opera sudah mondar-mandir di televisi selama lebih dari 50 tahun. Banyak opera sudah diproduksi di panggung maupun studio untuk ditayangkan di kotak kaca. Legenda-legenda opera pun sering tampak memerankan tokoh-tokoh opera di televisi, yang DVDnya saat ini tersedia di Amazon maupun lapak Mangga Dua.

Namun untuk layar lebar tampaknya belum terpikir oleh banyak manager opera dunia. Bila mana tidak, siapa yang ingin menyaksikan tokoh opera di layar bioskop? Jarang.

Meskipun demikian Gelb berhasil mengubah pandangan banyak orang tersebut, dan menjadikannya contoh bagi industri opera di dunia, termasuk Eropa yang notabene adalah negara asal seni tersebut.

Metropolitan Opera di Big Apple adalah salah satu opera company terbesar dan terbaik di dunia, kualitas produksinya nomor satu di Amerika. Setiap penyanyi opera dunia bermimpi bisa berdiri di panggung The Met dan menaklukkan benua Amerika melalui perannya. Ia yang berhasil di panggung ini, bukan saja akan terkenal di Amerika tetapi juga di Eropa dan hampir 100% meraih karier sebagai penyanyi kelas dunia.

Lalu nilai jual apa yang ia tawarkan? Ia menawarkan siaran langsung secara High Definition di layar bioskop terdekat di kota Anda. Memang tidak semua kota tetapi, acara ini sangat menjangkau pelosok daratan Amerika Serikat.

Met HD in Live

Siaran langsung? Ya, siaran langsung lengkap dengan surround 5.1 di gedung bioskop. Opera ditayangkan langsung dari New York dengan kualitas prima, lengkap dengan jeda istirahat seperti pagelaran sebenarnya. Proses rekaman diadakan langsung pada saat pagelaran harian yang lumayan dipenuhi penonton.

Teknik kamera dan perekaman suara juga dilakukan dengan sekejap. Close up penyanyi membuat penonton dapat membaca jelas ekspresi si penyanyi. Tentunya penyutradaraannya sama sekali tidak mudah.

Metode ini mirip sekali dengan siaran langsung sepak bola. Hanya bedanya, siaran langsung ini adalah nonton bareng di bioskop berlayar lebar. Rasanya tentu berbeda dengan menonton siaran televisi langsung di rumah dengan tata suara yang mungkin tidak sepadan dengan di bioskop.

Dari segi konsep pun juga mirip dengan pertandingan sepak bola. Di stadion sepak bola, mungkin hanya 30.000 orang yang menyaksikan, sedangkan bisa dibantu siaran langsung jutaan orang bisa turut menyaksikan pertandingan tersebut. Itu pula yang diharapkan dari siaran Live in HD ini.

Animo masyarakat di Amerika sangat tinggi. Bagi mereka Met adalah kebanggaan, tetapi tidak semua punya kesempatan menonton langsung di Lincoln Center, Taman Ismail Marzukinya New York. Jadi mereka menonton di bioskop saja.

Tidak jarang tiket sebuah bioskop untuk 3 ruang auditorium habis terjual karena banyak ingin menyaksikan langsung proses seni dan budaya dari panggung Metropolitan Opera.

La Boheme Live in HD Metropolitan Opera

Di musim 2007-2008 Metropolitan Opera menelurkan 8 buah produksi opera berbeda untuk disiarkan langsung. Jumlah tempat yang menyiarkannya pun berjumlah fantastis, 343 tempat di penjuru Amerika Serikat, termasuk di beberapa auditorium kampus. Angka berkembang sampai lebih dari 700 di penjuru dunia, di antaranya Eropa, Asia dan Australia.

Sukses di tahun kemarin dengan total 800.000 orang menonton pagelaran baik langsung di Met maupun di bioskop membuat Peter Gelb percaya diri. Ia pun mencanangkan tahun ini penonton The Met akan mencapai 1 juta orang.

Tahun ini mulai ada asosiasi opera lain yang mulai mengembangkan teknik yang mirip. La Scala di Milan dan San Francisco Opera sekarang juga mencoba merambah layar lebar. Konsep yang mereka ambil adalah metode siaran tunda.

San Francisco karena dekat dengan industri Hollywood akan membuat rekaman ini berkualitas rekaman Hollywood, yang pertama di Amerika Serikat. Begitu juga dengan Royal Opera House di Inggris yang terkenal dengan Covent Gardennya, mulai menyiarkan 6 produksi setahunnya.

Ya, metode Opera di Layar Lebar telah berhasil mengenalkan kembali seni opera di ranah AS. Sebuah strategi manis yang berhasil. Ngomong-ngomong, kapan kita bisa menyaksikan opera-opera ini? Dan apakah publik malah menjadi bosan dengan produksi-produksi macam ini?

 

~last post before half-week-long weekend

Pictures

Iklan
About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: