Kabar Terkini

Bermusik di Opera Mengancam Kesehatan


~ melihat artikel ini di nytimes yang lumayan ramai dibicarakan di berbagai blog musik

Seperti yang kita bersama sadari bahwa di gedung-gedung opera ada sebuah ‘lubang’ tempat seluruh orkes duduk dan bermain musik. Lubang ini dibatasi bahan-bahan keras yang turut memantulkan suara agar suara instrumen sampai ke telinga penonton yang jumlahnya lebih dari 700 orang. Lagi, lubang orchestra pit ini sempit.

Supaya suara dapat terdengar jelas dan jernih di bangku penonton, seluruh instrumen harus berbunyi cukup lantang. Terlebih gedung-gedung opera umumnya tidak didukung pengeras suara, sehingga 95% suara orkes yang terdengar di penjuru ruangan adalah alami produksi pemain-pemain di lubang orkes tadi.

Tepat, untuk terdengar di seluruh penjuru ruangan, suara yang dihasilkan haruslah cukup keras. Lantas bagaimanakah nasib musisi yang berada di dalam lubang? Bagaimana nasib pemain cello yang duduk tepat di depan pemain trompet?

Mereka terekspos kebisingan yang cukup tinggi, sampai rata-rata 97.4 dB. Sangat bising dan sudah mencapai taraf berbahaya yang dapat menyebabkan ketulian.

Perlu dicatat, banyak juga musisi klasik yang telah kehilangan kemampuan mendengarnya.

Uni Eropa pun telah memberlakukan pembatasan kebisingan, terutama bagi kesehatan pekerja terutama bagi pekerja konstruksi, pekerja di bandara dan berbagai profesi lainnya. Termasuk di sini, pemusik klasik di gedung opera.

Memang ada beberapa musisi yang sudah dapat membiasakan diri menggunakan sumbat telinga. Permainan pun tidak terganggu karena sumbat telinga ini. Tentunya tidak banyak musisi yang mampu dan mau menyumbat telinga ketika bermain.

Jadi, dilema yang ditemui adalah “Mana yang lebih penting, kualitas musik ataukah kesehatan para pemain?”. Pastinya hanya satu yang dapat dipilih.

Untungnya masih ada orang-orang kreatif yang membantu menjawab persoalan ini. Dimulai dari penyusunan tempat duduk pemain sampai dengan usulan untuk membangun bidang pantul baru khusus sehingga suara tidak menginvasi lubang tapi langsung menuju penonton.

trumpet playing

Tapi sekarang ada dua orang yang harus mempertimbangkan masalah pendengaran para musisi ini. Yang Pertama adalah si komposer, dan yang kedua adalah si administratur orkes.

Komposer modern memang terlalu menekankan pada eksplorasi kebisingan. Berentet huruf f bisa ditulis untuk dinamika super-duper-sangat-fortissimo-keras -banget-tiada-batas. Tapi sedikit komposer yang mengeksplorasi volume level rendah.

Sedang administratur ensemble ataupun orkes memang harus memperhatikan hajat hidup karyawannya.

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Bermusik di Opera Mengancam Kesehatan

  1. Wow….
    aku baru tahu kalau jadi pemusik itu berat.

  2. keadaannya ternyata memang seperti itu….

    Kalo soal kesehatan pendengaran udah kayak orang2 yang kerja di bandara lhow… cuma yang di bandara bisa pake sumpel kuping, kalo musisi?!?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: