Kabar Terkini

Orkes Bagai Klub Sepakbola


~ secara sekarang lagi Euro 2008

Orkestra bagaikan klub sepakbola. Ya, memang orkes hampir identik dengan klub sepakbola. Mari kita bahas, sekedar untuk cari tahu sejauh apa orkes mirip klub sepakbola. Dan akhirnya bisa mencirikan orkestra profesional sama seperti klub sepakbola profesional, di negara yang melek sepakbola. Mari kita perhatikan…

Suatu kota bukanlah kota besar apabila tidak mempunyai klub sepakbola yang dibanggakan. Bahkan kota kecil bisa menjadi ternama karena klub sepakbolanya yang berprestasi.

Begitu juga dengan orkestra, kota besar sepertinya wajib memiliki orkes yang baik. Namun tidak jarang kota kecil menjadi cukup signifikan karena ia memiliki orkes yang berkualitas. Orkes maupun klub sepakbola menjadi bagian dari identitas dan kehidupan kota tersebut.

Lalu suatu kota yang lekat sepakbola pasti memiliki stadion yang besar dan cukup megah yang menjadi salah satu landmark kota itu. Ada yang besar dan megah dengan kapasitas luarbiasa. Bahkan ada stadion yang dirancang khusus dengan cantik dan unik sebagai bukti perhatian masyarakat dan pemerintah akan olahraga tendang bola itu.

Begitu juga dengan orkes. Kota besar yang menganggap seni musik penting, umumnya juga memiliki landmark musik yang representatif, gedung konser ataupun gedung opera. Memang kapasitas gedung konser tidak mungkin sebesar stadion sepakbola yang bisa mencapai puluhan ribu orang. Banyak yang dirancang begitu indah dan menjadi pusat perhatian masyarakat kala itu.

Ada memang klub sepakbola yang bermain numpang di lapangan tetangga, namun adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi klub apabila memilki markas, stadion besar maupun lapangan latihan sendiri yang didukung dengan kantor manajemen klub.

Sama dengan orkes, orkes juga membutuhkan markas yang menampung seluruh ataupun sebagian kegiatan orkes, dari auditorium pertunjukan, ruang latihan sampai dengan kantor manajemen.

Orkes seperti klub sepakbola. Klub sepakbola memiliki jadwal yang tetap, semusim penuh mereka bermain. Dan di hari-hari biasa klub memiliki kegiatan rutin, yaitu berlatih.

Begitu juga seharusnya dengan orkestra. Orkestra berlatih hampir setiap hari untuk bermain semusim dengan puluhan konser terjadwal setiap tahunnya, bukan berlatih hanya untuk okasi tertentu dan bubar sesudahnya.

Klub sepakbola memiliki manajemen yang tetap, bekerja dengan jadwal reguler 09.00-17.00. Mereka yang bertugas menangani masalah operasional klub. Divisi finansial, human resource, public relation dan CSR semuanya dijalankan oleh manajemen ini. Pemain sepakbola tidak lagi harus direpotkan dengan urusan administrasi seperti ini.

Orkestra pun sama. Orkes juga harus memiliki manajemen yang bekerja reguler. Mereka juga menangani aspek administrasi orkes dan membebaskan pemusik dari kewajiban mengurus administrasi seperti ini.

Klub sepakbola memiliki pendukung tetap (fans club) dan penonton tetap dan juga didukung sponsor-sponsor dan donatur. Selain itu klub sepakbola juga umumnya memiliki program kegiatan pembinaan bibit muda dan penjangkauan masyarakat.

Orkestra pun mirip seperti klub. Orkes yang sehat pun memiliki pendukung dan penonton tetap (langganan/subscribers). Selain itu orkes pun banyak didukung donatur-donatur maupun sponsor untuk mendanai kegiatan-kegitan yang diselenggarakannya.

Secara struktur pun juga demikian. Bos klub sepakbola bertanggungjawab menangani sisi administrasi klub dan manajemen, terpisah dari manajer tim yang mengurus latihan dan mengelola pertandingan. Begitu juga dengan orkes.

Orkes memiliki ketua/presiden yang mengurusi administrasi dan terpisah dari direktur musik yang bertanggung jawab di sisi musikal. Tanggung jawab direktur musik identik dengan tanggung jawab manajer tim. Mereka mempersiapkan tim bola dan orkes untuk menghadapi pertandingan ataupun konser, terkadang ikut konferensi pers organisasi tapi tidak memimpin klub.

Jadi apakah klub sepakbola mirip dengan orkes? Sepertinya mirip sekali bukan.

Picture:

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Orkes Bagai Klub Sepakbola

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: