Kabar Terkini

Ketergantungan Figur, Skak Mat


Dunia musik klasik Indonesia saat ini sungguh dipenuhi oleh figur-figur penting. Dimulai dari pengajar yang luar biasa di suatu institusi pendidikan musik, sampai dengan seniman ulung di suatu ensemble tertentu. Sungguh, Indonesia dipenuhi oleh banyak figur-figur seni musik yang berpengaruh.

Pertanyaan yang sekarang harus kita pikirkan bersama adalah sejauh manakah figur-figur tersebut menancapkan cengkeramnya pada organisasi yang ia ikuti? Dan semampu apakah organisasi berjalan tanpa figur-figur itu?

Tidak dapat kita pungkiri bahwa berbagai organisasi musik yang ada di Indonesia memiliki paling tidak satu orang figur yang terus mendorong dari belakang. Dan peranan figur ini dapat berupa peranan administratif maupun peranan artistik, keduanya menjadi nadi dalam organisasi. Dan fenomena ini bukan saja ada pada organisasi musik informal, tetapi juga pada organisasi musik yang sudah berbadan hukum sekalipun.

Hal ini bukanlah sejenis penyakit yang harus dihindari. Tapi bagaimanapun perlu kita sadari bahwa ketergantungan yang berlebih tidaklah sehat. Organisasi apapun termasuk organisasi musik harus menyadari hal ini.

Sebenarnya bukan hanya tidak sehat, ketergantungan akan seorang figur bisa berarti skak mat bagi suatu organisasi. Organisasi sangat mungkin bubar begitu saja karena kehilangan sang figur kepala, terlebih apabila organisasi sangat tergantung pada orang tersebut.

Organisasi musik terkadang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi.

Organisasi itu bisa berupa institusi pendidikan musik, seperti tempat kursus musik, sekolah musik, lembaga pelatihan, sanggar seni musik, sekolah kejuruan bahkan sampai sekolah tinggi.

Organisasi tersebut juga bisa berupa organisasi administratif. Kantor manajemen musisi, manajemen gedung pertunjukan adalah contoh organisasi administratif tersebut. Contoh lain adalah organisasi yang yang menaungi seniman, ikatan seniman, promotor penyelenggaraan festival dan lain sebagainya.

Ensemble pun juga termasuk organisasi. Ensemble musik kamar, orkes, paduan suara adalah contoh organisasi tersebut.

Walaupun banyak organisasi dan sebab ketergantungan, tapi umumnya ada kesamaan dalam organisasi yang terlalu tergantung pada figur, yaitu:

  • Ketimpangan visi
  • Ketimpangan kemampuan
  • Kurang dibukanya kesempatan

Jadi apabila ketiga masalah ini diatasi baik secara horizontal maupun vertikal, niscaya ketergantungan figur dapat dikurangi.

Harus selalu kita sadari bahwa organisasi musik sekalipun harus selalu memandang ke depan. Organisasi pun harus selalu siap akan tantangan masa di masa yang akan datang. Regenerasi selalu penting bagi organisasi manapun, terlebih apabila mengabdi adalah tujuan utamanya. Terus hidup untuk mengabdi lebih lama lagi…

Pictures:

http://www.b2binternational.com/b2b-blog/images/leadership.jpg

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: