Kabar Terkini

El Sistema, Keadaan Venezuela


Artikel pertama dari sebuah seri tentang sistem pendidikan musik menakjubkan di Venezuela dan apakah Indonesia bisa menerapkan El Sistema ini. Ini adalah tulisan 3 seri:

  1. El Sistema, Mimpi Jadi Kenyataan
  2. El Sistema, Keadaan Venezuela
  3. El Sistema, Plus-Minus Indonesia

——————————————

Venezuela sebuah negara Amerika Latin telah memulai membangun jembatan nyata antara seni dan kehidupan masyarakat. Sebuah program nyata yang dipupuk terus menerus telah tumbuh menjadi pohon rindang di mana setiap orang kagum kepadanya.

Pendidikan musik El SIstema sudah menjadi suatu bagian dari sistem pemerataan dan pembinaan bagi generasi muda miskin di Venezuela. Tahun ini sekitar 250.000 orang anak yang dibina, namun diperkirakan akan membengkak di tahun 2010 dan akan mencapai jumlah 500.000 orang anak.

Pertanyaan yang semua orang ajukan adalah mungkinkah ini diberlakukan di negara asal mereka? Kita pun boleh bertanya, “Apakah mungkin sistem serupa diterapkan di Indonesia?”

Mari membandingkan

Venezuela adalah negara dengan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi. Sebagian besar warga negaranya tinggal di wilayah perkotaan, melahirkan banyak lingkungan miskin kumuh di perkotaan.

Secara ekonomi, Venezuela sangat bergantung pada sumber daya alamnya yang sangat kaya. Dan sebagai anggota OPEC, Venezuela menggantungkan sekitar 80 persen perekonomian pada sektor migas dan hanya 17 persen pada bidang manufaktur. Angka tersebut bisa terbilang fantastis untuk sebuah negara. Namun tampaknya kesenjangan memang tidak dapat dihindari.

Sebagai negara sosialis, pemerintah memegang peranan penting di Venezuela. Dan adalah langkah bijak dari Abreu yang mampu menggandeng peran serta penuh pemerintah dalam mewujudkan El Sistema ini.

El SIstema melibatkan banyak guru dan dosen dalam programnya menggandeng anak-anak kurang mampu menjauh dari dunia jalanan yang kelam. Caracas ibukota Venezuela terkenal dengan kehidupan jalanan yang keras dan berbaahaya.

Indonesia adalah negara yang besar. Dengan penduduk sembilan kali lebih besar dari Venezuela yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, menerapkan sistem serupa sungguh sulit.

Kalau diukur dari tingkat perekonomian, Venezuela memang di atas Indonesia jauh. GDP mereka mencapai US$12.800 per kapita, berbeda dengan kita yang hanya US$4.500 per kapita.

McManus menyatakan bahwa dorongan terbesar dalam sistem ini adalah target El SIstema adalah mereka dengan ekonomi lemah di Venezuela. Memang ada nilai-nilai lain yang dikejar, tapi yang utama adalah musik dijadikan sebagai jalan keluar bagi keterpurukan ekonomi keluarga dan membuka masa depan yang cerah dengan menjadi pemusik.

Keadaan ekonomi Indonesia memang tidak lebih baik dari Venezuela. Dan apabila preposisi McManus benar, di sisi ini Indonesia berpotensi besar dalam menjalankan maupun memaintain sistem serupa dengan El Sistema yang bertujuan untuk mengembangkan potensi seni yang ada di masyarakat, sekaligus sebagai jalan keluar permasalahan sosial.

Indonesia juga merupakan negara yang cukup tinggi tingkat urbanisasinya. Namun berbeda dengan Nusantara, negara Bolivar ini diuntungkan dengan demografi yang lebih tersentralisasi di perkotaan yang memudahkan koordinasi dan pengalokasian sumber daya.

Dari potensi budaya, kita harus mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi yang jauh lebih besar. Ini karena memang modal kebudayaan yang begitu beragam dari berbagai daerah di negara kepulauan terbesar dunia ini. Potensi ini pun sebenarnya membuka pilihan program yang sangat beragam dalam memilih seni yang ingin dikembangkan dalam sistem tersebut.

“Originally art was made by a minority for a minority. Then it became art by a minority for the majority, and now we are at the beginning of a new era, where art is intended by the majority for the majority.”

José Antonio Abreu

Edisi berikut kita akan melihat plus dan minus Indonesia apabila kita ingin turut menerapkan sistem serupa. Klik di sini.

Pictures:

http://www.el-sistema-film.com/The_Project.html

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. El Sistema, Plus-Minus Indonesia « A Musical Promenade
  2. El Sistema, Mimpi Jadi Kenyataan « A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: