Kabar Terkini

El Sistema, Plus-Minus Indonesia


Artikel pertama dari sebuah seri tentang sistem pendidikan musik menakjubkan di Venezuela dan apakah Indonesia bisa menerapkan El Sistema ini. Ini adalah tulisan 3 seri:

  1. El Sistema, Mimpi Jadi Kenyataan
  2. El Sistema, Keadaan Venezuela
  3. El Sistema, Plus-Minus Indonesia

——————————————

El Sistema sudah berhasil berjalan di Venzuela, lantas Indonesia? Inilah analisa pendek mengenai keunggulan maupun kekurangan Indonesia apabila negara ini ingin menerapkan sistem yang senada dengan El SIstema tersebut.

Plus-Minus

Memang kondisi geografis dan demografis Indonesia jauh berbeda dengan daratan Venezuela. Meskipun sumber daya alam kita tidak kalah, namun Indonesia yang terpencar-pencar ini menyulitkan distribusi dan alokasi sumber daya manusia, dalam hal ini pengajar berkualitas yang dibutuhkan dalam sistem ini.

Dengan wilayah yang begitu luas akses pun menjadi sulit. Venezuela dengan 270 pusat pendidikan musik El Sistema (nucleos) mampu menggandeng 250.000 orang anak untuk turut serta dalam program ini. Sedangkan di Indonesia yang begitu luas 270 pusat serupa mungkin hanya dapat menggaet maksimal separuh jumlah di Venezuela.

Perlu diingat juga bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah 230 juta jiwa, berbeda dengan Venezuela dengan 28 juta jiwa penduduk. Meskipun kita sadari bahwa jumlah anak di bawah usia 15 tahun di Venezuela mencapai 30% porsi penduduk, tapi jumlah anak di Indonesia lebih banyak lagi.

Memang pendapatan per kapita Indonesia jauh lebih lemah daripada Venezuela. Namun pendapatan per kapita yang lebih rendah juga menandakan bahwa sumber daya yang dibutuhkan juga relatif lebih murah.

Selain faktor ekonomi kita yang lemah, faktor budaya yang sebenarnya merupakan potensi malahan dapat menjadi batu sandungan. Dengan budaya yang begitu kaya, sulit sekali mengkonsentrasikan anak-anak kita pada suatu bentuk seni tertentu. Semakin banyak bentuk seni yang ingin diterapkan, semakin banyak pula jumlah pengajar yang dibutuhkan.

Yang mungkin diterapkan di Indonesia adalah konsentrasi besar pada sebuah bentuk seni tertentu, walaupun hal ini mungkin akan menutup kemungkinan bentuk seni lainnya. Konsentrasi untuk satu negara sepertinya di Venezuela sangat sulit, namun apabila konsentrasi per daerah akan relatif lebih mudah.

Pendekatan ini tetap memiliki kekurangan, salah satunya adalah sulitnya melihat rekapitulasi program ini. Kita akan lebih sulit melihat rekapitulasi umum manfaat dari program ini, berbeda dengan di Venezuela dengan orkes-orkesnya. Kurangnya pembagian budaya antar daerah juga dapat terjadi apabila tidak ada komunikasi antar daerah dalam program ini, terlebih apabila bentuk seni yang diimplementasikan berbeda.

Mustahil?

Indonesia mustahil dapat mengadopsi El Sistema Venezuela mentah-mentah. Berbagai penyesuaian wajib dilakukan apabila sudah ada visi untuk mengadopsi sistem ini dalam kehidupan sosial di Indonesia.

Kita akan sangat kesulitan apabila ingin mengadopsi bentuk seni orkes musik klasik di Indonesia. Solusi juga perlu ditemukan untuk masalah sebaran penduduk di Indonesia yang begitu luas. Perencanaan matang adalah harga mati yang harus dibayar, karena sistem ini bukanlah sistem murah dan sementara.

Karena itu kunci utama dari kesuksesan adaptasi ini adalah niat baik dan benar dari pemerintah. Pemerintahlah yang akhirnya memegang kunci apakah sistem ini diterapkan atau tidak. Pemerintah pula yang harus mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan yang muncul karena sistem ini.

Kesinambungan adalah kata kunci dari pelaksanaan sistem ini. Walaupun dampak baik bagi masyarakat jelas, akan tetapi tanpa kesinambungan, dampat itu tidak akan terlihat sama sekali. Penyakit ganti menteri, ganti kebijakan juga harus terlebih dahulu disembuhkan sebelum sistem manapun dilaksanakan, dan sistem ini termasuk di dalamnya.

Namun apabila memang tekad ada tidak mustahil evolusi sosial dan budaya akan terjadi di masyarakat kita. Cinta budaya dan seni tidak akan lagi sekedar awang-awang belaka. Saya pribadi percaya bahwa seni dari masyarakat memiliki kekuatan untuk mengubah masyarakat itu sendiri. Apabila kebersenian kita semakin kokoh, itu hanyalah bonus luar biasa dari program ini, karena perhatian yang utama adalah masa depan anak-anak bangsa.

If there’s a will, there’s a way….

Pictures:

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on El Sistema, Plus-Minus Indonesia

  1. Setuju bahwa masalah konsistensi kebijakan adalah masalah yg sangat urgent di Indonesia. Karena semuanya bisa kembali mentah kalau tiba2 ganti kebijakan secara total.

    Untuk persebaran penduduk, di Indonesia sebenarnya jg tak terlalu tersebar. hampir 80 persen penduduk di Indonesia ada di Jawa (60) dan Sumatra (20). Walau pemfokusan pada dua daerah tsb tentunya akan menghasilkan masalah kesenjangan baru. Well, ini masalah klasik atas smua kebijakan di Indonesia. Jadi, kl memang benar2 sungguh2, pasti bisa.

    yeps, perlu perencanaan yg benar2 matang, dan pelaksanaan yg baik dan bersih (ga dikorupsi, hehe)

    great posts.. 🙂

  2. hi Michael, hope you read this post

    Do you have a Facebook account? or you could email me to exchange contacts

    I’m with an Orchestra (called “Jakarta Philharmonic Orchestra”), and we are looking into a possibility of el Sistema in here…

    Maybe we could discuss about your research

1 Trackback / Pingback

  1. El Sistema, Keadaan Venezuela « A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: