Kabar Terkini

Kalau Berseni, Lebih Seksi


~ tergelitik setelah membaca http://living.scotsman.com/…y-music-really.4319072.jp

Teringat kata-kata teman-teman, “Wah, lo bisa main musik, bisa jadi pria pujaan deh, luluh hati cewek…” Atau ketika SLTP dulu, teman perempuan berkata, “Gw pengen punya cowok yang bisa main gitar. Keren aja liatnya.”

Kalau ditilik-tilik, perkataan ini ada benarnya, ada juga lucunya. Yang jadi pertanyaan yang juga ingin dijawab oleh Geoffrey Miller, University of New Mexico dan John Manning, University of Central Lancashire. Apa sih hebatnya main musik sehingga orang-orang dengan kemampuan ini diuntungkan dalam pertarungan mencari jodoh?

Musical ability, along with other creative skills, are rather like a human version of the peacock’s tail; something that has no survival value, but has evolved precisely because it is found attractive by the opposite sex. That’s according to Geoffrey Miller of the University of New Mexico and author of The Mating Mind.

– from scotsman

Menurut penelitian ini musik sejak semula memiliki fungsi dasar sebagai penarik perhatian lawan jenis, baik itu lelaki maupun perempuan. Bermain musik seperti kicauan indah burung ketika mencari pasangan.

Tapi dalam penelitian Miller ini tidak digambarkan relasi antara menariknya seseorang dengan musikalitasnya. Dikatakan karena bermusik, mereka tampak lebih menjanjikan, bisa mempunyai keturunan dan menarik.

Penelitian Manning malah membawa lebih jauh lagi. Dan menghubungkan musik dengan faali manusia dan ketertarikannya dengan musik.

There could be another explanation for this weird affliction, according to John Manning of University of Central Lancashire. He thinks musical ability is an advertisement of male health and fertility, and that’s why great musicians are so sexy.

Manning menarik garis panjang menuju tubuh manusia itu sendiri. Ia menyatakan bahwa bermusik merangsang perkembangan otak kanan, dan meningkatkan produksi testosteron.

Testosteron sendiri merupakan hormon kelaki-lakian yang merangsang pembentukan sperma di dalam testis. Jadi….

In short, he says, men who make lots of good music make lots of sperm.

Sperma yang banyak menunjukkan fertilitas, kejantanan, dan pada akhirnya mengarahkan bahwa si pria dengan kemampuan bermusik itu seksi dan menarik. Lihat saja mengapa band-band itu bisa sampai dikelilingi histeria yang terkadang sangat memekakkan telinga.

Jelas bahwa pendekatan ini adalah primitif dan terkesan dangkal sekali. Tapi sampai pada titik tertentu mungkin ada benarnya, dan cukup masuk di akal.

Akan tetapi saya pribadi tidak ingin terjebak dalam bayangan seperti ini. Walaupun saya sendiri secara pribadi mengalaminya. Seringkali setelah kita bermain musik walaupun tidak jago sekalipun, cara pandang seseorang terhadap kita bisa berubah dalam sekejap, walaupun hanya sekedar sorot matanya.

Memang sadar maupun tidak, ada pengaruh bermusik dalam impresi daya tarik seksual seseorang. Namun perlu juga disadari bahwa kehidupan manusia tidak hanya berjalan dengan mempertimbangan perihal mempertahankan spesies saja. Masih banyak hal lain yang menjadi pertimbangan, apalagi kehidupan manusia sekarang tidaklah sederhana itu, dengan kata lain sudah melangkah ke tahap selanjutnya.

Tapi bagi saya pribadi, tidak ada ruginya belajar bermain musik, hitung-hitung sebagai ilmu tentunya dan penambah daya pikat sepertinya.

Setelah slogan, “Anak Anda akan jadi cerdas karena belajar musik”, inilah slogan belajar bermusik baru kita (mungkin), “Anda ingin tambah seksi, ikutilah kursus musik kami. Kami jamin Anda tambah seksi dalam 2 bulan. (garansi uang kembali)”

Ada yang ingin berbagi pengalaman?

Picture:

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

7 Comments on Kalau Berseni, Lebih Seksi

  1. i’ll master it!!!
    😀

  2. 😯

    …oke, saya ngaku deh :mrgreen:

    kalau sepengetahuan dan sepengalaman gw sih, itu bukan dari skill-nya sendiri… tapi mungkin lebih ke keadaan bahwa suatu ‘skill’ itu (dalam konteks ini, musik) bisa menampilkan sisi yang biasanya tidak terlihat dari seseorang pada suatu saat tertentu — biasanya sih pas lagi main.

    tapi nggak tau juga sih, menurut gw ‘musician effect’ ini berlaku temporer, ketika subjeknya sendiri sedang main musik. di sini sepertinya ada faktor internal dari subjek (e.g. dengan main musik, secara psikologis subjek merasa rileks, percaya diri dsb), atau faktor dari pengamat sendiri (yep, music afflicts human’s mood more than most people know, it’s true).

    btw, konon katanya hal ini berlaku sebaliknya untuk cewek ketika seorang cowok melakukan suatu hal secara skillful. dalam konteks ini termasuk musik, tapi secara umum hal lain juga bisa — misalnya pemain sepakbola, atau montir mobil yang lagi mbengkel… katanya sih, tapi gw belum pernah survei secara serius. :mrgreen:

    jadi, pertanyaannya: apakah seorang cewek yang sedang main piano atau violin atau harpa memang memiliki daya tarik sendiri?

    …well, you can imply my answer already, mate. :mrgreen:

  3. Sebenernya sih yang bikin seseorang menarik itu adalah keseriusannya waktu bermain musik.

    Kalau dari pengalaman gw sendiri, kayanya bisa main musik ga terlalu pengaruh untuk menarik lawan jenis. Apa gw salah pilih instrument yah? Wakaka, harusnya main gitar listrik aja, bukannya oboe. 🙂

  4. Gue sih dulu SMP belajar gitar bukan biar dibilang seksi.. tetapi kalau di SMP gue (SMP 68 Jakarta) gak bisa main gitar? Wah.. bakal dikatain banci.. Pokoknya wajib bisa main walaupun cuma satu lagu.

  5. Namun perlu juga disadari bahwa kehidupan manusia tidak hanya berjalan dengan mempertimbangan perihal mempertahankan spesies saja. –> Are you sure?

    Masih banyak hal lain yang menjadi pertimbangan, apalagi kehidupan manusia sekarang tidaklah sederhana itu, dengan kata lain sudah melangkah ke tahap selanjutnya. –> What’s the next step?

    Suggested Readings : Time’s 3rd issue on January

  6. @all
    thanx banget atas komennya yang bersemangat

    @orinocohafen
    Apa anda yakin? mustinya sih dari penelitian di atas ga ada hubungan dengan alat musiknya, yang seksi kan mampu bermusiknya bukan alatnya hehehe

    @kunderemp
    hehehe… mungkin ada hubungannya. dari tulisan di atas kan bermusik=otak kanan aktif=fertil, lantas jadinya tidakbermusik=otakkananlemas=madul? is it possible

    @meltarisa
    yang bikin gw bingung apakah memang musik itu awalnya ada karena dorongan seksual. hehehe…. mungkin sih… seperti teknologi ada untuk bertahan hidup, musik mungkin ada karena harus mempertahankan spesies? tapi apakah sampai saat ini dengan berabad perkembangan jatuhnya gak jauh dari pohonnya?…. hmmm

  7. LaPetiteTubiste // 2 Maret 2009 pukul 5:36 pm //

    hahaha…klo tuba? jauh dari sexy kali ya xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: