Kabar Terkini

Konduktor Adalah Manajer


tanggapan akan sebuah komentar yang masuk ke post ini

Di bulan Januari, sebagai salah satu tulisan-tulisan pertama saya pernah menuliskan mengenai tanggung jawab seorang konduktor (lihat sini). Tapi mari kita menyoroti, ketika terjadi masalah, kini apa tanggung jawab konduktor?

Konduktor adalah seorang manajer. Mari kita melihat kasus peran konduktor dalam masalah dari sudut analogi seorang manajer yang juga berada dalam kubangan yang sama.

Anggaplah seorang manajer memimpin 20 orang untuk mengerjakan suatu proyek. Proyek ini adalah proyek baru dan anggota-anggota proyek ini terdiri dari 2 kelompok yang sebelumnya berbeda dan jarang sekali bekerja bersama.

Manajer ini pun tidak pernah bekerja sama mereka, ia baru saja dicomot dari perusahaan lain, karena kinerjanya yang baik, memimpin dengan penuh kharisma, mengerti seluk-beluk pekerjaan. Karena inilah si manajer menarik perhatian petinggi-petinggi perusahaannya sekarang. Lagi pula ia mengenal baik direktur dari perusahaan ini.

Apalagi ketika akhirnya Mike juga setuju bahwa dirigennya bertanggung jawab atas permainan yg mendetail dan benang merahnya. ~dari komentar

Proyek ini sendiri adalah proyek yang berjalan dengan sangat singkat, katakan 1 bulan saja. Kelompok 20 orang ini yang dihimpun untuk mengerjakan adalah karyawan-karyawan terbaik dari perusahaan ini, dan spesialis di bidang masing-masing yang mengerjakan proyek besar ini.

Semua karyawan dan manajer berusaha keras untuk menyukseskan proyek ini, proyek yang tergolong besar. Semua elemen optimis bahwa hasilnya pasti sempurna, tapi kenyataan berkata lain. Proyek rampung dan hasil proyek dapat dipergunakan, tapi ternyata masih ada beberapa kekurangan yang terjadi.

Lalu siapa yang salah?

Jelas yang berbuat salah langsung adalah karyawan tersebut. Toh, merekalah yang mengerjakan setiap proses proyek itu. Tapi kembali ke pertanyaan pertama, apakah si manajer salah?

Tentu saja dia punya andil besar. Ialah yang bertanggung jawab atas kerjasama dan hasil proyek. Manajerlah yang akan dipuji apabila dia menyerahkan hasil baik, dan dia jugalah yang akan diminta pertanggungjawaban apabila ada masalah dalam proyek tersebut. Manajer adalah ujung tombaknya.

Mari kita berbalik melihat konduktor. Walaupun keadaan seberapa burukpun konduktor juga adalah ujung tombak suatu pagelaran. Dialah yang maju menerima pujian ataupun kritikan.

Tidak peduli, jadwal latihan yang begitu pendek sekalipun, apabila ia menyanggupi tampil berarti ia juga menyanggupi bertanggungjawab penuh atas pengolahan artistik dari pagelaran tersebut. Tapi kesalahan tidak sepenuhnya berada di punggungnya. Pemain pun punya andil, tapi karena ia sang manajer, ialah yang berada di depan karyawan menanggapi kesalahan karyawannya.

Mungkin lebih sering kita melihat manajer yang disindir klien, padahal yang tidak mampu bekerja adalah anak buahnya. Ini pun sama. Maka dari itu kita harus mawas diri dalam memandang pagelaran yang ada, dengan segala keadaan yang meliputinya.

Apabila pagelaran tersebut kurang berhasil, apakah konduktor tersebut gagal? Mudah kita memfonis demikian. Tapi mungkin saja ada faktor X yang mempengaruhi hasil akhirnya. Tapi kekurangan ini tidak berarti suatu kegagalan.

Kegagalan itu hanya terdefinisi apabila seseorang tidak bisa mencapai targetnya semula. Di kasus ini target tersebut ditentukan oleh konduktor. Seberapa jauh pencapaian target itu mungkin hanya ia yang tahu. Kegagalan bukanlah sesuatu yang ditentukan orang lain. Ia sendiri yang menentukannya. Orang di luar hanya bisa menilai dari luar, tapi tidak bisa memfonis gagal.

Harap diingat pula, bahwa sehebat apapun seorang konduktor ataupun seorang manajer, dia bukanlah seorang ahli sihir. Suatu pagelaran tidak serta-merta jadi berkualitas nomor satu karena suatu orkes dipimpin oleh seorang konduktor nomor satu, terlebih jika ditangani sekejap saja.

Konduksi, seperti makna aslinya, adalah menyampaikan pesan, berkomunikasi. Dan kedekatan dalam berkomunikasi yang membentuk musik itu sendiri, termasuk antara konduktor dan musisinya. Dan konduksi pesan tersebut akan semakin baik sejalan dengan waktu. Semua akan lebih saling mengerti.

Lihatlah kualitas terbaik muncul dari proses yang terus menerus selama bertahun-tahun. Lihatlah orkes-orkes besar dengan konduktornya yang membina bertahun-tahun. Konduktor walaupun sama-sama bertongkat, bukanlah tukang sihir.

Jadi, memang tugas konduktor adalah memanggul beban tanggung jawab atas orkes, tapi alangkah baik kita melihat dengan lebih arif bijaksana, dan melihat keadaan sekitar. Dan ingat konduktor maupun musisi manapun bukan tukang sihir yang bisa mencipta sesuatu dengan instan.

Pictures:

Iklan
About mikebm (1304 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: