Kabar Terkini

Viola Konstantin Boyarsky


Viola mungkin seringkali saru dengan alat musik biola. Biola yang lazim disebut violin berbeda dengan viola yang adalah biola alto. Dengan rentang nada yang lebih rendah biola alto menjadi pengantara jangkauan suara violin dan cello. Namanya yang ambigu dalam bahasa Indonesia ini sebenarnya menunjukkan betapa viola kurang populer, bahkan di Eropa sekalipun.

Viola Recital mungkin jarang sekali terdengar di Indonesia, tapi inilah yang ditawarkan oleh violis Konstantin Boyarsky bersama dengan pianis Fabiola Chianiago Minggu malam lalu di Usmar Ismail Hall, Kuningan.

Konstantin Boyarksy seorang violis kelahiran Rusia ini mempersembahkan 5 buah karya dalam resital malam itu yang merambah era Barok sampai Modern.

5 Old French Dances dari Marin Marais, Chaconne karya J.S. Bach dan Adagio & Allegro dari Schumann mengisi babak pertama pagelaran. Sedangkan babak kedua diisi dengan Violin Sonata no.1 op.120 dari Brahms dan Le Grand Tango dari Piazzolla.

Boyarsky sungguh menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan instrumen gesek ini. Kontrol suara, dan kecakapan teknik dan kekuatan interpretasi menjadi modal utamanya dalam memainkan bermusik dan bekerja sama.

Karya Marais menjadi bukti pemahamannya akan pendekatan periodikal karya dan dinamika 5 dansa Eropa di abad 17-18 melalui L’Agréble, La Provençale, La Musette, La Matelotte, dan Le Basque.

Sedangkan Chaconne menunjukkan kepiawaian lulusan Royal College of Music ini merangkai polifoni dalam gesekan solo violanya yang amat menantang secara teknis. Tanpa diiringi piano, Boyarsky bersama dengan karya Bach ini mengeksplorasi biola sebagai alat musik polifonik, dengan rajutan nada yang begitu erat dalam setiap senar. Dengan biola alto bersuara terang namun berbobot, kemegahan organ pipa dalam skala mini pun terasa pekat dalam permainannya.

Sebagai seorang principal violist di Royal Opera House Inggris, Boyarsky pun tampaknya juga telah mengembangkan kemampuan bertutur dramatik dalam permainan karya Schumann untuk menutup keseluruhan program babak pertama.

Viola Sonata dari Brahms juga memiliki arah yang mirip. Walaupun terkesan kering dalam bagian-bagian dengan tempo cepat, Boyarsky dan Chianiago berhasil menggarap bagian Andante dengan subur dan bermakna. Kering ini sebenarnya merupakan buah dari belum menyatunya mereka sebagai suatu kesatuan yang memang tidak dapat secara instan terbentuk dan cukup terlihat jelas pada eksekusi rubato.

Namun demikian secara umum, Fabiola Chianiago menunjukkan kelasnya sebagai kolaborator yang ulung. Dosen musik UPH ini selalu memberikan support yang kokoh bagi suara viola Boyarsky yang cenderung cemerlang. Pengemasan karya pun disajikan dengan menawan, interaksi yang terjaga dan penuh variasi. Hanya saja pada beberapa kesempatan gemerlap dan delicacy suara yang sudah baik dapat lebih dioptimalkan.

Tapi dengan iringan yang penuh semangat dan merah merona, Fabiola bersama Konstantin menutup resital dengan karya Piazzolla yang hidup dan variatif. Permainan viola yang brilian dan piano yang atraktif menjadi warna hingar-bingar sekaligus melankolisme Tango Argentina. Fabiola mengemas nada dalam perkusivitas yang kental dalam Piazzolla, sedang Konstantin meramu suara bandoneon dalam vitalitas violanya. Energi Latin ini menutup pagelaran ini dengan tepuk tangan meriah.

Viola Recital kali ini ternyata bukanlah sekedar sebuah resital instrumen yang masih cukup langka Indonesia, tetapi juga merupakan sebuah resital seru, indah dan layak untuk disaksikan.

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: