Kabar Terkini

Bertempur Melawan Beethoven dan Brahms


writing-music

Inilah kenyataan yang terjadi. Telah terjadi pertempuran melawan Beethoven, Brahms, Mozart, Schubert, Chopin, Tchaikovsky, Elgar, dan banyak komposer lainnya. Dan pertempuran ini terjadi saat ini, detik ini juga dan tampaknya kita saat ini telah terdesak begitu jauh dan akan kalah dalam pertarungan ini.

Inilah yang sebenarnya mungkin dirasakan oleh komposer-komposer muda kita yang memilih untuk berjalan di jalan nada dan suara. Setiap waktu mereka harus berkutat melawan komposer masa lalu yang ternama, mulai dari proses kreatif sampai dengan slot waktu di pementasan. Ya, bahkan di pementasan.

Inilah kenyataannya, setahun hanya berjumlah 365 hari tapi pemusik dan komposer yang berkarya selalu bertambah banyak setiap harinya, yang muncul dengan karya-karya baru. Akumulasi komposer akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya waktu. Dan persis seperti itulah yang terjadi.

Sejak masa Mendelssohn membangkitkan karya ‘kuno’ untuk masa itu, St. Matthew’s Passion dari Bach di tahun 1829, musik klasik berevolusi di sekeliling komposer besar masa lalu. Sebelumnya musik yang ditampilkan selalu merupakan musik baru; di zaman Mendelssohn, karya Haydn dan Mozart sudah tidak lagi relevan, apalagi karya Bach.

Sejak masa itulah keinginan untuk membangkitkan karya-karya musisi besar masa lalu memuncak. Alasan konservasi karya seni menjadi alasan yang kuat ketika itu untuk terus mengangkat karya-karya besar dari masa yang telah lampau. Sejak itu pula komposisi masa lalu pun bermunculan menemani musik-musik yang ditulis oleh komposer yang masih hidup dalam berbagai pertunjukan.

Namun seiring dengan waktu, karya baru terus bermunculan dan karya lama juga terus dimainkan mengakibatkan ruang 365 hari tidak lagi cukup untuk mengakomodasi keduanya dan hingga saat ini karya-karya komposer kontemporer nampaknya semakin tersisihkan dari panggung.

music-writing-studio

Banyak ensembel yang akhirnya mengalahkan karya musik baru dan lebih memilih karya musik “Greats of the past” yang lebih familiar, dikenal dan dipastikan mampu menjual lebih banyak tiket daripada karya musik baru yang belum dikenal.

Akhirnya inilah yang terjadi, komposer-komposer baru akhirnya harus bertarung untuk memperebutkan jam tayang dalam berbagai pertunjukan melawan komposer-komposer besar masa lalu. Dan persaingan ini tidak pernah seketat hari ini sepanjang sejarah. Karya bersejarah terus digali dan dihidupkan kembali, karya-karya yang hilang ditemukan dan mulai digelar, sedangkan karya-karya baru terus bermunculan.

Saat ini komposer muda di belahan dunia manapun berjuang melawan sejarah, dari musik-musik historis sampai etnis yang berusia lebih dari satu milenium sampai dengan karya komposer-komposer yang besar di abad-20.

Yang terjadi adalah sekarang komposer baru berteriak dan berjuang melawan arus masa lalu, menerabas karya-karya masa lalu yang begitu hebat dan masyur, menembus pagar besar seperti Mozart, Mahler, dan Stockhäusen untuk mendapat tempat jangankan di hati Anda, mendapat tempat di panggung saja sudah sulit.

Pictures:

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: