Kabar Terkini

Musik ‘Klasik’?


~ terpikir setelah menonton konser ini

dusk-sky

Banyak orang berdebat dengan kata-kata terutama penggunaan kata klasik dalam musik ‘klasik’. Banyak usulan yang datang dari berbagai pihak, ada yang mengusulkan musik seni, ada yang mengusulkan musik sastra, ada yang mungkin malah mengatakan musik nonkomersial karena tidak mudah dijual. Bahkan penamaan saja sudah bergulat dengan sisi etimologis.

Kesemuanya benar dan tidak bisa dipilih dengan pasti karena masing-masing memiliki penekanan dari setiap aspek yang berbeda dari musik X itu sendiri. Saya pun tidak berniat membela salah satu istilah tersebut, ataupun malah mengajukan suatu istilah baru. Tapi kita akan bahas mengapa musik X sulit sekali dinamai.

Sebenarnya cukup aneh karena kalau dipertimbangkan, banyak orang yang mampu membedakan musik jenis X ini dari jenis musik yang lain. Ini menandakan bahwa sebenarnya dia punya suatu sifat yang sama-sama dimengerti dan diamini oleh pendengar.

Dilihat dari sisi lain, musik X ini adalah bentuk yang paling tidak jelas dari musik lain yang ada. Yang sama hanyalah bahwa musik ini terdefinisi dalam dimensi ruang dan waktu, lain daripada itu semuanya adalah property yang bisa dibuang (omitted).

Yah, yang kekal dari musik X ini hanyalah bahwa ia terdefinisi dalam ruang dan waktu.

Sebut apa yang Anda pikirkan sebagai properti musik X ini. Katakan musik pasti punya nada. Nyatanya tidak demikian, banyak musik yang sering digolongkan orang dalam gaya ini bahkan tidak bernada dan tergolong dalam ‘sekedar’ bunyi.

Apabila anda mengatakan birama, birama bisa dibuang dan banyak musik yang tidak punya birama yang jelas. Yang ada hanyalah sebuah rasa pergerakan, semacam pulsasi, yang sebenarnya adalah keberadaan ruang dan waktu itu sendiri.

Apabila anda mengatakan suara, banyak musik yang terdefinisi dalam kesunyian, tanpa sedikit pun suara. Keheningan juga bisa jadi subjek itu sendiri. Mencoba mendefinisikan musik X dengan instrumen tampaknya tidak berarti apabila kita menyadari bahwa keheningan adalah juga musik yang ditelurkan komposer gaya musik X ini.

Sebut properti apapun sepertinya tidak begitu bernilai di mata musik X ini, inilah mengapa sulit sekali menyebut nama musik X ini. Karena omitabilitas inilah musik X adalah musik paling ireguler yang kita kenal, dia bisa menyerupai apa saja dan yang diklaim melahirkan jenis-jenis musik lainnya.

Akhirnya yang tersisa hanyalah ruang vektor dimana musik terdefinisi, dimensi ruang dan waktu.

Pictures:

http://rmfo-blogs.com/alisa/archives/2007/11/

Iklan
About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: