Kabar Terkini

Twilite Youth dan Jiwa Muda untuk Masa Depan


twilite-youth-wandofyouth1

Minggu malam (14 Desember) adalah kali kedua dalam setahun ini Twilite Youth Orchestra mempersembahkan sebuah konser bagi publik Jakarta dan didukung oleh Dewan Kesenian Jakarta.

Kali ini dipimpin konduktor tamu Tommy Prabowo, satu-satunya orkestra independen yang memang didedikasikan untuk pengembangan remaja di Jakarta ini menampilkan konser dengan tajuk The Wand of Youth “Unlimited” di gedung pertunjukan Usmar Ismail Hall di bilangan Kuningan Jakarta.

Setelah tahun lalu bersama Susvara Opera Company, TYO menampilkan opera La Boheme di Gedung Kesenian Jakarta, kali ini dengan format full orkestra mereka menampilkan karya-karya dalam repertoar standar orkes.

Coriolan Overture yang energetik menjadi pembuka konser malam itu. Karya opus 62 dari L. V. Beethoven yang lekat dengan temperamental romantik yang diselingi alunan melodius ini juga diproyeksikan sebagai tantangan tersendiri untuk orkes remaja dan pemuda ini.

Namun bintang nampaknya bersinar pada diri Harry Gilfillan, solois cello yang memainkan Cello Concerto dalam C Mayor karya Joseph Haydn. Cellis berusia sembilan tahun asal Inggris ini memukau publik malam itu. Dengan eksekusi yang cepat dan terarah, Gilfillan juga membentuk konserto klasik ini dengan kontrol yang luar biasa untuk anak seusianya.

Memang belia usianya memang masih menghalanginya untuk membuat proyeksi yang lebih besar dan warna yang lebih kaya, namun walaupun demikian kematangannya dalam bermusik akan terus terasah sejalan waktu. Nampaknya saat itu penonton telah melihat suatu hal yang istimewa dalam diri Harry Gilfillan ini sehingga ia mempersembahkan sebuah encore dari Suita Cello karya J. S. Bach.

twilite-youth-wandofyouth3

Sesi kedua dimulai dengan karya The Wand of Youth Suite no.2 karya Edward Elgar juga menjadi tema konser kala itu yang menggunakan orkes lengkap. Dan akhirnya konser ditutup dengan Peer Gynt Suite no.1, sebuah karya yang cukup beken di telinga publik yang ditulis oleh komposer asal Norwegia Edvard Grieg.

Twilite Youth Orchestra tampaknya memang sedang berkembang kembali menuju ke performa puncaknya. Di bawah pimpinan Tommy Prabowo yang bersemangat, nampak sekali orkestra mengimbangi dengan permainan musik yang hidup. Sensitifitas orkestra sebagai satu korps kesatuan pun nampak dengan jelas dan ternyata sudah terolah dengan baik di sepanjang pergelaran.

Tampaknya Tommy yang energetik juga membawa dampak lain yang berbeda. Selain permainan yang lebih dinamis, memang sulit sekali bagi pemusik untuk menampung energi yang sebegitu besar dan menerjemahkannya dalam permainan teknis yang mungkin juga masih dalam tahap perkembangan sehingga beberapa kali terdengar eksekusi penuh harap dan vitalitas namun belum terjawab dalam kualitas suara yang sesuai dengan yang mereka harapkan.

Walaupun demikian tampak bahwa memang setiap individu muda dari orkes berniat untuk mengembangkan dirinya dan menjawab tuntutan tersebut. Antusiasme dan niat untuk menjadi lebih baik lagi dengan jelas terbaca pada konser kemarin, di mana semua pemain mengeluarkan kemampuan semaksimalnya sambil berusaha menikmati konser yang bisa dikatakan beraneka ragam dan hidup ini.

Namun sepertinya inilah inti dan tema dari konser malam hari itu, dimana setiap mereka yang berjiwa muda dan berani akan terus berkembang dan akhirnya menciptakan masa depan yang lebih baik. The Wand of Youth, ternyata bisa membawa pemuda-pemudi bersama Twilite Youth Orchestra ini ke tapal batas.

twilite-youth-wandofyouth2

Iklan
About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

6 Comments on Twilite Youth dan Jiwa Muda untuk Masa Depan

  1. alinea di bawah foto… mgk maksudnya Grieg kali.

  2. oh ya… thanx… edited… dan memang grieg mustinya… sama2 edward bikin bingung juga… hehe… mohon maaf

  3. Harry Gilfillan. a wonderful musical boy. kapan yah ke sini lagi? :p

  4. Miss this concert…T.T and Harry too/..

  5. @ thea & gracia
    well, he is good… hehehe…

  6. duh imutnya harry gilfillan. malu2 gituu. (ternyata mike juga bikin liputan ttg wand of youth ini. haha. baru baca)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: