Kabar Terkini

Kembali Berimprovisasi


~ tergerak karena tulisan ini

liszt-and-friends

Tahukah Anda bahwa sebelumnya di abad 18 dan awal 19, improvisasi adalah bagian yang integral dalam musik klasik. Mozart, Haydn, Liszt, Paganini adalah beberapa dari mereka yang diacungi jempol karena kemampuan mereka berimprovisasi dengan musik yang mereka dengar. Bach bahkan pernah dikecam umat gereja tempat ia bekerja karena terlalu banyak mengimprovisasi iringan lagu gereja.

Improvisasi, sebelum terlimpah pada musik jazz, sudah banyak dilakukan di masa lalu, tapi sekarang telah hilang. Tapi memang kenyataannya bahwa musik yang sekarang identik dengan ‘kesetiaan’ pada partitur adalah dahulu musik yang penuh improvisasi.

Pemain membuat kadenza sendiri, bahkan mengubah karya komposer dalam improvisasi dari atas panggung atas sebuah karya. Contoh ekstrim yang lain adalah, sebuah konser sangat mungkin berisi sekitar setengah jam sesi improvisasi dari beberapa nada yang dinyanyikan oleh seorang penonton.

Memang harus diakui bahwa musik zaman dahulu adalah benar-benar hiburan. Improvisasi dengan substasinya yang penuh kejutan adalah tontonan yang menarik, bahkan cenderung seperti sirkus, di mana sang musisi mencoba mengarang lagu yang lengkap dari dendang seorang penonton langsung atas panggung atau mungkin mengubah parafrase tertentu agar berbeda dari apa yang telah ditulis komposer.

performing-improvisation

Hal ini adalah untuk memberi kesan beda terlebih karena pada masa itu, penonton musik klasik kebanyakan (80%) adalah pemusik-pemusik amatir yang sebenarnya mampu memainkan karya yang sama yang telah ditulis sang komposer. Tujuan mereka kala itu datang ke konser adalah untuk melihat suatu yang beda dari suatu karya yang dimainkan oleh si musisi yang lantas dijawab dengan improvisasi dan perubahan dalam karya.

Inilah yang sekarang ini sedang giat dihidupkan kembali oleh beberapa musisi, baik solo instrumen maupun musik kamar di Eropa. Kelas improvisasi dalam perkuliahan musik klasik semakin banyak ditawarkan pula, menunjukan arah “baru tapi lama” yang muncul di musik ini. Banyak artis zaman sekarang berimprovisasi dari tema dari seorang yang duduk dibangku penonton dalam gaya Mozart, Bach, Celtic ataupun lainnya.

Tapi harus dicamkan baik-baik bahwa untuk sampai kepada tahap improvisasi, setiap pemain haruslah terlebih dahulu familiar di luar kepala akan gaya musik dan idiom yang digunakan untuk bertutur dalam musik ini dan ini memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk mempelajarinya.

Tentunya, adalah sebuah tantangan tersendiri untuk berimprovisasi, bahkan mungkin dapat digolongkan sebagai suatu seni musik pertunjukan yang berdiri sendiri. Apalagi bisa dikatakan musik klasik di Indonesia jarang sekali menyaksikan gaya pertunjukan macam ini dan bisa disebut asing di telinga pecinta musik klasik Indonesia.

Menyiapkan musisi agar mampu berimprovisasi adalah tantangan tersendiri. Namun apabila musisi telah berhasil bersiap, apakah publik juga bersedia untuk menerima kebangkitan improvisasi di ranah musik klasik atau malah dijadikan bahan cacian, terlebih ketika ketaatan pada notasi komposer telah dianggap sebagai suatu keniscayaan dalam musik klasik?

improvisation_class

Pictures:

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: