Kabar Terkini

Oleh-oleh dari Vienna untuk Jakarta


symphonia-vienna1

Walaupun sudah memasuki hari ke 17 di bulan Januari, ternyata euforia tahun baru 2009 belum lewat. Hal ini dibuktikan dengan terselenggaranya New Years Concert di hari Sabtu itu. Kedatangan tamu orkestra asal Austria, Symphonia Vienna, Nusa Indah Auditorium penuh dengan penikmat musik.

Layaknya konser-konser tahun baru di Austria, Symphonia Vienna yang dipimpin konduktor Hans-Peter Manser ini menyuguhkan program yang penuh dengan musik tarian yang penuh sukacita dan elegan seperti Waltz dan Polka dan karya-karya campur lainnya.

Karya Strauss seperti biasa mengisi hampir separuh dari program malam ini layaknya sebuah konser di Vienna. Komposer lain seperti Mendessohn yang akan berulang tahun ke 200 tahun ini, Offenbach dengan pembuka dari opera Orfeus and The Underworld-nya, Huber, Dvořák, Tchaikovsky dan Saint -Saëns juga mendapat tempat di konser ini.

Dengan 60an anggota orkes yang berasal dari Vienna ini sebenarnya konser ini adalah sebuah konser yang dapat dikatakan sangat langka dan jarang sekali bisa disaksikan di Indonesia. Sensasi mendengar Polka dan Waltz yang disampaikan melalui tangan-tangan musisi yang besar dengan irama tersebut pastinya terasa berbeda. Hentakan yang berat dan ringan yang presisi hanya bisa dibentuk apabila memang pemain meresapi dan paham betul irama dansa ini.

Symphonia Vienna memang bukanlah orkestra kebanggaan no.1 di ibukota budaya Eropa abad ke 19, akan tetapi secara kualitas harus diakui mereka berada di atas orkes-orkes yang ada di Indonesia. Kematangan teknik di seluruh lini orkes yang sigap memastikan kualitas suara yang dihasilkan. Walaupun kita dapat menerka bahwa orkes ini bukanlah orkes yang memiliki sejarah yang panjang, idiom musik yang dieksekusi dengan teknik yang tepat dan kokoh menjadi nilai tambah yang jarang disaksikan di Indonesia.

symphonia-vienna2

Christina Zubrügg adalah soprano peyodel yang cukup matang menyanyikan Frühlingstimmen Waltz dengan teknik tradisional Austria. Sensasi berbeda sungguh tercipta walaupun suara Christina bukan berada pada performa puncaknya.

Peharpa Indonesia Rama Widi adalah peharpa yang kapabel dengan menekel beberapa karya yang menantang secara teknik. Walaupun sempat ada masalah pada kejernihan tone akan tetapi peharpa muda terbukti telah masuk ke jajaran peharpa terkemuka Indonesia saat ini dan masih memiliki banyak waktu untuk terus berkembang lebih jauh.

Konduktor Manser melakukan pendekatan yang cukup akademis dalam pimpinannya. Walaupun cenderung kaku dan kekurangan greget di babak pertama, karya Singgih Sanjaya “Nyanyian Negeriku” lengkap dengan ensemble gamelan Bali dan penarinya yang premiere malam itu menjadi titik balik di babak kedua. Di babak kedua bahkan Rama Widi dan Manser mengundang penonton untuk berinteraksi dalam karya kecil Pink Panther yang populer.

Antusiasme penonton di babak kedua tampaknya telah memicu nyawa seluruh orkes, bahkan termasuk sang konduktor hingga musik menjadi jauh lebih hidup di babak kedua sampai di akhir konser. Antusiasme penonton yang bangkit berdiri inilah juga yang memakasa orkes untuk memainkan 3 encore sebelum menutup konser yang akan membekas di hati penonton malam itu.

symphonia-vienna

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Oleh-oleh dari Vienna untuk Jakarta

  1. wooooow…….
    keren bgt….!!!!!???????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: