Kabar Terkini

Tempat Duduk Terbaik


berlin-philharmonie-kammermusiksaal

Banyak orang berpikir mungkin bahwa menjadi musisi tentulah sangat enak, bisa mendengarkan musik sendiri dari dekat. Duduk di atas panggung dan menikmati segalanya. Tapi sesungguhnya kalau berbicara kursi terbaik dalam sebuah auditorium, kursi terbaik tentu saja kursi penonton.

Kenyataannya memang demikian. Sebuah konser musik diadakan untuk didengar oleh penonton, oleh sebab itu tentu saja akustik suatu ruang konser memang dibuat bagi penonton. Apalagi untuk akustik ruangan tanpa pengeras suara, tentunya harus sangat audience-oriented.

Suara suatu instrumen akustik tidak mengandalkan amplifikasi dan kapasitas volume suara jelas amat terbatas. Dan untuk akustik yang audience-oriented, hampir seluruh daya suara yang dihasilkan harus dialokasikan terutama bagi penonton. Dan yang terjadi apabila akustik terkonsentrasi pada audiens, tentunya harus dikompensasi akustik bagi musisi itu sendiri.

Jadi sebenarnya tempat duduk terbaik di dalam suatu gedung konser sesungguhnya adalah tempat duduk penonton dan bukan di atas panggung.

orchestra-rehearsal

Karena rekayasa gedung yang seperti ini, sesungguhnya musisi cukup dirugikan. Musisi sesungguhnya menjadi cacat ketika berada di atas panggung karena hampir mustahil ia bisa merasakan apa yang mungkin dirasakan penonton. Seringkali suara yang terdengar di atas panggung amat kecil sehingga sangat sulit untuk saling mendengarkan. Namun yang pasti adalah ruangan yang berisi penonton akan bereaksi berbeda dengan ruangan yang kosong, dalam hal ini soal akustik.

Karenanya mengontrol dan menyesuaikan diri dengan akustik suatu ruangan pertunjukan adalah pekerjaan yang penting sekaligus melelahkan. Mendengarkan di bangku penonton adalah salah satu kunci utama yang sangat perlu dilakukan.

Namun demikian, sekalipun telah sempurna disesuaikan dengan ruang kosong, perilaku suara akan berubah dan jelas sekali berbeda ketika penonton sudah menyesaki ruangan. Dan apabila sudah waktunya pertunjukan, insting yang dibentuk melalui latihan yang tidak sedikit merupakan satu-satunya pedoman.

Saat itu tidak mungkin lagi bergantung pada sound engineer, dan memang penampil harus berada di atas panggung sehingga tidak mungkin mengaturnya kembali dari kursi penonton.

Jadi kita wajib bersyukur sebagai penonton, bahwa kita ditempatkan di tempat duduk terbaik di dalam gedung dan bahwa masih banyak musisi yang rela memperhatikan detail-detail akustik ruang pertunjukan dan berusaha memberikan yang terbaik dalam pertunjukan. Untuk itu, adalah baik apabila kita bisa menghargai setiap momen suara yang kita nikmati tersebut.

concerthall-nusPictures:

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: