Kabar Terkini

Prita dan Blogging Seni


Typing goat

Sekarang sedang ramai ribut-ribut kasus RS OMNI dengan Ibu Prita Mulyasari sampai-sampai banyak pihak sibuk ikut serta angkat bicara dalam kasusnya ini.

Persoalan yang dialami oleh Prita membuat penulis terpikir dan merefleksikan diri tentang kasus ini dan akibatnya pada kegiatan menulis yang senang saya lakukan di dunia maya ini, sebut saja blog A Musical Promenade ini.

Dengan peredaran surat elektronik yang bisa berakibat masuknya si penulis ke dalam bui, bukankah penulis blog seperti saya bisa saja terjerat hal yang sama, terlebih topik yang saya tulis mengenai seni dan musik.

Kekhawatiran ini muncul bukan karena musabab yang aneh, tapi seperti yang kita sepakati bersama seni, termasuk seni musik adalah daerah abu-abu. Ya, bahkan cenderung tidak berbatas dan tidak tergariskan sama sekali.

Sekali kita masuk ke dalam pembahasan mengenai seni, terlebih kegiatan blog ini yang banyak mengulas penampilan panggung seseorang ataupun sekelompok orang, kita masuk ke dalam wilayah yang sama sekali tidak berpatok. Semua tergantung dari selera dan bentukan opini.

headphone & laptop

Bukan berarti seni tidak ilmiah, sama sekali bukan. Tapi memang seni banyak melibatkan rasa dan itu tidak bisa dipungkiri. Ketika masuk ke wilayah jajahan rasa, semakin tidak jelaslah ukuran yang digunakan, dan semakin terbukalah pintu orang untuk berbeda pendapat.

Sebenarnya itulah indahnya seni yang memiliki sifat ambigu, kita diajak untuk berpikir, merenungkan dan juga berdiskusi, bukan untuk menyingkirkan ambiguitas tersebut, tapi untuk menyelami dan menikmati ambiguitas dan menarik makna dari dalamnya.

Yang menjadi masalah adalah apabila ada di antara kita yang mungkin saja bersumbu pendek dan melihat opini dalam seni sebagai pemicu pertengkaran dan sakit hati. Ada juga yang mencari kesempatan dalam kesempitan dan merubah opini menjadi persoalan pencemaran nama baik yang bisa saja diperkarakan di meja hijau. Padahal kalau berbicara soal selera, tidak ada salah dan tidak ada benar.

Maka dari itu, di bidang seni, yang utama dan terutama adalah membangun suatu atmosfer yang kondusif untuk berdiskusi karena hampir tidak ada istilah benar dan salah yang bersifat mutlak di bidang ini. Beruntung banyak seniman yang menyadari signifikansi kondisi ini dan berusaha untuk menghadirkannya.

Terlebih di saat publik kita belum terlalu memberikan perhatian akan kesenian, adalah baik apabila kita tidak saling jegal, karena yang dirugikan tentu adalah aktivis seni, seni itu sendiri dan tentunya publik luas yang belum mengenal dekat seni. Namun selalu dalam bersoal tentang seni, satu yang harus dijunjung tinggi, kejujuran dan kelapangan dada.

Semoga kita bisa semakin belajar berdemokrasi dalam berseni.

Pict:

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Prita dan Blogging Seni

  1. Tommy musicasa // 9 Juni 2009 pukul 8:04 am //

    Mampus lah kalau kebebasan berpendapat diberangus. Thanks to Habiebie, walaupun agak kebablasan kalau kita lihat pers sekarang. Mungkin memang hukumnya belum siap …

  2. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  3. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: