Kabar Terkini

Keleluasaan Mengolah Aneka Warna


paragita choral potpourri

Percampuran dan perpaduan dari bermacam warna dan nuansa seringkali melahirkan suatu nafas baru dalam hidup, menggugah sekaligus mencerahkan pikiran. Inilah yang diangkat oleh Paduan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia Paragita di Goethe Haus Jumat kemarin.

Choral Potpourri adalah perpaduan dari beragam elemen, mulai dari repertoar paduan suara renaisans, klasik, romantik, modern, Asia dan terlebih lagi repertoar asal negeri sendiri. Konser ini sendiri menjadi sebuah bagian dari persiapan akhir para pemuda ini sebelum berangkat ke Austria.

Dipimpin oleh Aning Katamsi, Paragita yang kali ini didukung oleh 42 personel membuka konser dengan karya dalam negeri, Bengawan Solo dan Wanita. Berikutnya berturut-turut Ecce Quam Bonum, Lay A Garland dan Nach Soviel Nebel  karya Hassler, Pearsall, dan Strobi yang kesemuanya adalah 3 lagu wajib yang mewakili 3 jaman sekaligus. Tiga lagu inilah yang akan dibawakan oleh Paragita pada kompetisi di Spittal, Austria.

Vineta, Jaglied dan Salve Regina, berturutan karya dari Brahms, Mendelssohn dan Poulenc mengantarkan Ov’è, Lass’, Il Bel Viso karya Lauridsen menutup babak pertama.

Di babak kedua, Penny Lane yang bernuansa ringan dari The Beatles menjadi sajian berikatnya diikuti oleh karya-karya folklore Asia Ikaw Lamang dan Sakura. Akhirnya seluruh sajian konser Choral Potpourri ini ditutup dengan kembalinya repertoar Indonesia, namun kali ini melihat lebih jauh ke dalam tradisi, seperti Pangkur Mocopat, Mande Mande dan Ma Rencong-Rencong.

19062009143

Paragita tampak sangat natural pada konser malam ini. Fleksibilitas suara terbina dengan baik sehingga memungkinkan kesigapan dan spontanitas di atas panggung yang leluasa. Aning juga mampu menghadirkan kepekaan pada corps ini sehingga mampu musik pun terdengar merespon keadaan di sekitarnya. Karenanya eksplorasi yang luas merambah musik berbagai jaman dari reinaisans sampai modern juga lagu berbasis keroncong dan tembang mocopat pun memungkinkan.

Walaupun demikian, dengan suara yang kaya dan ekspresif tentunya muncul tantangan lain, yaitu tantangan untuk menjaga kerapihan dan ketepatan. Selain itu juga tampaknya fokus untuk membedakan nuansa lagu secara khusus, juga perlu dilatih agar mampu menjaga konsentrasi di sepanjang pagelaran.

Beraneka ragam warna disuguhkan malam itu memang merupakan potpourri yang harum walau memang agak sulit untuk menarik benang merah dari konser ini. Mungkin inilah konsep sebenarnya dari potpourri, benang merah dari seluruh pagelaran ini tentunya percampuran itu sendiri.

~ foto2nya tidak seberapa bagus karena menggunakan kamera HP…

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Keleluasaan Mengolah Aneka Warna

  1. Aaaaargh, nyesel bgt ga bisa nonton
    padahal kadang kalo lagi kuliah sering denger latihannya di salemba…

    reperoirnya bagus2 ya
    banyak yg gw suka, beatles, jaglied, sakura, marencong2, ikaw lamang, mande2… cocok deh dengan tema potpourri

    thanks for the lapdangmat nya mike

  2. thanks for critics.. (always deh mike hehehhee)
    doakan kami ya.. biar latihan2 berikutnya, kami bisa memperbaiki kekurangan dan akhirnya membawa harum nama Indonesia dan UI di negeri orang.. =)

    Thanks for watching and your appreciation… Hoho

  3. @rerere: kembali bung

    @rere: kembali bu… hehehe… always knapa? hehehe… iya amin, semoga berhasil…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: