Kabar Terkini

Musik Rekaman di Panggung Live Jadi Masalah


court20hammer5Di Inggris sebuah kasus menarik terjadi dan tampaknya menyebabkan banyak reaksi positif di blogosphere musik klasik di dunia.

Times memuat berita ini. Seorang penonton dimenangkan oleh Manchester County Court dalam sebuah perkara  yang cukup unik. Ia menuntut penyelenggara sebuah acara teater musikal di Inggris dengan tuduhan penipuan, sebuah tuduhan yang cenderung berat.

Benar, Adrian Bradbury menuntut penyelenggara pementasan The Wizard of Oz di Teater Salford karena menggunakan iringan playback kaset untuk sebuah pergelaran teater musikal, di mana si penuntut ini sebelumnya mengharapkan bahwa acara ini akan menggunakan band live.

Kasus ini dianggap sebagai salah satu kasus penipuan terhadap konsumen karena kata ‘magical family musical’ yang digunakan penyelenggara membentuk  persepsi bahwa seluruh acara ini tidak hanya dibawakan oleh penyanyi  secara live, tetapi juga musik yang live dan bukan sekedar diputar dari rekaman.

Walaupun mungkin bukan suatu hal yang memiliki daya tarik yang besar, namun pemenangan tuntutan Bradbury adalah sebuah tonggak yang menampar kita kembali pada makna sebuah pertunjukan musik langsung di mana spontanitas dan keindahan dari fleksibilitas dan pengalaman ‘at the moment’ diberi perhatian khusus.

Namun memang tak bisa dipungkiri bahwa musik hidup yang menjadi ladang musisi sejak ribuan tahun lalu sekarang mulai tergeser oleh rekaman-rekaman yang sebenarnya bukan musik yang sebenar-benarnya. Walau demikian masih banyak dari kita yang begitu mengelu-elukan artis yang lebih rajin menyanyi karaoke atau bahkan full lip-sync.  Pun, banyak pementasan teater, tari pun lebih menggunakan musik rekaman. Memprihatinkan bukan?

Tapi yang pasti, apabila Anda menyelenggarakan suatu acara dan menggunakan musik rekaman dan bukan musik hidup, ada baiknya Anda menuliskan hal tersebut secara gamblang. 😀

Baca di sini

Pict: http://ghanavoices.files.wordpress.com/2009/06/court20hammer5.jpg

Iklan
About mikebm (1318 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Musik Rekaman di Panggung Live Jadi Masalah

  1. nambahin, klo ga salah di negara cina, lipsync dianggap kriminal. klo di sini laen cerita, di televisi, stasiun tivi pun mendukung lipsync2 tersebut. coba aja ada acara ‘live’ musik 1-2 jam dengan 5 pengisi acara. penyelenggara pasti males nyiapin alat repot2 (apalagi yg maen band semua). meski dilaksanakan outdoor agar terkesan live, tetep aja, menurut mereka, sangat merepotkan mengurusi equipment dari banyak pengisi acara. pengisi acaranya jg lebih suka ga usah cape2. win2 situation

    lagipula bisnis model jaman sekarang lebih menguntungkan distributor ketimbang artis itu sendiri. lihat link berikut, bagian owners and creators. ada sedikit bahasan ttg musik

    http://emoglen.law.columbia.edu/my_pubs/dcm.html

  2. nah itu dia, win-win solution tanpa memperhatikan the right concept of art juga… hahaha… akhirnya seni cuma diukur sebatas duid… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: