Kabar Terkini

Dari Menteng Menilik Kapel Sistina


Cappela Victoria Jul

Mendengarkan musik gereja abad renaisans di gereja? Tentunya adalah tempat yang paling tepat. Cappella Victoria Jakarta kembali mengadakan konser di Gereja St. Theresia, salah satu gereja Katolik yang cukup tua di Jakarta, dan membawakan musik sakra abad renaisans, masa di mana musik gereja mencapai puncak kejayaannya.

Dengan tujuan menghidupkan kembali musik sakra, paduan suara yang dibentuk tahun 2005 ini mengangkat tema “Music Written for the Sistine Chapel”, sebuah tema yang cukup berbobot dengan mengetengahkan karya-karya yang besar di  kapel bersejarah, Kapel Sistine di Vatican, sambil tersentralisasi pada figur komposer besar abad XVI Palestrina.

Karya Domenico Bartolucci, seorang komposer abad XX yang berkarya di kapel Sistine mengangkat tema gregorian dengan sentuhan Palestrina modern, membuka konser malam itu. Ubi Caritas, sebuah anthem kuno ,digubah dengan gaya baru namun tetap mempertahankan ciri medievalnya. Cappella Victoria membawakan karya ini dengan detail yang menyeluruh bahkan bisa dikatakan dengan konsentrasi yang luar biasa.

Setiap bagian tergarap dengan baik serta pewarnaan yang begitu lembut dan memenuhi langit-langit gereja yang didominasi warna putih tersebut. Disiplin pun begitu tinggi dengan ketepatan ritmik yang baik namun dinamis sehingga memperkaya suasana. Diksi dan eksekusi yang seragam terdengar luarbiasa dengan produksi suara Cappella yang memang dibentuk dan dikhususkan untuk membawakan karya-karya abad XV-XVI ini.

Perlakuan yang sama pun juga terdengar pada karya Sicut Cervus Desiderat karya Giovanni Pierluigi da Palestrina yang populer, dibawakan dengan cukup menggugah. Selanjutnya penonton dibawa kembali ke karya Bartolucci O Sacrum Convivium. Dari kedua karya ini, masuklah ke dalam karya-karya besar utama yang menjadi nilai utama konser malam ini, Miserere Mei, Deus karya legendaris dari Gregorio Allegri dan Missa Papae Marcelli dari Palestrina yang mengisi penuh babak kedua.

Harus dikatakan bahwa pada lagu ketiga, yaitu O Sacrum Convivium mulai terlihat tanda-tanda kurangnya stamina para penyanyi untuk memelihara konsentrasi dan fokus. Hal ini jelas sekali terlihat pada karya Miserere Mei yang cukup panjang dan menyita energi yang tidak sedikit. Alhasil, bagian kedua cenderung anti-klimatik dibandingkan babak pertama.

Pagelaran malam itu juga mengingatkan pentingnya konsep ‘proporsi’ dalam menginterpretasi karya-karya renaisans yang cenderung disusun secara logis dan matematis tetapi tanpa menghilangkan makna keindahan itu sendiri. Proporsionalitas menjadi signifikan terutama dalam memilih pendekatan dalam karya-karya renaisans, baik dari segi tempo, alur vertikal-horizontal, penekanan disonan-konsonan, dinamika dan bahkan diksi. Variasi yang proporsional dan natural lah yang kurang tergarap kemarin sehingga kelelahan menyergap ketika memasuki bagian Credo Missa Papae Marcelli intonasi pun akhirnya terkompromikan.

Walaupun demikian, suatu komitmen yang luarbiasa muncul dari paduan suara Cappella Victoria ini untuk selalu setia menggarap musik-musik sakra dari jaman renaisans. Hanya sedikit sekali paduan suara di Jakarta yang memang mengkhususkan diri dalam interpretasi karya-karya polifonik masa keemasan musik vokal gereja. Di usianya yang baru menginjak 4 tahun, Cappella Victoria Jakarta tentu memiliki banyak kesempatan untuk terus menempa diri dan berkembang, terlebih di tengah jarangnya paduan suara lain yang memiliki dedikasi dan panggilan yang serupa.

Iklan
About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

4 Comments on Dari Menteng Menilik Kapel Sistina

  1. Terima kasih atas kehadirannya & kesediannya untuk memberikan masukan atas konser ini.
    Kami akan menantikan kehadiran Anda di konser berikutnya.

    ^_^

  2. terimakasih kembali… konser selanjutnya ditunggu ya…

  3. Dorothea Wi2n // 13 Oktober 2009 pukul 2:14 pm //

    Datang ya.., tgl 7 november…, dan berikan masukkan lagi.., trims.

  4. bolehkah kami meminta contact person/number untuk capella victoria? terima kasih [email protected]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: