Kabar Terkini

Artis dan atau Seniman


~renungan seputar Mbah Surip

mbah surip

Di puncak ketenaran yang baru saja dicicipinya, Urip Rijanto harus bersegera dipanggil oleh Yang Kuasa. Memang seringkali kenyataan berbicara lain. Kali ini yang ingin disoroti bukanlah musikalitas ataupun karya-karya Mbah Surip, tetapi lebih kepada pandangan masyarakat akan seni dan kesenimanan yang tercermin pada kegaduhan publik pada sosok musisi ini.

Mengamati media beberapa waktu ini, hampir tidak terdengar mereka yang menyayangkan kepergian si Mbah karena masih menantikan karya-karyanya selanjutnya, ataupun mereka yang memuji-muji kualitas musik yang dihasilkannya. Namun hampir semua menyayangkan bahwa ia belum sempat merasakan manis perjuangannya untuk hidup ‘nyeni’.

Harus kita akui, dunia seni musik bukanlah dunia yang ramah terhadap semua orang. Terkadang sebegitu kejamnya sehingga mereka yang merintis musik di jalan pun hampir pasti gagal menembus belantika industri musik kita.

Kata ‘artis’ pun sudah mengalami pergeseran makna. Artis, termasuk yang bergerak dalam musik, sudah memiliki arti yang berbeda dengan seniman. Mereka yang mengklaim diri sebagai artis lebih identik dengan kelimpahan dibandingkan idealisme dalam berkesenian dan hidup.

Mungkin di sinilah peran yang sebenarnya dari Mbah Surip. Musiknya memang menghibur banyak orang, tetapi yang  lebih hebat mungkin bukan itu. Tetapi lebih kepada kehidupan pria ini yang menjadi testimoni hidup berkesenian.

Dengan jelas sepak terjangnya mengubah paradigma ‘seniman urakan tidak akan bisa menembus pasar musik kita’. Ia yang tumbuh dalam dunia ‘musik kaum marjinal’ ternyata bisa melenggang di pasar musik kita yang masih terus mencari jati diri.

Olehnya kita dibuat berpikir kembali, artis yang mampu menembus industri musik kita ternyata tidak harus berwajah cantik dan tampan, langsing, berkulit mulus, atau bergaya menggoda, atau bahkan bermain alat musik di atas rata -rata atau menyanyi dengan merdu. Tapi mungkin memang hal-hal di atas bukanlah yang paling penting dalam berseni.

Memenuhi panggilan hidup, walau mungkin nyeleneh bagi kebanyakan orang, adalah hal yang paling esensial.  Dan dalam konsistensi memenuhi panggilan itu, si seniman berproses untuk menemukan keunikannya sendiri. Mungkin itulah makna ke-artis-an yang harus kembali disimak oleh kebanyakan orang.

Kepergian Mbah Surip memang disayangkan. Tapi sepertinya Urip Rijanto telah menemukan keunikannya sendiri, dan karenanya kita bisa memaknai peristiwa ini dengan berbeda. Karena peristiwa ini, bagi industri musik Indonesia, adalah titik temu kembali kata ‘artis’ dengan hakikat berseni.

 

Iklan
About mikebm (1318 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Artis dan atau Seniman

  1. Ok, that’s a good start however i’ll have to check into that a little bit more. Will show you what more there is.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: