Kabar Terkini

Betapa Indahnya Sinergi


Cappella Amadeus Tubingen Kammerorchester BMS

Bukan peristiwa yang sering terjadi di mana orkestra menjadi sebuah ajang dialog yang menawan antara Indonesia dan Jerman. Beberapa negara telah mengalami efek mujarab dari orkes yang menyatukan, salah satunya adalah West-Eastern Divan Orchestra yang menggabungkan para musisi muda dari 2 negara konflik di Timur Tengah, yakni Israel dan Palestina. Namun untuk Indonesia kolaborasi seperti ini sangat jarang didapati.

Goethe Institut kali ini mendatangkan Tübingen Kammerorchest sebagai duta budaya ke Jakarta dan berkolaborasi dengan Cappella Amadeus, salah satu orkes gesek berkualitas di Jakarta. Dan dari konser kemarin di Usmar Ismail Hall, hasilnya memang luar biasa.

Dengan mengusung tema Classical Anniversaries, orkes yang dipimpin oleh konduktor asal Islandia Gudni Emilsson membawakan Divertimento dalam F mayor KV 138 karya Mozart. Karya ini kemudian dilanjutkan dengan Violin Concerto dari Mendelssohn dalam D minor dengan solis biola yang juga adalah concertmistress, Julia Galic.

Di babak pertama ini orkestra gesek beranggotakan hampir 40 orang ini menunjukkan kelasnya, bermain dengan penuh kejernihan dan vitalitas. Proyeksi sonoritas yang mantap disertai dengan sensitivitas tinggi menjadi senjata 2 orkes yang hanya sempat berlatih bersama selama 3 hari ini. Penggarapan pun terasa begitu mendetail namun tetap terasa alami. Suara orkes besutan Emilsson ini bisa dikatakan yang terbaik yang disaksikan penulis selama setahun terakhir ini.

Cappella Amadeus Tubingen Kammerorchester

Julia Galic menjadi bintang malam itu. Violin Concerto Mendelssohn dengan jelas menguji penguasaan pemainnya. Namun Julia nampak dengan tenang melibas semuanya dengan elegan. Pebiola asal Tübingen ini bermain dengan kaya warna membuat setiap nada begitu bermakna. Presisi tinggi disertai dengan musikalitas yang matang benar-benar menghidupkan konserto ini.

Babak kedua giliran Dixit Dominus, sebuah cantata 8 bagian karya Handel, yang menjadi sajian. Kali ini orkes gabungan ini diperkuat oleh barisan paduan suara Batavia Madrigal Singers, sebuah paduan suara yang selama satu dekade ini berkarya terus di tanah air.

Tingkat kesulitan karya pun juga begitu tinggi sehingga sangat sulit untuk dapat mengeksekusi keseluruhan bagian dengan cemerlang, namun BMS membuktikan diri sebagai paduan suara garda depan di Indonesia.  Kesatuan suara terjaga.Eksekusi setiap bagian dari cantata ini terasa jelas dengan konsentrasi yang begitu tinggi dari setiap anggotanya. Soli Christine Tobing, Fitri Muliati, Dosma Purba, Arvin Zeinullah dan Reinier Reviero juga melakukan tanggung jawab masing-masing dengan cukup memuaskan.

Walau demikian relaksasi sebagai salah satu elemen musik selain tensi tinggi yang tampaknya kurang tergarap dari BMS malam itu sehingga sempat karya ini terkesan melelahkan, mungkin karena memang secara teknis karya ini memang begitu berat sehingga hampir seluruh penonton maklum.

Konser pun lantas ditutup dengan lagu Burung Kakatua untuk orkestra gesek dengan irama tango yang begitu kental, sebagai apresiasi terhadap sambutan penonton yang begitu meriah.

Secara umum konser ini mengusung kualitas yang tinggi, suatu pemandangan yang tidak setiap waktu bisa ditemukan di Jakarta. Selain itu, kita dapat melihat dengan nyata bukti bahwa musik mampu menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada, suatu hal yang kita harapkan dapat lebih sering terjadi di sekitar kita. Begitu indahnya!

Cappella Amadeus Tubingen Kammerorchester2

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

6 Comments on Betapa Indahnya Sinergi

  1. ada orkes gesek apalagi di Indonesia selain Capella Amadeus?
    irama di burung kakatua RUMBA bukan TANGO!!!!!!
    harap hati hati sebelum menulis……….

  2. saya tidak ingin mengecilkan orkes-orkes gesek lain yang pastinya ada seperti di gereja-gereja atau pun kelompok amatir lain yang mungkin memang secara kualitas tidak sebaik Capella Amadeus… maka dari itu saya katakan salah satu. Apabila saya tulis satu-satunya, nanti bisa menyebabkan kemarahan beberapa pihak.

    Terimakasih atas masukannya. Untuk burung kakatua saya baru saja mengadakan penelitian lebih dalam. Untuk garis bas memang sangat terkenal dengan pola ritme rumba. Akan tetapi tango pun tidak sepenuhnya salah, terutama apabila kita merujuk pada tango milonga yang juga kuat dengan unsur 3+3+2, sama seperti bass line pada rumba. memang biasanya tango terdengar dgn pola 3+1+2+2, namun penggunaan busur sehingga jadi 3+3+2 pun tidak mustahil. http://www.nytutoring.com/libertango/articles/Tango_Milonga.html
    Ketika mendengar karya ini saya langsung teringat pada Piazzolla yang memang banyak bereksplorasi dengan Tango Milonga.

    Lama sekali tidak mendengar dari anda sdr. ken agms, terakhir melihat tulisan anda juga ketika cappella amadeus konser mendelssohn apabila saya tidak salah ingat… apa kabar?

  3. coba dengar baik baik antara rumba kakatua danMilonga Piazzola.
    Mudah2an anda bisa menangkap bedanya! kalau perlu pinjam score dari orkes gesek Amadeus.
    Saya hanya tertarik dgn orkes gesek yg ada di indonesia, krn itu saya mau tahu apakah ada orkes gesek lain selain Capella < yg sering mengadakan konser.

    Kabar saya baik2,terima kasih.

  4. dari pada bingung, saya cuma mau bilang memang betul, burung kakak tua kami itu iramanya rumba. tertulis di partiturnya.
    saya salah satu anggota orkes amadeus yang malam itu juga ikut konser. thx.

  5. OK terimakasih Indigo….

  6. are electronic cigarettes safe Betapa Indahnya Sinergi | A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: