Kabar Terkini

Menjadi Amatir


~terinspirasi dari sini dan sini

Menjadi seniman profesional selalu menjadi bayangan dan impian yang begitu mengundang. Tapi dari sekian banyak mereka yang terjun ke dunia profesional hanya sedikit yang mampu tetap mempertahankan suatu kualitas dunia amatir. Pasti kita banyak bertanya-tanya, kualitas apa itu yang sampai-sampai seorang profesional saja sulit untuk merawatnya?

Kita ketahui dengan pasti, menjadi seorang profesional di bidangnya berarti mendevosikan waktu yang mereka miliki dalam bidang yang mereka pilih. Dan hal yang sama juga berlaku bagi para musisi. Mereka yang memilih untuk terjun secara profesional ke dunia musik mendevosikan waktu mereka demi musik.

Dengan memilih terjun ke bidang tersebut berarti mereka membuka kesempatan yang besar untuk berkembang. Adalah harga mati bahwa mereka yang memenuhi hidup mereka dengan bidang yang mereka pilih, cepat ataupun lambat, akan berkembang. Pengalaman sebagai guru yang baik tidak pernah mengkhianati profesional-profesional ini. Senang tidak senang, perkembangan profesional akan lebih signifikan dari mereka yang memilih untuk tidak terjun secara total ke bidang tersebut.

Berkutat setiap hari dalam musik jelas akan mempertajam kemampuan dan insting seseorang dalam bermusik. Semakin lama jam terbang mereka semakin mereka terbiasa dan semakin mereka paham akan dunia tersebut. Problem solving musikal pun menjadi semakin mudah. Dan tentu saja hukum ini tidak hanya berlaku di dunia musik saja bukan?

Tapi dari keseharian dan rutinitas ini ada satu hal yang selalu kurang bagi profesional dan malahan banyak ditemui di dunia amatir. Dan hal itu adalah antusiasme.

Betul sekali, antusiasme. Seiring dengan semakin banyaknya waktu yang diluangkan untuk suatu hal dan semakin hal itu menjadi suatu rutinitas, antusiasme akan semakin berkurang. Inilah yang menjadi titik lemah banyak profesional, termasuk para musisi. Bukan berarti mereka yang bekerja di bidang yang mereka sukai tidak bisa memasuki fase rutinitas. Tentu saja mereka bisa dan inilah yang menjadi musuh bersama.

Ketika seseorang mulai bekerja hanya sebagai sebuah bentuk rutinitas, antusiasmelah yang pertama hilang. Dan hilangnya antusiasme jelas akan berpengaruh pada proses kreatif itu sendiri, sebuah harga yang mahal bagi perkerja seni.

Ajaibnya antusiasme yang tinggi umumnya justru ditemui pada amatir-amatir serius. Mereka yang memilih untuk tidak terjun total tapi dengan setia menyisihkan waktu untuk hobi serius mereka malah kebanyakan memiliki antusiasme yang tinggi. Kadang hobi inilah yang sebenarnya ditunggu-tunggu sepanjang hari.

Inilah yang jadi nilai tambah bagi para amatir yang belum tentu dimiliki oleh para profesional. Kadang kala inilah yang menjadi nilai tambah mengapa banyak profesional yang memilih untuk bekerja sama dengan amatir. Mereka lebih antusias.

Inilah tantangan bagi profesional, untuk terus menggarap antusiasme mereka. Karena sebenarnya antusiasme pun juga salah satu bagian dari profesionalisme. Berat? Tentu saja, Anda profesional bukan?

nyphil trombones

Pictures:

http://davesoldier.com/photos/SoldierStringQuartet2.jpg

http://www.theatlantic.com/ae/99feb/images/nyphilbg.jpg

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Menjadi Amatir

  1. tuba ketjilll dan lutjuuuu *V(^@^)V* // 15 September 2009 pukul 1:14 pm //

    Miiikeee…!!! Ngena abisss!!! Artikel yg mantaps! ^^
    Semakin membuat yakin utk menjadi musisi amatiran dgn kualitas profesional huehuehuehuhue :p

  2. ini salah satu tulisan terkuat yang pernah gw baca dari lo🙂
    terima kasih banyak Mike!

  3. Sialan, saya kena tampar juga :D…, terima kasih buaaanyaaak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: