Kabar Terkini

Mengulas untuk Mampu Membicarakan


Mengulas musik memang seringkali menjadi momok, terutama di Indonesia. Mengulas musik seakan hanya membanjiri seseorang dengan kritik tanpa melihat hal yang baik. Lucu? Tapi memang demikian adanya apabila kita berada di masyarakat yang tabu berdiskusi secara terbuka. Bahkan seakan-akan begitu parahnya sampai ada anggapan bahwa membicarakan di belakang lebih lumrah daripada membicarakannya di depan sebuah forum terbuka.

Greg Sandow, seorang penulis musik dan dosen, mengemukakan hal yang menarik tentang kelas Kritik Musik yang ia ajarkan di Julliard School. Menarik karena ia tidak menekankan soal belajar mengulas musik walaupun ia akui bisa jadi suatu materi yang menarik.

how they often feel they don’t have the words to describe something about a piece or a performance, especially if it involves emotional subtleties, or is in an idiom they’re not familiar with.

Tetapi menarik ia menyampaikan bahwa tujuan utama kuliah ini adalah untuk melatih para musisi untuk mampu berbicara tentang musik, bagaimana berkata-kata dan menggunakan bahasa yang tepat untuk menggambarkan musik yang kita dengarkan.  Tidak harus menulis indah seperti sastra ujarnya, tapi paling tidak musisi tidak lagi bingung atau kesulitan untuk membicarakan musik yang ia dengar.

Kalau kita ingat-ingat kembali, seberapa sering kita ditanya bagaimana musik si musisi A? Atau bagaimana kesan kita akan permainan seseorang ataupun musik dalam album yang baru kita beli? Pertanyaan ini seringkali membuat kita terbata-bata dalam menjawab.

Ia juga menyebutkan perasaan subjektif pun akhirnya juga berperan dalam proses menulis musik. Namun adalah penting mengaitkan objektivitas dengan persepsi perasaan si pendengar ketika mendengar musik tersebut. Ia pun juga tidak menafikkan adanya perbedaan dalam berpendapat, dan menurutnya adalah hal yang lumrah. Yang pasti kita harus mampu mengungkapkan apa yang kita rasakan sehingga orang lain mengerti.

They may or may not agree with you, but at least they know what you reacted to, what it was about the music that you liked, or didn’t like, or felt ambivalent about.

Menarik bukan? Apabila anda ingin tahu lebih lanjut bagaimana Sandow yang juga adalah penggerak artsjournal.com, sebuah media online yang menjadi agregator banyak berita seni duni, mengajar di kelasnya? Ini tulisan lengkapnya.

Pic: http://investing-school.com/wp-content/uploads/2008/11/write-for-us.jpg

About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: