Kabar Terkini

Musik Positif Untuk Orang Positif


~setelah artikel ini

Seberapa seringkah Anda menulis karya yang membawa pesan-pesan positif? Atau mungkin pertanyaan yang lebih mudah dijawab adalah kapan terakhir Anda menulis karya yang sarat pesan-pesan moral?

Sebab ternyata musik memiliki efek yang kuat pada perilaku manusia terbukti pada penelitian Dr Tobias Greitemeyer dari University of Sussex, termasuk memiliki pengaruh pada perilaku baik dan buruknya. Ternyata lagu-lagu dengan pesan positif akan mengembangkan rasa pendengarnya dan mendorong pendengar untuk bertingkah laku sesuai dengan lirik lagu yang didengarnya. Lalu kita bertanya, bagaimana dengan musik instrumental?

Namun sering kali kita menemukan bahwa komposer instrumental secara khusus berada di menara gading. Bukan karena ketenarannya, tapi seakan merekalah yang mengusung seni musik serius jauh di atas para penggubah lagu-lagu. Namun nyatanya apakah efeknya bisa sesegera musik-musik berlirik? Memang belum ada penelitian yang mengarah ke sana.

Nyatanya memang musik instrumental lebih sulit untuk dicerna karena memang menuturkan pesan dalam bentuk yang lebih mendasar, nada tanpa kata. Dan harus diakui bahwa nada tanpa kata bukanlah hal yang sederhana untuk dipahami. Pendengar harus meresapi nada-nada tersebut dan membiarkan imajinasi mendasar mereka untuk bermain. Maka dari itu cukup sulit untuk serta-merta mencerna pesan dalam musik instrumental, apalagi arti pesan itu positif ataupun negatif.

Maka dari itu sebenarnya komposer instrumental janganlah merasa bahwa dirinya berada di puncak artistik. Berhati-hatilah untuk tidak terjebak dalam mimpi bahwa musik instrumental pasti memberikan pesan dan dampak positif bagi pendengarnya. Itu adalah kesimpulan yang terlalu cepat diambil, terlebih setelah Mozart Effect menjamur di mana-mana.

Yang perlu diingat adalah seni selain berdiri untuk dirinya sendiri, juga berdiri untuk para penikmatnya. Berdiri bukan berarti menjual, tetapi bahwa musik tersebut juga harus memberikan efek positif bagi pendengarnya. Dan harus diakui lebih sulit mencerna musik instrumental yang diklaim ‘positif’ dibanding dengan musik berlirik positif .

Jadi kapan kita mendengar musik dengan lirik-lirik positif? Mari kita tunggu….

Picts:

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

5 Comments on Musik Positif Untuk Orang Positif

  1. D’masiv: jangan menyerah.. jangen menyerah.. jangan menyerah.. jangen menyerah..
    Hehe..

  2. ketauan copy paste..

  3. copas gimana brur?

  4. Wah, akhirnya tulisan pertama di tahun baru ini!
    Met taon baru yah Mike. Setelah telah lama dinantikan akhirnya kau menulis lagi.

    Hm, untuk musik instrumental, gw rasa semua akan memiliki efek, serupa Efek Mozart itu. Di satu sisi, Efek Mozart hanyalah strategi dagang para produsen dan produser album-album klasik tertentu untuk mendongkrak penjualan mereka, di sisi lain, sesungguhnya bila kita membiasakan diri untuk mendengarkan dan menganalisa hubungan antar bagian, antar instrumen dan antar karya dari musik-musik instrumental, apapun jenis musiknya, maka kita akan terbiasa pula untuk menggunakan indera pendengaran dan kemampuan analisa otak kita. Dengan demikian, dengan sendirinya suatu karya yang dibangun dengan perencanaan yang baik akan mampu memberikan efek yang baik pula bagi pendengarnya. Tinggal masalahnya adalah bagaimana membangun publik pendengar yang mau membiasakan diri untuk minimal bersedia mendengarkan, bukan hanya mendengar.

    Pada akhirnya seluruh masalah yang ada di dunia ini adalah hanya karena manusia lebih suka berbicara daripada mendengarkan, bukan?

    Wah, kayanya perlu gw jadiin catatan khusus nih di Facebook, hehe. Makasi buat tulisan lo yang memicu ini Mike!

  5. kembali bung andreas… ditunggu tulisannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: