Kabar Terkini

Cantamus Mengangkat Perbedaan


Hari Jumat (26/2), Goethe Haus kembali kedatangan sebuah pertunjukan konser paduan suara. Kali ini paduan suara Cantamus Dei yang menjadi bintang di panggung profesional ini.

Paduan suara ini sendiri berasal dari sebuah gereja di bilangan Jakarta Barat dan diawaki oleh anggota-anggota jemaat muda di daerah Kedoya. Konser ini sendiri bertajuk Theefferences yang merujuk pada konsep konser malam itu yang mengambil karya-karya sakral dan juga musik-musik daerah.

Konser pun berlangsung dengan cukup meriah, penuh warna dan kejutan-kejutan terutama di bagian kedua ketika paduan suara membawakan lagu-lagu daerah. Cantemus Dei yang dipimpin oleh Nita Pambudi pun terlihat cukup siap dan percaya diri ketika membawakan karya-karya yang mereka pilih, bukti bahwa paduan suara yang telah berusia 6 tahun ini telah mempersiapkan diri secara matang. Pun, Goethe Haus penuh dengan penonton.

Karya-karya yang dipilih pun cukup menarik mencakup musik gereja dari berbagai era. Namun dari segi musik, di konser kedua ini nampaknya memang teknik anggota masih membatasi penampilan. Musik pun menjadi terbatas terutama dalam penggalian maknanya dikarenakan keterbatasan kemampuan mereka untuk mengoptimalkan modal suara yang mereka miliki.

Seringkali terlihat beberapa anggota mengerti secara musikal suara seperti apa yang harus mereka keluarkan, namun sayangnya belum dapat mereka produksi secara akurat sehingga terkadang menghambat penyampaian interpretasi, terutama pada karya-karya sakra yang dibawakan.

Sedang lagu-lagu daerah dikemas dengan menarik diperlengkapi dengan koreografi gerak anggota paduan suara. Pun kostum pun dikemas dengan menarik penuh warna. Intonasi juga tidak menjadi suatu isu yang besar di kategori ini. Disiplin penyanyi cukup terjaga walaupun sempat terdengar kehilangan arah kalimat di beberapa tempat. Malam ini, paduan suara juga mengetengahkan beberapa instrumentalis, salah satunya Dionisius Clyde dan Sebastian Aliwarga.

Tapi tentunya harus kita beri acungan jempol bahwa ada paduan suara muda berbasis gereja yang berani untuk tampil di luar, terlebih di sebuah pentas profesional. Meskipun demikian memang butuh waktu untuk bisa berkembang lebih jauh karena paduan suara adalah komunitas yang dinamis yang harus terus dipacu untuk berkembang. Dan tentunya tidak bisa satu dua malam saja.

Photos: from Adriani Pambudi FB page

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

4 Comments on Cantamus Mengangkat Perbedaan

  1. nitamusik // 2 Maret 2010 pukul 6:20 pm //

    Mike.. thanks buat pujian dan masukannya.. kita memang lagi terus belajar supaya semakin baik.. yang bikin kita eksis tuh semangat dan energinya anak2 Cantamus Dei.. gw aj kadang jatuh dan bangun lagi karena mereka..

    doakan kami ya, supaya makin ok dalam memuji dan memuliakan Tuhan.. plus bisa bikin yang lebih mantab!! ntar loe dateng lagi ya, kasih masukan2 terus untuk perkembangan paduan suara di Indonesia.. ^_^

    God bless

  2. Mike…. u kmaren duduk dimna??? ga smpet ketemu kita… hehe… thx ya dah dateng..

    Thx ya mike buat masukannya… n also pujiannya…. bener kata nita, sampai skarang kita terus blajar dan blajar… dengan anggota2 yang juga silih berganti, kluar yang lama, masuk yang baru… tapi Cantamus mempunyai visi dan misi serta tujuan satu, yaitu SING 4 JESUS…!!!

    Smoga dgn adanya masukan2 dari pihak luar, Cantamus bisa lebih baik dan baik lagi ke depannya… amiiiiinnnn bisa bikin konser yang lebih menarik lagi…

    sukses juga buat loe, conductor muda berbakat kita… ^^

  3. @nita: Terimakasih nit, sukses selalu ya…
    @nn: duduk di barisan pertama setelah tangga… paling pewe soalnya di sana. Semangat terus ya dalam bernyanyi!

  4. Dionisius Yudhi // 15 Maret 2011 pukul 9:39 am //

    Bravo Cantamus Dei. Jarang lihat di Gereja lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: