Kabar Terkini

Tembus Penalaan Modern


Menemukan sebuah modus baru yang menyusun sebuah tangga nada musik adalah sebuah karya yang tidak sederhana. Bukan saja dari segi kreativitas yang tinggi ketika mencipa sebuah tangga nada baru, ataupun nada-nada baru.

Namun memang lebih sulit lagi apabila kita mencoba mengimplementasikan sebuah sistem nada yang sama sekali baru seperti yang dilakukan Bohlen-Pierce, 43-tone scale dan lain sebagainya. Kesulitan yang terjadi mungkin lebih besar dibanding apabila kita menggunakan sistem 12 nada yang biasa kita gunakan.

Inilah mengapa lebih cepat khalayak mengadopsi musik elektronik dibanding musik dengan sistem penalaan baru ini, alasan yang utama adalah tidak mudah untuk membuat ataupun merancang alat musik yang mampu mengakomodasi penalaan itu. Apabila alat musik saja sudah sulit apalagi memainkannya, terlebih karena bunyinya yang tidak biasa yang tentunya menyulitkan. Dan lebih sulit lagi untuk alat-alat musik yang sudah terbiasa dengan pitch tertentu ataupun bagi penyanyi.

Itulah mengapa banyak ide-ide musik seperti ini membutuhkan alat musik khusus dan tidak dapat dinyanyikan. Karenanya juga sedikitlah musik-musik yang disusun berdasarkan metode seperti ini. Alat musik sulit ditemukan karena harus direkayasa dan dipesan secara khusus, tentunya akan membatasi eksplorasi terhadap berbagai jenis musik ini. Kalaupun sudah direkayasa, belum tentu bisa diproduksi secara masal.

Akhirnya memang banyak ide-ide penalaan akhirnya cuman menjadi sebatas wacana di lapangan, terutama karena musik yang dibuat berdasarkan sistem tersebut sedikit dan juga sedikit pemain-pemain yang mampu juga mau untuk memainkan karya-karya ini. Terutama apabila harus memakai sebuah alat musik khusus yang diperuntukkan untuk penalaan ini, akses musisi terhadap musik ini juga terbatas apalagi akses pendengar.

Memang pada akhirnya musik harus berada di antara para pendengar dan pemusiknya. Musik tidak bisa hanya berupa teori-teori mengenai bunyi yang teronggok begitu saja di ujung perpustakaan. Dan tentu saja eksplorasi untuk bunyi dan titinada baru harus terus dilakukan dan digali. Dan sampai kapan pada akhirnya musik ini menjadi suatu modus baru yang populer untuk dimainkan, hanya waktu yang mampu menjawabnya

http://joi.org/blog/uploads/music_scale.thumbnail.jpg

Iklan
About mikebm (1262 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Tembus Penalaan Modern

  1. hmm..padahal nada2 di luar penalaan 12 nada itu uda banyak digunakan oleh budaya-budaya di luar tradisi klasik Eropa loh, tapi kenapa seakan tergerus dan ada kesan harus menyesuaikan diri dgn 12 nada supaya bisa diakui yah? pada kurang pede nih, aneh berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: