Kabar Terkini

Camerata Vocale, Ekspresif di Titik Perdana


Satu lagi sebuah paduan suara meluncurkan pementasan peran perdananya di Jakarta. Kali ini, Camerata Vocale Jakarta pimpinan Budi Utomo Prabowo menggelar konser perdananya di Goethe Haus Jakarta.

Sesuai dengan judulnya – “Transkripsi” – Camerata membawakan banyak karya-karya transkripsi untuk paduan suara. Banyak di antaranya merupakan karya-karya untuk solo vokal dan iringan ataupun instrumen yang kemudian digubah untuk paduan suara, sebuah ide yang jarang sekali ditemukan dalam repertoire paduan suara di Indonesia.

Di babak pertama, Camerata yang dominan berkostum hitam membawakan berbagai karya dari Schumann, Schubert, Dvorak dan Puccini. Semuanya ditranskripsi oleh Gottwald, kecuali karya Dvorak yang ditulis kembali oleh Janacek. Namun dari semuanya memang karya Dvorak menjadi fokus pada babak tersebut. Penyanyi membawakan dengan begitu lepas dan nyaman. Pun rentang dinamika yang lebar tidak membatasi ataupun merusak keseluruhan karya, menjadikan karya ini begitu ekspresif dan juga mengena.

Di bagian kedua, terlihat bahwa Camerata Vocale lebih terfokus. Alhasil musik tersampaikan dengan cukup natural dan pendengar pun lebih tersedot oleh penampilan paduan suara yang lahir tepat setahun yang lalu ini. Kemandirian para awak Camerata pun terlihat pada bagian kedua konser ini yang mengetengahkan karya-karya Debussy, Mahler dan Barber. Schumann dan Barber kebetulan dirayakan hari jadinya di tahun 2010 ini.

Kemandirian ini tampak pada penguasaan musik paduan suara yang teraransemen sampai dengan 16 suara dengan masing-masing memperhatikan jalurnya namun berusaha untuk tetap menyanyi secara musikal dan mengena. Pun pada bagian kedua ini walau sebenarnya karya-karyanya lebih berat namun sama sekali tidak terasa di telinga penonton, menopang musik sampai dengan penghabisan, terbina dengan baik.

Harus diakui, Camerata Vocale merupakan salah satu paduan suara dengan range dinamika yang sangat luas sehingga memungkinkan mereka untuk menjelajah kesunyian sampai dengan gelegar musik yang membahana. Bahkan Goethe Haus yang berkapasitas 300 orang ini hampir tidak mampu menampung besarnya volume suara ini.

Namun deri segi kemandirian, kadang malah menjadi buah simalakama, terutama apabila anggota paduan suara tidak begitu merasa aman dengan karya yang sedang dibawakan. Harus diakui di beberapa tempat nampak bahwa paduan suara belum teresap masuk dalam musik, sehingga para penyanyi yang matang ini masuk ke dalam mode ‘autopilot’. Ya, sebuah keadaan di mana penyanyi menyanyikan nada dan dinamika yang benar dan sesuai namun tidak teresapi makna dan keindahannya. Pun, kontrol dan kedisiplinan juga menjadi kunci utama apalagi dengan karya yang berlapis-lapis aransemen suara.

Sebuah konser perdana selalu menjadi pijakan pertama sebuah paduan suara, sebuah titik awal. Dan di titik awal ini Camerata Vocale sudah menempatkan diri di jajaran depan paduan suara di Jakarta. Jadi untuk ke depannya, kita bisa berharap paduan suara ini bisa menggebrak lebih jauh ke depan.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Camerata Vocale, Ekspresif di Titik Perdana

  1. thanks Mike. Tauk aja lu.

  2. thisismerere // 16 Maret 2010 pukul 10:28 pm //

    Ada beberapa bagian yang aku rasa kurang rapih ketika mereka nyanyiinnya.. terutama tenor .. dunno.. apa mungkin gue salah denger, or memang tingkat kesulitan lagu yang sulit dinyanyikan..
    bagian kedua iya kayanya lagu2nya lebih berat, walopun gue jg ga ngerti ya klasik2an gitu.. hehehe..
    trus aku suka sekali altonya, cantik2 suaranya.. haha ada sih beberapa yang terdengar aga menonjol tp hanya di bagian2 kecil aja kok, selebihnya indah2…

    but overall, menurutku konser kemarin itu oke banget..yah,ga diragukan klo Camerata Vocale itu paduan suara yang ‘dewasa’ pdhl usianya baru setahun..🙂
    semoga berikut2nya lebih baik lagi de :p

  3. reinylehmann // 30 Maret 2010 pukul 2:44 pm //

    thx for the review, mike🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: