Kabar Terkini

Tangga Lagu Musik Klasik, Untuk Apa?


~ setelah membaca TelegraphSaya adalah penggemar BBC Radio 3. Ya, adalah menyenangkan bisa mendengar beragam musik di radio tersebut, musik yang menurut beberapa orang disebut musik sastra. Jika Anda tertarik silakan klik link ini dan dengarkan via internet.

Tapi jujur saja setelah mendengar ide stasium radio asal Inggris ini ingin membuat sebuah acara baru untuk musik klasik saya agak kaget. Acara tersebut adalah Classical Top 20, atau tangga lagu musik klasik yang ditentukan dengan penjualan CD dan download.

Kalau Anda dan saya melihat lebih jauh sungguh aneh keputusan BBC untuk menyelenggarakan acara ini. Memang musik klasik adalah musik yang juga organik, yang terus berkembang dan setiap waktu pasti ada saja musik-musik baru yang diciptakan untuk jenis musik ini. Musik klasik bukanlah musik yang mati tanpa karya baru, nyatanya karya baru terus saja bermunculan.

Tapi jika kita tilik lebih jauh, apalah guna Classical Top 20 ini? Musik klasik bukanlah musik yang begitu dinamis dan mudah bergerak dalam tangga popularitas. Musik baru tidak mudah menanjak dalam tangga lagu ini, walaupun musik tersebut ditulis oleh komposer yang dianggap besar jaman sekarang. Bisa dikatakan Top 10 dalam musik klasik tidak akan banyak berubah, bahkan dalam jangka waktu 1 tahun, jangka waktu yang sangat lama untuk musik rock dan pop.

Untuk tangga lagu musik pop dan rock, musik yang berusia lebih dari 10 bulan dan tetap bertahan di tangga lagu adalah suatu hal yang sudah sangat luar biasa. Tapi apa jadinya di musik klasik? Toh secara pribadi penulis yakin bahwa untuk tangga lagu ini, pun ada musik-musik yang telah terkenal dan terus bertahan selama 2-3 abad. Dan jujur saja musik yang diciptakan 10 tahun yang lalu pun dan cukup populer pun belum tentu bisa menyusup ke dalam musik yang sudah berusia 2-3 tahun ini.

Sesungguhnya yang didapat dari kebanyakan acara tangga lagu adalah ketegangan untuk melihat apakah lagu yang saya favoritkan juga menjadi favorit bersama. Ada rasa kebersamaan dan konformisasi di sana. Tapi ketika masuk musik klasik, ketegangan itu bisa jadi sangat minim atau bahkan tidak ada, toh di tangga lagu karya-karya yang ada cenderung statis dan tidak banyak bergeser. Apalah artinya apabila acara itu diadakan seminggu sekali seperti yang direncanakan BBC?

Musik klasik sesungguhnya masih cukup sehat tapi memang tidak semenggeliat itu. Di kalangan penggemar musik pop sekalipun saat ini tangga lagu bukanlah acara musik yang ditunggu-tunggu seperti 2 dekade yang lalu. Jadi, daripada sulit-sulit menggarap acara yang kurang tepat sasaran seperti ini, bukankah lebih baik menyediakan slot waktu ini untuk memperkenalkan musik-musik baru yang segar dan memperkaya pendengarnya?

pict:

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Tangga Lagu Musik Klasik, Untuk Apa?

  1. hehe apakah BBC bermaksud untuk mendongkrak popularitas musik klasik?, jadi secara tidak langsung masyarakat didesak halus untuk mendengarkan lagu klasik sebanyak mungkin…😀

  2. Paulus Primananta // 10 Mei 2010 pukul 12:11 pm //

    Percayalah….apabila acara ini jadi diselenggarakan dan dengan tolok ukur penjualan CD/download lagu/serta berapa lama diputar di stasiun radio maka sebagai juara bertahan bisa dipastikan Johann Sebastian Bach karena lagu-lagu Bach banyak yang dibuat ke dalam genre ‘di luar’ klasik, yaitu pop latin dan jazz. Positifnya akan lebih banyak masyarakat mengenal musik klasik…;D

1 Trackback / Pingback

  1. Tangga Lagu Musik Klasik, Untuk Apa? « A Musical Promenade - Lagu MP3, Video Clip, Lyric, Cord

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: