Kabar Terkini

Sebuah Kemenangan dari Twilite Youth


Mempertahankan sebuah orkes remaja bukanlah suatu perkara yang mudah. Butuh dedikasi yang tinggi dan kerja keras yang mendalam, dan secara khusus kecintaan terhadap musik.

Mungkin inilah yang menjadi ‘Kemenangan’ bagi Twilite Youth Orchestra yang telah setia mengabdi selama 5 tahun ini di Sabtu-Minggu pertama bulan Mei ini. Masih segar di ingatan penulis, salah satu konser perdana TYO di Agustus 2005, begitu bersemangat dan kompak.

Adalah karya komponis senior Indonesia Trisutji Kamal dengan judul ‘Kemenangan’ yang menjadi sorotan kala itu. Simfoni puitik satu bagian ini, menandakan ke-Indonesia-an yang begitu kental dengan sinkopisasi, bunyi-bunyi perkusi dan pentatonik. Khusyuk, megah sekaligus riang menjadi ciri utama karya Kemenangan ini, sebuah ciri yang identik dengan gaya hidup orang Indonesia. Dan TYO dengan sukses mengangkat kembali secara alami karya yang ditulis sekitar 30 tahun yang lalu ini.

Di babak kedua, giliran karya Simfoni no.2 dari Alexander Borodin. Di konser umumnya yang ke-9 ini, TYO mengetengahkan karya Rusia yang begitu energik. Diawali dengan 2 bagian yang dinamis, TYO secara umum membawakan dengan interpretasi yang cukup mendetail. Setiap kalimat terangkai dengan cukup baik dengan kesinambungan yang terjaga. Namun gambaran karya simfoni secara utuh memang belum terlihat sepenuhnya, mungkin karena kontrol tempo yang belum 100%.

Justru karya pembuka konser yang dipimpin kali ini oleh konduktor Tommy Prabowo merupakan karya yang perlu mendapat sorotan secara khusus. Adalah ‘Finlandia’ karya Jean Sibelius yang begitu berkarakter di tangan orkes ini. Sebagai salah satu karya monumentalnya, karya ini menggambarkan dengan jelas kecintaan Sibelius akan tanah airnya Finlandia, sebuah daerah yang keras di belahan bumi utara namun bertabur keindahan alam yang luar biasa.
mengutarakan nasionalisme Sibelius akan tanah airnya.

Tommy Prabowo, selaku konduktor tamu TYO, tampak siap dan bersemangat dalam mengarahkan. Pemusik pun dengan sigap menyerap energi yang disampaikannya dan meneruskannya dalam bentuk suara.

Sedikit berbeda dari beberapa waktu lalu, ketika dipimpin oleh Tommy, TYO tampaknya sudah lebih terbiasa akan energinya yang besar, alhasil produksi suara lebih terkontrol jika dibandingkan dengan satu setengah tahun yang lalu walau secara teknis karya kali ini jauh lebih berat. Pun, orkes secara keseluruhan sudah bermain lepas di Minggu sore ini dan mudah untuk dibentuk. Meski demikian sedikit ruang dan waktu untuk bernafas akan menambah karakter setiap nada sehingga terdengar lebih natural dan tidak tergesa-gesa.

Twilite Youth sebagai kawah Candradimuka musisi orkes, memang selalu menghadapi tantangan anggota yang silih berganti entah karena kesibukan akademis ataupun karena batasan usia. Namun saat ini seksi gesek TYO boleh diacungi jempol, juga seksi brass dan perkusi yang terus mempertahankan kualitas selama ini. TYO, jelas sebuah kemenangan, untuk dunia pendidikan musik di Indonesia.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Sebuah Kemenangan dari Twilite Youth

  1. thanks Mike untuk ulasannya.

  2. sedihnya jejeran tiup kayu doank yang gak disebut. harus jadi motivasi buat tiup kayu nih untuk terus makin solid!🙂

  3. harus lebih semangat bu fio, ayo tiup kayunya bisa lebih hidup lagi…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: