Kabar Terkini

Semilir Kesegaran dari Usmar Ismail


Angin segar, mungkin inilah kata yang paling tepat untuk menggambarkan konser musik klasik bertajuk “The Classical Evening” Sabtu lalu di Usmar Ismail Hall. Ya, kesegaranlah yang dibawa oleh Lavinia Meijer, Aurelia Saxophone Quartet bersama dengan Jakarta Chamber Orchestra yang dipimpin oleh Avip Priatna.

Sejak not pertama di Holberg Suite karya Elgar, terdengar dengan jelas keleluasaan dalam mengolah nada dan kalimat. Alhasil, setiap kalimat bukan hanya terangkai pada tempatnya, tapi juga musik mengalir dengan alami dan membentuk kesatuan yang bermakna. Pada karya Karl Jenkins “Palladio Concerto  Grosso”,  JCO bermanuver dengan leluasa, pun di sini tampak kualitas concertmaster Michelle Siswanto sebagai solois biola 1.

Pujian harus dilayangkan kepada Avip yang berhasil membawa orkes kepada keleluasaan dan kelegaan dalam bertutur yang sangat baik dan bersih, walaupun di beberapa bagian yang sulit secara teknis belum tergarap dengan maksimal.

Lavinia Meijer, pemain harpa Belanda, begitu mempesona malam itu. Dengan karya Handel Harp Concerto op.4 no.6, Dance Sacrée et Danse Profane karya Debussy, dan solo harpa Impromptu-Caprice dari Pierné,  Meijer menunjukkan betapa matangnya ia sebagai musisi di usianya yang baru menginjak 27 tahun. Di tangannya harpa menjadi alat musik yang bukan sekedar enak dipandang, namun benar-benar menjadi instrumen yang ekspresif. Jarang sekali menyaksikan harpa menjadi alat musik yang mampu merangkai kalimat musikal yang begitu mendetail dan hidup, belum lagi kecermatan Meijer menjalin warna polifon di atas harpa. Semua didukung oleh kematangan teknik yang luar biasa. Kerja sama pun terangkai apik antara solois harpa dan orkes. Sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Aurelia Saxophone Quartet pun juga tidak kalah mempesona. Empat buah saxophone walaupun tampil dengan begitu singkat, berhasil mengangkat animo pertunjukan dengan permainan yang dinamis.  Johan van der Linde, Niels Bijl, Arno Bornkamp dan Wilem van Merwijk tampil dengan kompak dan bersemangat. Tiga buah lagu mereka rangkai jadi satu, Battle of Saxes karya van Norden, Cantilène karya Francaix dan Four for Tango karya Piazzolla. Kuartet yang sudah tampil di berbagai gedung pertunjukan di dunia ini juga bukan saja dinamis dan hidup, tetapi juga begitu lembut dan romantis menyentuh hati.

Dari keseluruhan program, keberanian Avip untuk mengetengahkan mayoritas karya musik abad 20 adalah sebuah pilihan yang patut diacungi jempol, mungkin faktor ini juga yang mempengaruhi mengapa konser malam itu begitu segar dan sedikit berbeda dibanding dengan konser lainnya.

Secara umum, konser yang diselenggarakan pusat kebudayaan ini mengesankan. Jadi tidak sabar ingin melihat resital seperti apakah yang akan digelar Lavinia Meijer dan Aurelia Saxophone Quartet di hari Senin nanti.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Semilir Kesegaran dari Usmar Ismail

  1. Tommy PRabowo // 16 Mei 2010 pukul 6:09 pm //

    Thanks sudah ada laporan. Nggak sempat nonton.

  2. Andreas Arianto // 18 Mei 2010 pukul 11:26 am //

    Senin kemarin bener-bener konser yang pamungkas banget! Bukan sekadar pamer tingkat permainan dan penguasaan instrumen, tapi juga suatu pertunjukan kedalaman penjiwaan para instrumentalis itu terhadap karya-karya para komponis. Terutama karya paling modern malam itu, karya Carlos Michans bener-bener dieksekusi tanpa cacat, dengan dinamika dan artikulasi ensembel yang sungguh amat sempurna, yang cuma bisa dicapai melalui integritas para pemain dan kesetiaan terhadap musik yang dimainkannya.

  3. Avip emang yahud!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: