Kabar Terkini

Pesona Ronggeng di Antara Orkestra


Setelah 1 tahun berlalu, Michael Cousteau kembali ke Indonesia. Dan bersama Nusantara Symphony Orchestra sekali lagi mengetengahkan musik klasik di hadapan para pecintanya di Balai Sarbini, Jakarta.

Namun konser kali ini, bukan  pemusik yang menjadi sorotan, melainkan Gita Novia Sofyan sebagai penari ronggeng di konser ini. Tampil dengan busana berwarna merah, harus dikatakan ia begitu menyala dan menyedot perhatian seluruh penonton. Setiap gerakan khas Jawa Barat yang gemulai namun penuh tenaga seakan menggedor batin mereka yang menyaksikan, seakan dengan irama kendang mengajak penonton untuk menari dan turut bersorak seperti layaknya pertunjukan rural yang begitu bergairah.

Tampil dengan format yang sedikit lebih kecil dari biasanya, NSO membuka pagelaran dengan tajuk “A French Tribute to the Young Audience” dengan Symphony no.4 dari Hari-Joseph Rigel, seorang komposer zaman klasik dari Prancis. Setelah itu giliran komposer Indonesia, mendiang Yazeed Djamin, dengan karyanya Nyi Ronggeng. Dalam karya ini, Jalu Pratidina bertindak sebagai pemain kendang yang kerap berimprovisasi di sela balutan orkestra yang walaupun bertajuk ronggeng menggunakan idiom neo romantis Barat yang tidak asing di telinga pecinta musik ilustrasi film Hollywood. Harus diakui dari segi komposisi, Nyi Ronggeng tidak banyak mengangkat ide-ide keIndonesiaan.

Di babak kedua, Petite Suite karya Debussy menjadi titik awal mulai hidupnya orkestra ini. Permainan yang di awal cenderung berat dan cemerlang membaik di bagian kedua ini. Orkes mulai terdengar percaya diri. Warna pun lebih tergarap dengan lebih baik sehingga musik lebih berkonsep. Konser pun ditutup dengan karya Sergey Prokofiev Peter and the Wolf yang berkolaborasi dengan Rangga Bhuana sebagai narator kisah. Karya yang penuh kejenakaan menjadi penutup yang baik bagi keseluruhan konser.

Harus dikatakan NSO kali ini agak berbeda dari biasanya, mungkin disebabkan oleh perombakan pemain pada konser kali ini. Bahkan beberapa posisi kunci pun digantikan oleh pemain lain, suatu hal yang seharusnya tidak terjadi di dalam suatu orkestra. Alhasil suara orkes berbeda dari biasanya, responsivitas menurun dan tone khas NSO sulit sekali untuk terbentuk, padahal tahun lalu di tangan Cousteau NSO begitu gemilang.

Memang konser kali ini bukanlah konser terbaik NSO. Dan dari konser ini kita belajar bahwa orkestra yang bagus adalah juga hasil dari konsistensi para pemainnya.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

4 Comments on Pesona Ronggeng di Antara Orkestra

  1. Baruu aja smlm gw denger tentang konser ini dari Zulaika. Dia sangat ngga puas akan penampilan mereka kali ini. Hmm, sejauh ini penampilan terbaik mereka versi gw adalah waktu main bareng Aryo Wicaksono. Saat itu ngga cuma Konserto Piano no. 3 karya Prokofiev, tapi juga Simfoni Tchaikovsky yang ke 5 pun sangat segar dan sangat hidup dimainkan oleh NSO.
    Apa ada pencapaian terbaik mereka versi lo juga selama ini, Mike?

  2. waduh… bingung juga sih kalo ditanya begini ya… memang untuk yang prokofiev mereka solid sekali.. tapi harus dikatakn mereka memang lemah di konser ini. Mungkin karena rosternya berbeda sehingga tidak solid… *tebakan saya…

  3. gita novia sofian // 5 Maret 2011 pukul 11:38 pm //

    hahahahahahaha…………😀

  4. Hello I am so thrilled I found your site, I really found you by error, while I was looking on Yahoo for something else, Anyways I am here now and would just like to say kudos for a remarkable post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time to read through it all at the moment but I have saved it and also added your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a great deal more, Please do keep up the superb b.
    parka http://www.creativeurge.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: