Kabar Terkini

Persembahan PSUT untuk Lingkungan Hidup


Dapatkah waktu 2 tahun mengubah sebuah paduan suara? Ya, dengan tekad kuat dan kemauan untuk terus berkembang, waktu 2 tahun sudah teramat cukup. Buktinya amat jelas pada pagelaran PS Universitas Tarumanegara bertajuk ‘Rhythm of the Earth’ yang dibawakan Sabtu lalu di Graha Swara, kampus Universitas Tarumanegara.

Mengetengahkan isu lingkungan, PSUT bekerja sama dengan WALHI Jakarta untuk mengadakan konser ini sebagai tindakan nyata kepeduliannya terhadap lingkungan hidup di daerah Jakarta ini. Hasil dari konser ini pun juga disumbangkan untuk kegiatan WALHI, cermin bahwa seni tidak berdiri sendiri tapi juga peka akan keadaan di sekitarnya. Pun tema ini juga menjadi tema keseluruhan pemilihan karya malam itu yang mengagungkan keindahan alam dan bumi.Konser pada malam itu memang mengetengahkan karya-karya paduan suara yang populer dan tergolong mudah dicerna. Babak pertama diisi dengan karya John Rutter, rangkaian Spring of Thyme yang terdiri dari 11 karya independen yang mengetengahkan tema alam dan juga 2 lagu pilihan juga dari Rutter.

Di bawah pimpinan Angela Astri Soemantri yang memegang tampuk pelatih sejak 2005, semenjak nada pertama sudah sangat jelas bahwa penguasaan teknik dan soliditas PSUT sangat matang. Stamina paduan suara pun tergolong baik, dengan membawakan karya-karya ini tanpa henti dan choral sound yang terus terjaga.

Setelah istirahat giliran Tarumanegara  Angel Orchestra yang membawakan 4 buah karya. Orkes ini memang masih dalam tahap belajar dan baru berusia 1 tahun dan memang membutuhkan pengalaman tampil untuk terus mengasah kemampuan, terutama untuk seksi gesek cello dan bass.

PSUT berikutnya kembali dengan membawakan musik-musik yang lebih energik di babak kedua konser ini. Banyak musik yang diambil cukup hidup dan mengetengahkan irama khas Afrika yang bersemangat sembari juga diselingi karya-karya yang megah. Mike Brewer, A. Morrison, John Parker, Kriby Shaw dan Richard Barnes adalah sebagian dari komposer yang dipilih karyanya untuk dibawakan di babak kedua ini.

Pesan konser kali ini cukup kuat dan secara penyajian sangat menghibur dan menjadi bukti bahwa paduan suara ini tidak hentinya membenahi diri. Kalaupun sedikit masukan hanya pada program di babak pertama yang cenderung melankolis tanpa percikan-percikan sangunis yang mungkin disebabkan oleh karakter karya-karya John Rutter yang cenderung romantis manis. Pun barisan sopran dan alto harus mendapat pujian lebih atas kualitas yang mereka sampaikan.

PSUT memang sudah menancapkan diri sebagai paduan suara yang mengalami kemajuan yang luar biasa beberapa tahun belakangan ini. Tidak heran apabila kualitas ini bisa dipertahankan, PSUT akan jadi penghuni tetap di jajaran paduan suara mahasiswa elit di Indonesia karena bagaimanapun juga konsistensi adalah sebuah harga mati dari nama besar sebuah paduan suara universitas. Tahun-tahun pun masih membentang di depan mata dan karenanya kita menunggu prestasi PSUT berikutnya.

~photos by: henglie

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Persembahan PSUT untuk Lingkungan Hidup

  1. hehehe thx sekali lagi ya mike.. doain aja kedepan nya kita bakal bisa semakin bagus dan sesuai dengan yang lu bayangkan.. hehe

  2. wow.. thx for the review..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: