Kabar Terkini

Dari Eksperimentasi Posisi Menuju Kualitas


Jumat malam (19/11) giliran Jakarta yang dikunjungi Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan yang adalah satu paduan suara universitas yang telah berprestasi gemilang selama satu setengah dekade ini. Magnificat menjadi tema konser menjelang Natal ini.

Jiwaku memuliakan Tuhan, itulah arti dari Magnificat, sebuah rangkaian pujian yang semenjak abad pertengahan sudah menjadi inspirasi bagi banyak komposer untuk menulis karya untuk rangkaian pujian ini. Salah satunya adalah komposer Inggris John Rutter yang lahir pada tahun 1945. Karya ini mengisi sesi pertama dari konser yang diadakan di Usmar Ismail Hall dan dipimpin oleh Paulus Yoedianto.

Sebagai sebuah karya pujian, karya ini memang cukup menantang terutama karena terdiri dari tujuh bagian yang mengeksplor banyak kemungkinan musikal. Semangat yang ritmis dan menyala berpadu dengan frase lembut yang terinspirasi dari melodi Anglo-saxon khas Irlandia, sedang yang lain dari garis melodi Gregorian. Sungguh membuat karya ini beraneka warna.

PSM Unpar membawakan karya ini dengan rapi dan bersih, suatu pencapaian yang patut diacungi jempol, karena karya ini tergolong panjang dan cukup memakan stamina. Sayangnya kerapihan ini menyebabkan paduan suara kurang bebas dalam mengeksplorasi semangat dari karya yang menyala dan kaya dengan aksen-aksen dinamisĀ  yang sebenarnya terlihat jelas dari aksentuasi teks Latin yang digunakan maupun form musiknya. Mirta Hartono pun sebagai solois wanita memikat terutama di nomor Gloria Patri. Pianis Andrew Sudjana bermain dengan sangat brilian ketika mengiringi paduan suara ini. Denting pianonya bersih dan kontrol warna dan suasana yang baik sembari terus mengajak paduan suara untuk lebih ekspresif.

Di bagian kedua asisten konduktor Ega Azarya yang mengambil giliran memimpin paduan suara yang telah banyak menelurkan banyak penggiat paduan suara ini. Membawakan karya-karya baru repertoir paduan suara secara acapella dan dilanjutkan dengan beberapa karya musik Natal yang dimedley dalam rangkaian jazz, Ega berhasil membawa paduan suara lebih rileks dan lepas dalam menyanyi. Alhasil arsitektur musik pun terbangun dengan kokoh karena didukung oleh suara yang nyaman didengar sekaligus fleksibel.

Teknik bloking penyanyi oleh Ega pun juga bisa dibilang berani untuk mencapai efek suara yang diinginkannya. Hampir di setiap karya ia mengubah posisi berdiri penyanyi untuk memastikan suara yang dihasilkan sesuai dengan karakter karya yang dinyanyikan. Di satu karya ia mencampur seluruh, di tempat lain mengapit para pria di saf kedua dengan wanita di saf satu dan tiga, sedang di tempat lain ia membagi paduan suara menjadi double choir. Dan hasilnya sungguh mencengangkan untuk didengar.

Karya-karya Gabriel Jackson, Peter Wishart, Eric Whitacre, Christopher Norton, Kirby Shaw dan Goff Richards, dan James Pierpoint mewarnai bagian kedua ini. Di empat karya terakhir, Andrew Sudjana pada piano, Sarah Tunggal pada flute, double bassist Rudy Zulkarnaen dan drummer Arifandi Renaldi mengisi nomor2 jazz. Andrew pun mengubah approach karya menjadi jazz, sedang Arifandi sebagai drummer bermain cemerlang dengan kontrol instrumen yang mencerahkan sekaligus mengarahkan karya.

Konser Kamis malam ini menjadi bukti kualitas paduan suara yang baru saja meraih juara pertama pada Llangollen International Musical Eisteddfod. Dan tentunya kita berharap banyak pada paduan suara yang tiada henti berbenah diri ini untuk pencapaian yang lebih gemilang di masa mendatang.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: