Kabar Terkini

Chopin dan 3 Perspektif


Hanya Chopin yang bisa begini, inilah yang terlontar di benak pada saat pertunjukan “Tiga Pianis Besar Indonesia” yang diselenggarakan untuk memperingati 200 tahun hari lahir komponis Frederick Chopin.

Tiga maestra piano Indonesia, Iravati Sudiarso, Pudjiwati Insia Effendi, dan Kuei Pin Yeo berada di satu panggung di Usmar Ismail Hall adalah suatu kejadian yang terbilang langka. Di tengah kesibukan membina yayasan dan institusi yang akhirnya identik dengan persona mereka masing-masing, kecintaan mereka kepada Chopin yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menulis karya pianolah yang memampukan mereka untuk meluangkan waktu untuk turut serta tampil dalam acara yang digagas Dewan Kesenian Jakarta ini.

Sebagai sebuah pergelaran yang mengangkat 3 orang ibu bagi banyak pianis di Indonesia, pagelaran ini sangatlah kaya untuk disimak. Masing-masing maestra mengangkat karya-karya monumental Chopin dan membalutnya dengan kepribadian masing-masing di atas piano.

Pertama tampil adalah Maestra Iravati yang membawakan Grande Valse Brilliante op.34 no.2, Nocturne op.27 no.1 dan Etude op.25 no.1. Dilanjutkan oleh Maestra Pudjiwati dengan Nocturne op.15 no.2, Impromptu op.36 dan Ballade op.52. Konser pun ditutup oleh Maestra Yeo dengan Nocturne op. posth c# minor, Etude op.10 no.8, dan Andante Spinato & Grande Polonaise Brilliante. Masing-masing pianis membawakan dengan warna yang sama sekali berbeda.

Ibu Iravati mengeksplorasi kedalaman Chopin yang terasa pekat. Dengan kharisma panggung yang begitu kuat, Ibu Iravati bermain dengan kontrol rubato yang luar biasa, memanipulasi dimensi ruang musik hingga batasan tempo tidak lagi menjadi halangan. Dalam tempo yang relatif lambat, beliau tetap mampu bertutur dalam setiap kedalaman nada melalui proyeksi yang unik. Perspektif Chopin sebagai penyair piano melankolis namun tegar tergambar begitu jelas di awal pagelaran ini.

Ibu Insia mengetengahkan Chopin yang berbeda melalui karya-karya yang beliau bawakan. Kali ini warna cerah dari Chopin yang diketengahkan kepada hadirin. Tone yang mengalun dan menyanyi dirangkaikan tanpa putus oleh Ibu Insia dihiasi dengan keriangan, mengingatkan kepada pendengar bahwa Chopin juga seorang yang ramah, halus dan selalu dikelilingi oleh sahabat dan penggemarnya. Ibu Insia juga memberikan warna tradisi chordal germanik tersendiri yang berbeda dari dua pianis lainnya.

Lain Ibu Ira, lain Ibu Insia, lain lagi Ibu Kuei Pin. Sebagai yang termuda di antara kedua maestra lainnya, Ibu Kuei Pin mengangkat semangat yang menyala serta eksekusi yang bertenaga dan bersih. Chopin yang dinamis dan di masanya juga menjadi pianis idola bersama dengan Franz Liszt tersampaikan dengan jelas di sini. Proyeksinya yang megah dan tempo relatif cepat memberikan kesan akan Chopin yang juga mampu mengundang decak kagum dan virtuosik, lagi-lagi berbeda dengan kedua pianis sebelumnya.

Dari pagelaran ini kita menyadari bahwa pianis sesepuh kita juga adalah manusia yang ada batas dan kekurangan. Jelas dari segi usia, mereka juga sudah tidak muda lagi. Namun sebagai manusia inilah terlihat pribadi mereka yang mencintai musik dan pribadi inilah akhirnya menggerakkan banyak anak didik mereka juga untuk mencintai musik, dan dari tangan dingin maestra-maestra inilah banyak pianis-pianis muda Indonesia terbentuk. Tapi mungkin dari musik Chopin yang multifaset inilah 3 pianis ini berpesan, bahwa keindahan dan kekayaan musik adalah ketika keindahan dan kekayaan itu dibagikan bersama…

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Chopin dan 3 Perspektif

  1. Bravo!! Thank you yaaa…..

  2. Terimakasih kembali… apakah Anda juga menonton konser kemarin?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: