Kabar Terkini

Twilite dan Nodame Menjangkau Massa Melalui Musik


Konser musik klasik yang penuh sesak di gedung berkapasitas lebih dari 1000 orang merupakan pemandangan yang cukup langka, tapi pemandangan itu dapat dijumpai di Balai Sarbini, 27 Januari lalu. Sungguh, rupanya begitu besar nama Twilite Orchestra dan juga sukses pemasaran konser ini. Tidak heran apabila ini merupakan pada hari pertama penjualan tiket konser, tiket telah terjual habis – mungkin diborong para calo yang sebelum konser memadati pelataran depan Balai Sarbini.

“Cantabile” yang berarti “dengan bernyanyi” adalah tajuk malam itu. Cantabile sendiri selain sebuah istilah musik, juga merupakan cuplikan dari judul komik, anime, dan drama televisi Jepang yang cukup tersoho Nodame Cantabile, yang mengisahkan kisah romantis 2 mahasiswa jurusan musik. Sebuah drama romantis ini unik karena mengemas kehidupan mahasiswa jurusan musik dan dipenuhi dengan cuplikan-cuplikan musik klasik.

Malam ini Twilite Orchestra membawakan beberapa karya simfonik klasik yang beberapa cuplikannya diambil untuk Nodame Cantabile, di antaranya bagian pertama Symphony no.7 Beethoven, Rhapsody in Blue karya Gerswin, Piano Concerto no.2 dari Rachmaninoff. Etude Chopin op.10 no.4 dan Danse Russe dari Petrouchka karya Stravinsky juga ditampilkan oleh dua pianis solo Gita Bayuratri dan Victoria Audrey Sarasvathi, keduanya bermain dengan cemerlang dan dengan temperamen yang menakjubkan. Sebagai pianis yang lebih muda, Audrey telah membuktikan potensinya yang tentunya terus kita nantikan di masa mendatang. Dua karya simfonik lain yang dibawakan adalah Montagues and Capulets dari Romeo and Juliet karya Prokofiev dan bagian pertama dari Symphony no.4 Mendelssohn.

Dua pianis Kazuha Nakahara yang membawakan Rhapsody in Blue dan Levi Gunardi yang membawakan seluruh Concerto Piano no.2 Rachmaninoff tampil dengan amat mengesankan. Keduanya bermain dengan penguasaan keyboard dan teknik yang mumpuni. Wibawa pun muncul dalam setiap aksen dan forte, begitu juga dengan keanggunan pada setiap kelembutan dan kecermatan permainan cepat.  Pianis asal Jepang dan Indonesia ini menunjukkan bahwa mereka mampu bermain di atas waktu, serasa memanipulasi birama dengan rubato dan irama dengan bebas. Keduanya terutama Levi, begitu menyedot penonton untuk masuk ke dalam musik. Yang paling nyata adalah kedua pianis ini telah menunjukkan kelasnya lewat permainan apik dan menawan.

Sebagai sebuah orkes, Twilite Orchestra juga telah bermain dengan cukup baik. Instrumen gesek bermain dengan melankoli sembari ditimpali oleh instrumen tiup yang bermain dengan berani. Di beberapa tempat terdengar orkes mengambil alih permainan dari Addie MS selaku konduktor untuk membentuk kalimat dan membentuk rubato yang terbilang sempurna. Sayangnya di banyak tempat, tampaknya Addie MS tidak memberikan banyak ruang bagi orkestra untuk bernafas dalam musik mereka. Rubati yang bisa dibentuk karena cantabile di karya Gershwin dan Rachmaninoff seringkali tidak terjadi dikarenakan dimensi yang terlalu sempit sehingga mengekang bagi musik. Balans dan saling respon disertai permainan watak juga beberapa kali kurang tergarap dengan maksimal.

Walapun demikian, sebagai sebuah konser yang menjangkau khalayak ramai dan mengundang mereka untuk mengenal musik klasik, konser ini terbilang sukses besar. Mengangkat tema ikon populer Jepang untuk menjadi tema konser tentunya mengundang banyak orang di luar komunitas “dia-lagi-dia-lagi” untuk turut menikmati dan merasakan pesona musik klasik. Dan atas prestasi ini Addie MS, Twilite Orchestra dan para solois telah membuka kembali pintu musik klasik. Selamat!

About mikebm (1184 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Twilite dan Nodame Menjangkau Massa Melalui Musik

  1. SALUT!! 😀 sayang sekali gw uda keburu keabisan tiket kmrn ini krn ngurusin konser The Circle di Salihara Sabtu lalu dan tau2 uda ngga kebagian hehehe..

1 Trackback / Pingback

  1. Tweets that mention Twilite dan Nodame Menjangkau Massa Melalui Musik « A Musical Promenade -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: