Kabar Terkini

20 Orkes Terbaik Dunia, Mari Tengok


Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, saya akan membagikan sebuah tulisan berseri baru mengenai orkestra-orkestra terbaik dunia. Saat ini saya akan mengupasnya berdasarkan daftar 20 orkestra terbaik berdasarkan majalah Gramophone, sebuah majalah musik klasik yang diterbitkan di Inggris dan sangat populer. Gramophone sendiri juga menyelenggarakan anugerah musik klasik setiap tahunnya. Daftar ini sendiri diterbitkan Gramophone pada tahun 2008.

Daftar 20 buah orkestra terbaik ini didasarkan pada pendapat jurnalis musik dan kritikus musik dari berbagai negara. mereka diantaranya: Rob Cowan, James Inverne, James Jolly (semua dari Gramophone, UK), Alex Ross (the New Yorker, US), Mark Swed (Los Angeles Times, US), Wilhelm Sinkovicz (Die Presse, Austria), Renaud Machart (Le Monde, France), Manuel Brug (Die Welt, Germany), Thiemo Wind (De Telegraaf, the Netherlands), Zhou Yingjuan (editor, Gramophone China) dan Soyeon Nam (editor, Gramophone Korea).

Daftar ini memang terbatas pada orkestra simfonik umum, modern romantik dan tidak termasuk orkes-orkes era musik tertentu seperti yang banyak ditemukan di Eropa dan Amerika, orkes khusus musik reinansans, ataupun orkes musik barok.

Penilaian para kritikus di atas tidaklah bersifat mutlak. Pun saya percaya demikian, bahwa musik dan kualitas orkes tidak bisa diperingkatkan seperti yang dilakukan oleh Gramophone ini -bahkan Gramophone percaya daftar ini pasti kontroversial-, namun saya mengambil daftar ini sebagai titik mula, memperkenalkan cakrawala orkestra-orkestra ternama dunia kepada para pembaca sekalian.

Seperti yang telah diterbitkan kemarin, Czech Philharmonic adalah terbaik ke-20. Mari kita kupas satu per satu setiap minggu, sampai pada akhirnya siapakah orkes yang menempati peringkat pertama.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: