Kabar Terkini

Menjelajah Eropa Lewat Madrigal


Sebagai bentuk musik profan, sesungguhnya madrigal yang berkembang di jaman reinaisans dan barok harus menjadi repertoar standar yang secara rutin dipelajari. Namun memang tidak sedikit paduan suara yang bahkan tidak mengenal jenis komposisi ini, terlebih di Indonesia. Namun bukan itu kasusnya bagi Difertimento. Senin lalu mereka mempersembahkan “Madrigalia” di Erasmus Huis Jakarta, sebuah persembahan musik Madrigal bagi khalayak paduan suara.

Konser ke-3 dari Difertimento yang mengadakan konser pertamanya di tahun 2008, disuguhkan dengan cukup menarik. Berpindah tempat dari venue Goethe Haus tempat mereka mengadakan 2 konser terdahulu ke Erasmus Huis, memberikan suasana yang berbeda. Pun mereka kembali ke repertoar yang juga menjadi kekuatan mereka, karya-karya zaman renaisans.

Membawakan karya madrigal dari berbagai bahasa, Inggris, Italia, Prancis, Jerman, Spanyol, membuat pertunjukan cukup hidup. Permainan frase dan dinamika tergarap dengan baik, pun kejenakaan di beberapa karya disampaikan dengan menarik ke tengah penonton. Pun paduan suara ini tidak sungkan untuk tampil secara ensembel, kuartet, sextet, juga oktet. Kesatuan secara umum sangat erat. Kontak mata dan bahasa tubuh antar penyanyi menjelaskan keterpaduan mereka dalam membina musik. Cukup kompak. Paduan suara kamar yang diawaki 15 penyanyi ini pun tidak sungkan untuk menjelaskan arti setiap karya yang mereka bawakan, memberikan kesan kerendahan hati dan keinginan penampil untuk berbagi.

Dari segi penampilan, kemarin malam Difertimento tampil dengan cukup mengesankan. Pembawaan mereka yang cukup tenang dan diksi yang tersampaikan dengan cukup baik, membuat karya madrigal yang terkadang terdengar rumit dan bersahutan dapat ditangkap oleh pendengar. Pun memang di awal tampak, penyanyi belum panas, namun memasuki karya ketiga, seperti mesin diesel, penyanyi pun tampak lebih panas dan lebih menguasai arena. Musik pun terdengar lebih hidup.

Seksi sopran dan alto secara umum memiliki proyeksi yang baik, namun di sisi tenor dan bas, walaupun menyanyi dengan musikal, para pria bisa lebih tegas dan jelas dalam menyanyi. Seringkali terdengar bahwa bas dan tenor hanya berfungsi sebagai pelengkap dan pemberi warna daripada menjadi bagian utuh dari karya polifonik, suatu pendekatan yang agaknya kurang tepat. Selain itu di beberapa tempat terlihat anggota paduan suara tidak begitu menguasai karya yang mempengaruhi kualitas eksekusi nada dan diksi. Intonasi pun terkadang terpengaruh. Akhirnya aspek ini yang menyebabkan mengapa kualitas karya-karya tertentu dibawakan Difertimento malam itu cukup bervariasi dari satu karya ke karya lainnya.

Membawakan karya-karya Madrigal dengan menarik tidak pernah menjadi tugas yang mudah bagi paduan suara manapun. Difertimento menjawab tantangan ini dengan cukup meyakinkan, sayangnya penonton yang menhadiri konser kemarin tidak seberapa banyak. Seingat penulis, hanya satu paduan suara lain yang berani menjawab tantangan karya-karya madrigal dan membawakan konser khusus madrigal. Itu pun sudah sekitar 4-5 tahun yang lalu. Satu yang pasti, Difertimento dalam Madrigalia kemarin membuka kembali khasanah musik-musik madrigal yang nyaris terlupakan.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

4 Comments on Menjelajah Eropa Lewat Madrigal

  1. Florian Hutagalung // 23 Februari 2011 pukul 5:02 pm //

    makasih ya~ ^^ Senang dengan ulasannya yang lengkap… Semoga ke depannya kami bisa lebih baik lagi… ^^

  2. paragraf ketiga, kok kaya ada yang kurang di akhirnya? hehehehe

  3. edited… maaf ada kesalahan dalam membaca ulang…

  4. Terimakasih Bung Flo, senang bisa mengikuti perkembangan paduan suara Anda… Tetap semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: