Kabar Terkini

Flute dan Piano Dalam Romantika


Ada nuansa tersendiri tercipta ketika melihat panggung yang kosong bermandikan cahaya merah. Ketenangan sekaligus gairah hidup terasa dari panggung kosong Goethe Haus di Minggu malam di akhir Februari kemarin. Dengan langkah anggun Marini Widyastari berbalut gaun hijau bersama Harimada Kusuma memasuki panggung.

Marini Widyastari, flutis kebanggaan Indonesia saat ini, bersama pianis Harimada Kusuma, pianis lulusan Conservatory of Rotterdam – Belanda, membuka resital duo mereka dengan karya Sonata II dari Locatelli yang disambung dengan Sonatina dari Eldin Burton. Babak pertama pun ditutup dengan Le Merle Noir karya Messiaen.

Usia kedua musisi memang masih terbilang muda, namun hal ini tidak menghalangi mereka untuk berkarya dan mempersembahkan musik dengan standar yang tinggi.

Marini yang adalah lulusan Northern Royal College of Music, Manchester, bermain dengan teknik yang sangat mumpuni. Kefasihannya dalam mengeksekusi kalimat-kalimat panjang disertai teknik yang mendukung menjadi panutan bagi banyak flutis muda tanah air. Kejernihan dan proyeksi dalam ekspresi nada memang meyakinkan penonton malam itu akan kemahirannya dan juga persahabatannya dengan instrumen flute tersebut.

Harimada pun tidak kalah berperan pada konser malam itu. Tampil dengan full-lid, Mada bukan hanya berperan sebagai ‘pianis latar’ namun benar-benar berperan sebagai musisi yang setara dengan supportnya yang penuh melalui nafas, energi dan warna pada permainan pianonya. Malam itu, permainan Mada bisa dikatakan menjadi bingkai yang bukan hanya mempermanis, namun juga memberi arti keseluruhan permainan.

Memang secara permainan, teknik Marini sempurna namun sadar tidak sadar, penonton mengharapkan artikulasi yang lebih berani dari Marini. Kesan peralihan barok-klasik pada Locatelli tidak terasa kuat dikarenakan diskoneksi artikulasi flute, pun nuansa Amerika dari Burton kurang terdengar jelas, mungkin dikarenakan unsur piano yang agak berlebih. Karya Messiaen yang penuh dengan kicauan kebebasan pun juga kurang terasa hidup karena kurangnya warna dalam karya yang memang secara teknis sudah sangat menuntut flutis.

Namun bagian kedua konser benar-benar menjadi fokus tersendiri. Fantaisie dari Georges Hue dan Sonata dalam A mayor karya Cesar Frank benar-benar memberi cita rasa yang berbeda, terlebih sonata. Bisa dikatakan bahwa warna tone flute Marini berkesan Prancis yang kuat, fleksibel dan membuai, cocok untuk karya-karya romantik maupun impresionistik Prancis. Fleksibilitas pun terjaga, terutama pada karya Frank, semua terasa pas dan menunjukkan bahwa karya tersebut digarap sampai benar-benar matang. Pun Harimada bermain dengan penuh kontrol dan warna yang hangat, sesekali menggoda lewat kemunculannya di tengah dialog. Sungguh padu.

Resital duo flute dan piano memang bukan pemandangan biasa di ibukota. Dan malam itu Marini dan Harimada telah memberikan warna yang berbeda dan bukan sekedar berbeda, warna itu bersinar indah…

foto: Panitia Resital

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Flute dan Piano Dalam Romantika

  1. Flute adalah instrumen yang amat indah, namun juga amat berbahaya jika terjebak pada ke-santun-an karakter instrumen itu sendiri saja, sedangkan ada banyak sisi lain dari karakter flute yang memang lebih jarang terekspos dan tereksplorasi.
    Namun juga pencapaian kemampuan teknis instrumen ini sendiri sangat tidak mudah, sama halnya pula dalam mempertahankan kestabilan intonasi pada flute.
    Resital kali itu adalah salah satu resital pembuka tahun 2011 yang amat menyenangkan🙂

  2. tommy prabowo // 8 Maret 2011 pukul 11:55 pm //

    Very musical evening. Thanks for sharing the wonderful musicianship from both of you. Real treat for the ears.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: