Kabar Terkini

Balonku dan Kebhinnekaan oleh Camerata


Satu tahun sudah sejak konser perdana Camerata Vocale Jakarta di Goethe Haus Jakarta. Dan akhirnya satu tahun kemudian, Camerata kembali ke panggung kali ini Erasmus Huis dengan tajuk Mörike-lieder dan kembali dipimpin direktur musiknya Budi Utomo Prabowo.

Membuka dengan sebuah karya Wald Swingle, “Music History 101”, Camerata membawakan sebuah karya menarik yang menilik kembali sejarah musik selama 14 abad dengan sebuah lagu tema yang tidak asing di telinga, “Twinkle-Twinkle”. Pun karya ini dikemas dengan narasi yang dibawakan oleh dirigen yang menjadi sebentuk kuliah umum juga pengantar musik yang dibawakan. Paduan suara terlihat cukup rileks dan menikmati membawa karya ini yang beragam dari sebuah chant gregorian “Twinkle-twinkle” yang sederhana berevolusi terus hingga ala Stravinsky juga jazz and rap.

Selanjutnya Mörike-lieder karya Hugo Distler yang menjadi sajian utama dari konser ini. Seluruh karya ini disusun berdasarkan puisi-puisi Eduard Mörike (1804-1875) yang menarik dan juga kuat. Pun Tommy Prabowo hanya memilih 13 dari 48 karya yang disusun oleh komponis kelahiran 1908 ini.

Karya Distler ini bisa dikatakan sebagai sentral dari konser ini. Terbagi menjadi 2 dengan istirahat di tengahnya, karya ini begitu menantang untuk dibawakan. Harmoninya yang kadang bercampur dibarengi dengan ritme yang tidak biasa juga disertai dengan teks puisi yang surealis semakin memperkaya pendengar. Camerata pun membawakan dengan cukup baik, balans suara yang terjaga, juga dibarengi dengan kontrol intonasi yang cukup baik dan diksi bahasa Jerman yang luar biasa.

Di beberapa karya Camerata begitu prima dalam mengeksekusi karya ini. Ketepatan attack dan kontrol intonasi dan dinamika terdengar begitu kokoh dan meyakinkan. Musik pun terasa bermakna walaupun mungkin tidak mengerti teks dari lagu tersebut. Namun di beberapa tempat juga sempat terbaca bahwa Camerata belum terlalu siap dalam membawakan karya, terutama dengan tema-tema yang mendalam dan bernuansa lambat dan kaya warna. Pun eksekusi akhirnya berakhir pada dinamika, dan diksi yang sangat jelas, namun terlihat bahwa penyanyi tidak sepenuhnya tahu apa makna teks lagu yang dinyanyikan. Namun memang bisa dipahami bahwa dari segi musik dan notasi , karya Distler ini sudah amat menantang.

Namun seluruh konser ditutup dengan manis dengan karya Balonku Nusantara, sebuah konsep karya dari Tommy Prabowo sendiri yang menurutnya masih belum selesai. Karya ini berangkat dari keprihatinannya pada orang Indonesia dewasa ini yang semakin tidak memahami makna Bhinneka Tunggal Ika. Tommy pun mengarang 4 buah konsep karya dengan tema Balonku, mengemasnya dalam berbagai gaya kedaerahan disertai bahasa  daerah yang berbeda pula dan ditutup dengan finale lagu-lagu anak yang dikemas dan dibaur menjadi satu. Karya yang dibawakan Kamerata dengan menawan ini  menjadi penutup simetris konser.

Balonku Nusantara ini begitu mengundang decak kagum para penonton dan menuai sambutan penonton yang luar biasa pada premiernya ini. Dan pada akhirnya malah menjadi penutup yang memorabel di mata penonton malam itu. Pulang pun penonton membawa pesan kebhinekaan dalam kepolosan dan keceriaan Balonku.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

7 Comments on Balonku dan Kebhinnekaan oleh Camerata

  1. tommy prabowo // 16 April 2011 pukul 12:34 am //

    Makasih Mike.

  2. tommy prabowo // 16 April 2011 pukul 3:22 am //

    Balonku bisa dilihat di sini.

  3. Maz Diek Surabaya // 17 April 2011 pukul 12:06 am //

    Genius !!!

  4. rinno widjaja // 21 April 2011 pukul 1:13 pm //

    balon nusantara….
    konsep yang kreatif dan menarik sekali….
    saya percaya konsep ini lahir dr hati yang cinta akan tanah air dan rindu melihat bangsa ini menjadi satu didalam kebhinekaan
    ketika saya menonton konser ini (khususnya lagu balon nusantara) rasa haru yang begitu dalam mengalir dr hati saya, yaitu sebuah kerinduan supaya kita bersama2 memegang erat2 balon2 yang tersisa….. really meaningful! thanx ka budi… GBU

  5. variasi yang unik sekali

  6. haloo.,

    keerenn., balon nusantara
    saya juga ikut paduan suara di kampus.,

    hehehe
    kira2 kami boleh ikut membawakan lagu itu ndak ya.,

    trimakasih

  7. music is part of my life🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: