Kabar Terkini

Merambah ke Tanah Seberang


Mungkin apabila kita membandingkan kualitas seksi gesek sebuah orkes, hingga saat ini di Jakarta hampir tidak ada yang dapat membandingi Cappella Amadeus. Dan memang sudah selayaknya demikian karena Cappella Amadeus memang sebuah string orchestra yang berkonsentrasi di alat musik gesek.

Membawakan karya-karya barok hingga modern, Cappella Amadeus dan Neo Cappella Amadeus membawakan berbagai karya dari Vivaldi hingga Grainger, dari Holst hingga Albeniz. Neo Cappella Amadeus sebagai cabang yang beranggotakan pemain instrumen gesek muda yang masih pelajar, sudah menampakkan kualitas yang prima. Rentang dinamika yang luas dan terkesan empuk menjadi ciri utama mereka. Pun disiplin intonasi dan kekayaan warna juga menjadi nilai plus orkes ini dibanding banyak orkes lain, baik yang beranggotakan pemain profesional sekalipun. Pun terlihat bahwa setiap pemain memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengembangkan suara ensemble secara keseluruhan, sebuah kesehatian yang tidak mudah untuk dibentuk.

Vivaldi, Grainger dan Elgar dibawakan dengan intensitas yang terjaga dan musikalitas mengalir dengan indah, energi pun terpancar dengan elegan dan berkarakter. Holst pun dengan warna yang begitu kaya dan bernuansa Inggris yang tenang dan halus juga disampaikan dengan menarik. Memang ada tantangan pada Air yang membutuhkan arahan konduktor untuk keseragaman, namun nuansa sudah begitu kental dan manis sehingga hal tersebut bukan jadi hal utama. Yang mungkin perlu ditilik kembali adalah Tango dari Albeniz, yang memang dieksekusi dengan berbeda. Secara teknis memang luar biasa, namun nuansa yang lahir dari permainan kemarin adalah sebuah tango Spanyol yang bercampur dengan nuansa Germania yang elegan, menjadikannya kurang mentereng menyala sebagai sebuah karya dari seorang komponis Catalan.

Dengan tajuk “Amadeus Goes Brass”, acara ini menjadi peluncuran Amadeus Brass, sebuah cabang yang akan berkonsentrasi penuh pada alat tiup logam. Agaknya langkah ini juga menjadi titik awal Cappella Amadeus merambah ke tanah seberang, membentuk sebuah orkestra sendiri yang beranggotakan siswa-siswi dari Amadeus. Selama ini memang Amadeus Orchestra dalam versi penuh masih mengandalkan musisi dari luar komunitas sekolah mereka, terutama di seksi tiup.

Bekerja samadengan Goethe Institut yang pada kesempatan ini juga menghibahkan beberapa alat musik tiup logam, Amadeus menampilkan Amadeus Brass. Sebagai sebuah ensemble yang baru berdiri 2 bulan, Amadeus Brass sangat mengundang perhatian dan menjadi sorotan tersendiri. Pun guru yang sengaja didatangkan langsung dari Jerman, Christian Syperek yang sempat bersolo menunjukkan kebolehannya dalam memainkan trompet diiringi orkes. Nada-nadanya jernih dan eksekusinya luar biasa, pun warna suara yang dihasilkan juga begitu terang dan beragam. Sungguh menjadi input yang berharga.

Pun besar harapan bahwa Amadeus Brass ini bukan hanya sekedar project sesaat bersamaan dengan datangnya Christian Syperek selama 2 bulan ini, namun juga menjadi tonggak baru dalam pendidikan instrumen tiup logam, terutama di bidang musik klasik. Akhirnya dengan berkaca pada kualitas strings, pun kita berharap seksi instrumen tiup logam Amadeus pun bisa memberi warna baru dan berkontribusi nyata dalam perkembangan musik di Indonesia. Semoga.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Merambah ke Tanah Seberang

  1. Aaaaaa makasi ulasannya Mike! ^^ minta ijin buat publish linknya ke temen2 Amadeus yaaa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: