Kabar Terkini

Bel Canto dari Croatia


20111015-084030.jpg

Sabtu lalu adalah kali kedua Indonesia kedatangan orkestra yang berasal dari Kroasia ini, Dubrovnik Symphony Orchestra kembali dengan konduktor tamu utama mereka, Noorman Widjaja.

Mengambil tempat yang sama dengan konser sebelumnya, yakni di Aula Simfonia Jakarta, Dubrovnik mencoba menampilkan program yang sedikit berbeda dari konser mereka di tahun lalu dengan menampilkan repertoar yang lebih standar. Konser sendiri dibuka dengan Rienzi Overture karya Richard Wagner dan dilanjutkan dengan Piano Concerto no.1 karya Peter Illych Tchaikovsky bersama pianis Andrei Pisarev.

Andrei Pisarev sebagai pianis solo bermain dengan cemerlang. Kampiun International Mozart Piano Competition di tahun 1991 ini terlihat duduk menjulang di hadapan piano. Didukung dengan tubuh yang tinggi langsing tersebut, Pisarev memainkan karya dengan eksekusi yang mengundang mengundang decak kagum. Virtuositas tinggi didukung dengan volume suara yang cukup untuk mengimbangi orkestra, semuanya mendukung warna musik yang ia garap secara mendetail, terlebih dari segi permainan warna dan nuansa. Kontras-kontras pun disampaikan dengan baik.

Bagian kedua konser dengan Symphony no.8 dari Antonin Dvorak menunjukkan betapa orkestra merasa sangat nyaman dengan karya yang menggunakan penuturan tradisional mereka. Disusun sebagai simfoni dengan mengambil tema dan ritme tarian tradisional Balkan, Dubrovnik menampilkan kualitas satu langkah di atas bagian pertama. Keriangan sekaligus juga kedalaman dalam interpretasi mengalir dengan alami dan berbalas satu dengan yang lain.

Secara umum, orkes dan konduktor malam itu menampilkan konser yang mantap, terlebih dibandingkan tahun lalu. Kesungguhan dalam eksekusi, permainan dengan melodi menyanyi dan kadang terkesan mendayu adalah titik kuat orkes ini. Konduktor juga tampil siap dengan menguasai keseluruhan karya tanpa terkecuali.

Mungkin yang perlu diperhatikan oleh konduktor adalah eksekusi detail terutama dukungan bagi pemain tiup logam maupun pasaggio dengan deksteritas tinggi. Tapi harus diakui, teknik bel canto orkes ini di atas rata-rata, menampilkan kesan kerindangan melodi yang kaya dan tambun.

Namun secara umum, konser malam itu menyuguhkan warna yang berbeda dan penonton pun pulang dengan membawa pulang rasa puas.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: