Kabar Terkini

Kisah Musikal dari Heilbronn Jerman


20111016-002138.jpg

Begitu hidup dan menyegarkan, itulah kata yang terucap ketika mendengar penampilan Württemberg Chamber Orchestra (WCO) Heilbronn Sabtu ini di Goethe Haus Jakarta. Tampil di dalam ruangan yang penuh sesak, WCO yang turun dengan 19 orang personel membuktikan reputasinya di arena musik internasional.

Membuka penampilan dengan karya Overture D.8 dari Schubert, WCO Heilbronn yang malam ini dipimpin oleh konduktor utama mereka asal Armenia Ruben Gazarian menampilkan kelincaha khas musik Austria kala itu didukung dengan eksekusi yang mendetail pada frase-frase musik.

Beralih pada Serenade untuk Orkes Gesek dalam C mayor karya Tchaikovsky, WCO Heilbronn menunjukkan betapa mereka adalah salah satu ensemble berkualitas. Seketika itu juga gaya Vienna pada karya sebelumnya sirna dan berganti dengan tebal dan beraninya warna Rusia pada karya ‘wajib’ orkes gesek ini. Yang menyanyi disertai bobot dan karakter namun tetap fleksibel ini menjadi suatu sorotan tersendiri yang membuat penonton terperangah.

Di babak kedua, giliran 2 buah karya lain yang ditampilkan Simple Symphony op.4 dari Benjamin Britten dan Antiche danze ed arie karya Ottorino Respighi. Kedua karya ini mencoba merambah berbagai warna dalam musik. Britten dengan karyanya yang modern penuh riang disandingkan dengan karya Respighi yang mengetengahkan tematik abad 17 namun dipadu dengan penuturan romantik. Dan yang membuat menarik adalah bagaimana bagaimana WCO berhasil mengolah titik ekstrim ensemble modern sampai dengan penuturan homofonik hymnal abad reinaisans, sangat menggelitik dan mengundang.

WCO Heilbronn membuktikan betapa mereka melakukan pendekatan pada musik dengan begitu teliti namun tidak membatasi ruang ekspresi mereka. Setiap orang dari 19 ensemble aktif untuk membentuk setiap nada musik yang ada. Begitu pula kerjasama di antara mereka sangat kental khas musik kamar. Gazarian pun yang juga terlatih sebagai pemain biola memimpin dengan eksekusi yang mendetail di nada-nada pendek, sekaligus memberi ruang gerak pada para pemain pada tempat-tempat yang sesuai. Keseimbangan volume pun terbina dengan baik, baik saat permainan lembut maupun keras dibarengi juga dengan eksekusi yang bersih, menjadi penuturan musik begitu mudah diterima dan dicerna.

Penampilan tadi malam layak menjadi cinderamata bagi para penontonnya, membawa kesegaran dan hidup bagi kehidupan musik di Jakarta. Penonton pun tak henti riuh ketika pemain-pemain meninggalkan panggung, sungguh pengalaman yang mengasyikkan.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: