Kabar Terkini

Pakaian di atas Panggung: Pilihan


~ Sesudah diskusi dengan pianistaholic

Pada bagian pertama kita sudah mengulas kebiasaan berpakaian para seniman di atas panggung, khususnya para pemusik. Beragam gaya berpakaian ditampilkan dan dibawa ke atas panggung, menyorot gaya di atas panggung tampaknya juga cukup menarik kita simak.

Semakin sering kita berpindah dari suatu penampilan ke penampilan lain, dari pagelaran ke pagelaran lain, semakin sering kita melihat gaya berpakaian yang beraneka ragam dari yang terlampau sederhana sampai yang terlampau berlebihan. Lantas bagaimana kita bisa menentukan mana yang sesuai?

Yang perlu disadari pertama kali adalah busana dan gaya berpakaian adalah sebuah seni tersendiri. Ya, merancang sebuah busana adalah sebuah keahlian dan memiliki kekhususan tersendiri. Kepekaan terhadap bentuk, motif, komposisi dan warna adalah salah satu kunci utama dalam berpakaian.

Yang kedua adalah busana tidak hanya berhenti sebagai pemanis saja. Busana dalam segala bentuknya adalah sebuah pernyataan sikap pemakainya. Pribadi seseorang akan tercermin dari gaya berpakaiannya. Apalagi jika orang tersebut tampil di depan publik, busananya menjadi suara pernyataan yang terdengar nyaring.

Nyatanya seorang pemusik di panggung dituntut juga untuk membuat pernyataan publik melalui pertunjukannya, terutama melalui musik yang dimainkannya. Pilihan lagu maupun musik yang disampaikan juga menjadi sebuah corong akan ide, opini dan juga sikap yang diambil oleh musisi tersebut.

Orchestra at Halloween

Memang seluruh aspek, termasuk berbusana, menjadi sebuah sajian utuh dalam pertunjukan musik. Sungguh diharapkan adalah sajian musik dan busana yang diambil saling mendukung ataupun saling melengkapi.

Namun seringkali kita melihat busana terkesan tidak pas dengan musik yang dibawakan. Mengapa hal ini terjadi?

Bisa saja pernyataan yang disampaikan via busana berbentrokan dengan musik yang dibawakan. Katakanlah membawakan sebuah karya musik sakra, namun mengenakan rok mini. Pun tatanan rambut juga bisa beradu dengan musik yang dibawakan.

Saat-saat lain kita melihat busana yang dikenakan memiliki daya yang lebih kuat dari musik yang ditampilkan. Memilih pakaian yang senada dengan musik namun dengan pemilihan desain yang mencolok seringkali menjadi sebuah momok. Bisa dikatakan kebanyakan orang yang datang untuk menonton konser berharap untuk menyaksikan sebuah pertunjukan musik, bukan peragaan busana houte couture.

Mungkin banyak pembaca yang tidak sepakat dengan saya beralasan bahwa penonton mengharapkan pertunjukan full-package. Namun demikian adalah baik apabila statement yang dibawa dalam busana tidak menghalangi ataupun menutupi pesona dari musik itu sendiri, jadi yang penting adalah proporsi. Karena apabila memang musik yang kita coba sampaikan tidak tersampaikan dengan baik karena terganggu oleh pakaian yang dikenakan, apalah artinya konser itu sendiri? Menyolok mungkin bisa, tapi kearifan dalam memilih pakaian yang penting.

Ujungnya memang terkesan normatif. Namun pakaian dalam pertunjukan musik tidak bisa sekedar hanya untuk memuaskan hasrat diri untuk ‘tampil’. Setiap pemusik pada akhirnya adalah hamba musik yang harus mengedepankan musik dan pesan yang dikandungnya, bukan dirinya sendiri. Sebaik apapun musik yang dimainkan secara teknis, apabila tidak didukung dengan kerendahan hati, tidak akan tersampaikan dengan paripurna. Dan kerendahan hati seorang pemusik pasti tercermin dari sikap berpakaiannya. Jadi kuncinya, jadilah pribadi yang mau berbagi keindahan dengan yang lain, bukan pribadi yang mengedepankan diri sendiri.

Pict:

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Pakaian di atas Panggung: Pilihan

  1. “~Sesudah diskusi dengan pianistaholic”
    wkwkwk beberapa konser yg lalu kan dia pake kostum yg aneh aneh wkakakakk ada hubungannya kah dengan artikel ini?🙂

    “Bisa dikatakan kebanyakan orang yang datang untuk menonton konser berharap untuk menyaksikan sebuah pertunjukan musik, bukan peragaan busana…”

    Kalimat ini berdasarkan apa ya mike? Hasil penelitian kah? Hasil survey kah?

  2. Yah, tentu ada… Dan kita kemaren ngobrol2 soal ini… Bisa ditanyakan langsung dgn orgnya…

    Soal kalimat dibawah, hanya berdasarkan pengamatan penulis, dan tidak ada dasar survey ataupun referensi, karena blog ini hanyalah opini, bukan tulisan ilmiah.🙂 tapi memang yang diharap kan dari tulisan ini adalah memicu diskusi bersama…

1 Trackback / Pingback

  1. Pakaian di atas Panggung: Serba-serbi « A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: