Kabar Terkini

Busana yang Memicu Diskusi


Baru saja berbincang dan menulis tentang pakaian di atas panggung musik klasik, ternyata menemukan sebuah isu yang kurang lebih mirip di belantika musik klasik di Amerika Serikat beberapa bulan lalu.

Yuja Wang, seorang pianis belia yang sedang menanjak, mendapat banyak sorotan mengenai pemilihan pakaian yang ia gunakan ketika menjadi solois Rachmaninoff Piano Concerto No.3 di Hollywood Bowl musim panas lalu.

Busana tersebut sebenarnya terlihat seperti layaknya busana pesta yang mulai trend juga di Jakarta (dress dengan tanktop dan short skirt), namun sering dianggap “kurang pantas” untuk dikenakan di atas panggung musik klasik.

Baca artikel Washington Post di sini.

Ada pula satu artikel yang ditulis di blog Inside the Classics oleh konduktor residennya, Sarah Hicks, ketika ia mendapat kritikan melalui email mengenai rambutnya yang panjang dan terkesan “mengganggu” penonton.

Mungkin adalah pilihan tepat bagi seorang pengulas musik untuk tidak terlalu banyak berkomentar pada busana yang dikenakan, tapi lebih kepada musik yang ditampilkan? Yah, mungkin saja, tapi baiklah kita melihat melalui konteks yang luas. Toh musik tidak berdiri untuk dirinya sendiri, tetapi bagi masyarakat.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

4 Comments on Busana yang Memicu Diskusi

  1. hihi.. aneh2 aja.. baju dikomentarin, gak usah ngeliat aja. merem.

    gua inget postingan lu yang musik klasik jaman dulu itu kayak musik jazz.. ngalir.. lucu.. dan akrab dengan masyarakat..

    tapi sekarang.. kaku, membosankan, dan gak berkembang….

    let’s have fun with music…

  2. yah, seringkali komunitas musik klasik sendiri yang akhirnya mengeksklusifkan diri dan mengasingkan diri dari publik. Dan apabila dianggap tidak relevan malah marah, tersinggung dan berkelit… Padahal semua ada andil…

  3. “Mungkin adalah pilihan tepat bagi seorang pengulas musik untuk tidak terlalu banyak berkomentar pada busana yang dikenakan, tapi lebih kepada musik yang ditampilkan? Yah, mungkin saja, tapi baiklah kita melihat melalui konteks yang luas. Toh musik tidak berdiri untuk dirinya sendiri, tetapi bagi masyarakat.”

    Aku merasa paragraf ini kontradiktif dengan 2 post ttg busana yang sebelumnya yahhh, apakah sedang berrefleksi thdp 2 tulisan tsb?🙂

  4. Bukan kontradiktif, tapi emang ini jadi perdebatan di kalangan pengulas musik di luar negeri, sejauh apakah scope dari seorang jurnalis seni…

    Memang belum ada kesimpulan yang jelas, namun mungkin yang terbaik adalah 1, mengungkap kebenaran dan memihak kepentingan orang banyak. Mungkin pengulas musik harus kembali ke salah satu esensi jurnalisme tersebut, apapun sikap yang diambil..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: