Kabar Terkini

Menonton Latihan Perlu Prosedur


Dari tulisan sebelumnya kita mengetahui bahwa menonton latihan bisa jadi peristiwa pembelajaran yang amat memperkaya. Namun pertanyaan berikutnya adalah semudah itukah untuk menonton sebuah latihan?

Choir Rehearsal

Memang harus diakui bahwa tidak semua latihan dibuka untuk umum. Ada beberapa yang memang atas permintaan sang musisi, tidak membuka latihannya untuk umum karena berbagai alasan. Namun banyak dari latihan musik untuk kelompok besar seperti paduan suara dan orkes bisa dibuka untuk umum pun semua tergantung dari empunya latihan (musisi) ataupun penyelenggara.

Pun banyak gedung pertunjukan ternama di dunia membuka latihannya untuk disaksikan penikmat musik ataupun pelajar musik sebagai bagian dari bakti sosial mereka untuk masyarakat. Karena seperti banyak penikmat maupun mereka yang berkecimpung dalam dunia musik ketahui, musik yang dimainkan bukan hanya sekedar hasil akhir, tapi juga sebuah proses belajar dan berkembang yang tidak berhenti. Maka dari itu banyak penyelenggara yang membuka latihan untuk disaksikan umum, termasuk menjual tiket yang relatif lebih murah sebagai tanda masuk.

Menikmati musik selain pada waktu konser memang menciptakan ruang abu-abu karena selain sebagai sebuah kebutuhan pendidikan musik, tidak sedikit oknum yang menggunakan kesempatan ini untuk menonton gratis. Hal ini terjadi walaupun kita sepakati bersama bahwa, latihan akan jauh berbeda dengan konser, bahkan sebuah gladi resik (dress rehearsal) sekalipun. Memang akhirnya tergantung dari mentalitas si penonton itu sendiri, ingin menonton murah/gratis atau ingin belajar.

Dikarenakan ruang yang kelabu ini, sungguhlah pantas apabila setiap penyelenggara menerapkan sebuah prosedur untuk menentukan siapa yang boleh menonton, sesuai dengan visi sang penyelenggara. Pembatasan menonton bukanlah masalah, justru ketiadaan prosedur yang jelaslah yang memperburuk masalah. Prosedur yang formal dan jelas yang perlu diperjuangkan untuk pemberian izin kepada mereka yang ingin menonton. Pun menjual tiket untuk menonton latihan pun tidak dilarang. Memang prosedur yang termudah adalah mengizinkan semua orang yang ingin menonton.

Celakanya banyak penyelenggara acara konser tidak memikirkan hal ini. Apabila memang semua orang diperbolehkan tentu memudahkan. Tetapi apabila pelarangan menonton tanpa ada prosedur jelas justru membuat tanda tanya, terutama apabila konser tersebut diperuntukkan bagi apresiasi musik khalayak ramai. Mungkin ceritanya berbeda apabila konser tersebut adalah konser tertutup untuk kalangan tertentu saja.

Choir Conductor in Rehearsal

Kebanyakan gedung konser ataupun opera di luar negeri memperbolehkan menonton rehearsal selama tidak mengganggu musisi yang berlatih. Adapula yang menerapkan lebih ketat, hanya siswa musik saja yang diperbolehkan, dengan izin formal melalui surat resmi ataupun menerapkan sistem tiket untuk menonton latihan tersebut. Yang menjadi masalah adalah ketika sistem tersebut tidak ada.

Pun tujuan akhir dari sebuah pergelaran musik adalah memberi kepada masyarakat, termasuk di dalamnya mendidik manusia agar lebih menghargai pribadi dan kekayaan intelektualnya. Musik adalah sebuah tanda bakti, bagi musik itu sendiri, masyarakat, maupun Sang Pencipta. Menonton latihan pun dapat mendidik sekaligus meningkatkan apresiasi.

Untuk itulah sebuah prosedur yang jelas dan mencerminkan tujuan itu menjadi satu titik tolak yang penting bukan? Apalagi apabila penyelenggara memang bercita-cita untuk meningkatkan apresiasi musik.

Pict:

tp://www.ames247.com/wp-content/uploads/2010/04/Requiem2.png

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: