Kabar Terkini

Kembalinya NSO dari Tidur Panjang


Aning Katamsi dan NSO - The Great Romantic Music (29032012)

Setelah mati suri selama beberapa waktu, Nusantara Symphony Orchestra akhirnya muncul dan kembali ke panggung. Kali ini memang bukan di markas biasa mereka di Balai Sarbini, melainkan di Auditorium Bank Indonesia, Thamrin Jakarta. Kali ini tampil bersama dengan konduktor residen mereka, Edward van Ness, NSO membawakan sebuah konser dengan tajuk “The Great Romantic Music”, sebuah tajuk yang agaknya mewakili separuh dari keseluruhan pagelaran Kamis malam, hari yang selalu dipilih NSO untuk tampil.

Dibuka dengan karya Vivaldi, Concerto RV565 D minor untuk 2 biola dan cello dengan solois sang konduktor van Ness, Eko Riwanto dan Asep Hidayat. Babak pertama kemudian ditutup dengan karya Mendelssohn di masa remajanya, Simfonia no.8 dalam D mayor. Sejak dari penampilan pertama, vakumnya NSO tampaknya berpengaruh pada kualitas mereka sebagai ensembel.

Tampil dengan format gesek, terlihat ketidaksiapan orkes dalam karya ini, kejelasan memulai, hingga kecenderungan terengah-engah dan ekspresi terbatas. Memang di beberapa tempat, pemain menyuguhkan permainan yang sungguh musikal, namun seringkali nampak karya tidak sempat tergarap dengan teliti sehingga terdengar tidak rapih dan kompak.

Di babak kedua, tema umum konser pun berubah, sekarang didukung pemain instrumen tiup, seluruh orkes membawakan karya-karya opera bersama solois soprano Aning Katamsi, bass Harland Hutabarat dan quartet pria INDivo. Berbagai potongan opera Mozart, Puccini, Bizet dan Verdi disuguhkan satu persatu, mengingatkan beberapa karya yang pernah dilibas oleh NSO selama ini. Solois vokal tampil prima, kecuali Aning yang agak kurang fit namun tampil meyakinkan. INDivo sendiri cukup menarik, walaupun dalam eksekusi melodi dan nafas perlu banyak yang diperhatikan.

NSO dan Vivaldi Concerto

NSO malam itu tampaknya kehilangan permainan mereka yang bersih namun bergairah ketika di bawah pimpinan Hikotaro Yazaki, konduktor kepala mereka. Tidak ada komunikasi antara orkestra dengan penyanyi maupun vokalis, sehingga keseluruhan pace dikontrol oleh penyanyi. Permainan sebagai ensemble pun terlihat dikawal ketat oleh permainan keyboard Adelaide Simbolon sehingga mendapat bentuk yang lebih kokoh.

Namun demikian, NSO tetap mendapat sambutan yang meriah, tepuk tangan membahana hampir di setiap jeda musik. Mungkin ini adalah obat kerinduan pecinta musik akan orkes nasional berkualitas. Dan kembalinya Nusantara Symphony Orchestra di tahun 2012 ini adalah suatu hal yang patut kita rayakan dan dukung.

 

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Kembalinya NSO dari Tidur Panjang

  1. pawiromlerok // 30 Maret 2012 pukul 9:33 pm //

    Terakhir saya menyaksikan konser NSO di Balai Sarbini, sekitar tahun 2008, dan pertunjukan kemarin malam di Auditorium BI, terlepas dari segala kurang lebihnya, memang cukup menyegarkan. Semoga terus berkembang.

  2. betul sekali, sepakat dengan pawiromlerok… semoga bisa lebih berkembang lagi, dan bahkan lebih baik dari sedia kala…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: