Kabar Terkini

Strategi Harga Bagian dari Pasar Pertunjukan Musik Seni


~ teori harga dibantu oleh Anggana Bunawan @anggabun

Musik klasik sebagai sebuah bentuk pergelaran dan menjual tiket tidak jauh-jauh dari yang namanya menentukan harga/pricing strategy. Pertanyaan berikutnya yang sudah sepantasnya ditanyakan adalah bagaimana menentukan harga sebuah tiket konser?

Tidak bisa dipungkiri, musik berkualitas pasti ada harga. Pemain berkualitas perlu didukung agar dapur di rumah tetap mengepul. Komposer perlu didukung untuk dapat terus menulis musik dan seluruh komponen pendukung penampil harus dapat hidup dari musik yang akan ditampilkan. Dari bahasan ini, kita melihat aspek cost dari sebuah pagelaran, pasti ada biaya dan biaya ini harus bisa ditutupi untuk menjamin keberlangsungan insan-insan yang terlibat di dalamnya agar bisa hidup layak.

Hal lain yang harus dilihat adalah perceived value. Setiap produk, dalam hal ini pagelaran musik seni pastilah memiliki nilai yang ditangkap oleh konsumennya, dalam hal ini pecinta musik ataupun pemirsa. Memang bisa bermacam-macam value yang bisa ditangkap. Ada yang menangkap kualitas dari sebuah pertunjukan, ilmu, kegunaan dan mungkin network yang didapat. Ada yang melihat sisi prestise dari sebuah pertunjukan, ada pula yang melihat dari segi availability dan scarcity dari sisi supply pertunjukan yang ada. Dan setiap pagelaran pasti memiliki kombinasi dari value-value yang ada dan tidak ada yang salah benar.

Perbedaan target dalam memilih nilai-nilai ini yang menjadikan musik klasik pun memiliki target pasar yang berbeda. Alhasil perbedaan target pasar ini harus dijawab dengan market positioning dari sebuah pagelaran, atau bahkan positioning dari artis/seniman itu sendiri. Sebuah pagelaran bisa dicap diperuntukkan bagi kalangan atas apabila memang diposisikan sebagai barang mahal dan gaya.

Selain itu, ada hal lain yang mungkin harus dilihat yaitu return on investment. Harus kita amini bersama bahwa kebanyakan orang memberi untuk mendapat kembali, juga banyak entitas usaha memberi dan mendukung sebuah pertunjukan seni untuk mendapatkan kembali return baik berupa pengurangan pajak, marketing image.

Namun bukan berarti philantropis tidak ada, mereka ada dan hidup namun jumlah mereka tidak banyak. Philantropis inilah pribadi-pribadi ataupun entitas-entitas yang mendukung dengan didasari semangat kemanusiaan. Di dunia seni, pebisnis di dunia seni tidaklah salah begitu juga dengan mereka yang memiliki semangat kemanusiaan tersebut.

Tulisan ini hanyalah sebagai pengingat bahwa musik seni, seperti seni lain ataupun bahkan bisnis konvensional juga berhadapan dengan berbagai elemen ini untuk menentukan strategi harga. Hal yang sama sebenarnya juga dihadapi oleh bidang pendidikan, semua butuh pendidikan yang berkualitas tapi tetap harus dapat dijangkau semua orang. Beratus tahun orang berjuang untuk hak ini, demikian juga hak untuk seni.

Kata banyak pakar, strategi harga selain harus didukung data yang kuat juga merupakan sebuah seni tersendiri. Dan tentu saja pakar-pakar ini benar. Tanpa strategi harga yang benar, bisnis ataupun entitas seni sebesar apapun akan hancur dibuatnya. Yap, semuanya apabila bicara soal harga seakan berjalan maju di atas balok titian sambil menjaga keseimbangan….

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: