Kabar Terkini

Notos Quartet – Dari Kesederhanaan Hingga Gemuruh Rasa


Entah apa yang terjadi malam ini (14 Mei), Goethe Haus penuh sesak akan mereka yang ingin menyaksikan pagelaran dari Notos Quartet. Entah penonton ini memang benar-benar penasaran dengan reputasi kuartet muda ini, ataukah berkat pemasaran yang gencar dari Jerin (Jerman-Indonesia) yang menjadi penyelenggara, ataukah hanya sekedar karena konser ini gratis. Tiada yang tahu.

Yang jelas kuartet yang diawaki Sindri Lederer (biola), Liisa Randalu (biola alto), Florian Streich (cello), dan Antonia Köster (piano) menyajikan pertunjukan yang langka. Langka karena tidak terlalu banyak kelompok musik kamar yang hadir dengan format piano quartet dan dari yang sedikit itu, jarang yang menyempatkan diri untuk tampil di Indonesia.

Kuartet yang dibentuk tahun 2007 ini menunjukkan kelasnya sebagai kuartet muda andalan Jerman saat ini. Mengetengahkan Piano Quartet KV.478 dari Mozart, sedari awal kuartet yang bermukim di Frankfurt ini mengetengahkan disiplin dan eksekusi mendetail yang luar biasa. Semua nada diekskusi dengan jernih dan kompak.

Karya yang ditulis tahun 1785 ini muncul sebagai karya yang tergolong transparan seperti yang disampaikan oleh Notos. Sembari mempertahankan elegansi dan kesederhanaan tutur, kuartet ini memperlihatkan restrain yang begitu kuat, yang bahkan cukup mengejutkan di telinga pendengar. Langkah ini sepertinya diambil untuk menggarisbawahi karya ini sebagai karya pertama dalam format piano kuartet.

Dilanjutkan dengan karya Joaquin Turina asal Spanyol dengan Piano Quartet op.67, Tiba-tiba Notos seperti namanya yang diambil dari angin selatan Mediterania, berganti rupa merah menyala. Dengan gairah yang meluap-luap, kuartet yang telah memenangkan berbagai penghargaan di Eropa ini tampil menghentak dengan ritme kuat namun tidak melupakan eksplorasi harmoni yang mencengangkan dari Turina.

Lain lagi dengan karya raksasa romantik Johannes Brahms lewat Piano Quartet op.25 yang menjadi sajian di babak kedua. Notos tampak mendewasa juga sejalan dengan karya yang diambilnya, yang begitu gagah, romantis dan penuh permainan tematik dan nuansa yang khas pada puncak zaman romantik. Warna permainan dari ketiga pemain gesek berubah tebal dan lirih dengan eksekusi teknik yang mumpuni. Piano pun memberikan permainan yang kokoh disertai kelincahan yang luar biasa. Tidak ada lagi kesan sederhana dari Mozart di karya terdahulu, kuartet pun tampil sebagai kesatuan suara yang padat berisi.

Setiap gerak badan seakan menyatu sebagai aliran musik mereka. Kuartet ini tampil luar biasa, setiap perpindahan tempi nuansa dan mood dieksekusi secara cerdik dan sigap. Alhasil mereka kompak luar biasa, setiap instrumen proaktif mengambil bagian menjalin nada dan menyokong yang lain padahal perpindahan tempi dan nuansa bagaikan jebakan menganga yang menerkam siapa saja yang kehilangan fokus dalam bermain, tapi Notos sungguh mencengangkan malam itu.

Alhasil, kita mungkin sudah lupa atas alasan apakah kita datang dan memenuhi pagelaran malam itu. Namun apapun alasannya, Notos Quartet memastikan setiap yang pulang dari pertunjukan langka itu, pulang dengan hati yang selangkah lebih paripurna.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Notos Quartet – Dari Kesederhanaan Hingga Gemuruh Rasa

  1. kalau komposisi Schumann yg dibawakan sebagai encore semalam itu yang mana ya…? lupa >.<

  2. Encore semalam adalah slow mov dr Schumann violin concerto. One and only by schumann..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: