Kabar Terkini

Khasanah Musik Barok: Sebuah Pengalaman Langka


Ternyata musik populer di masa barok tidak jauh berbeda dengan musik populer masa kini. Inilah pesan yang mungkin tersampaikan oleh grup musik barok Prancis Le Poème Harmonique (LPH) di bawah pimpinan Vincent Dumestre yang tampil mempesona malam kemarin.

Pengalaman mendengarkan musik barok dimainkan dengan instrumen desain asli 300 tahun lebih yang lalu memang tidak tergantikan. Gedung Kesenian Jakarta pun sebagai venue pertunjukan tertua di Jakarta pun merespon dengan sangat cermat, termasuk akustiknya yang mendukung dengan mantap. Tidak lupa GKJ juga menciptakan nuansa panggung masa itu, sebuah pendekatan yang cukup mengejutkan. Seluruh lampu di panggung padam, kecuali lampu stand musik dan lampu kuning di sepanang kaki panggung yang diarahkan ke tubuh seluruh pemain dan vokalis, menciptakan drama pada ekspresi wajah dan gerakan penampil di panggung minimalis bernuansa hitam tersebut.

Tampil dengan mayoritas karya vokal, LPH yang kali ini diawaki 6 instrumentalis dengan Dumestre pada lute theorbo dan gitar barok, membawakan karya-karya opera dan lagu-lagu pendek masa barok berbahasa Itali berpusat di Venezia. Ensemble Prancis ini secara istimewa telah mendapat pengakuan di kancah internasional, dengan kualitas permainan disertai dengan otentisitas permainan mereka yang setia dengan praktek 300 tahun lebih yang lalu. Mereka pun membuktikannya dengan permainan jernih dan hidup. Pun setiap pemain tampil dengan karisma dan wibawa tinggi sebagai solois independen yang penuh improvisasi, mengingatkan kita pada pendekatan pemain band pop masa kini.

Selain 1 biola, 2 lute, 1 perkusionis dan 2 basso continuo, LPH juga memboyong 4 vokalis mereka. Mezzo-soprano, basso, tenor dan haute tenor muncul dan membentuk quartet yang menawan. Aksi teatrikal panggung dengan bahasa tubuh Shakespearean yang kental dengan pergerakan tangan, semakin menambah makna dari setiap olah suara pun memberikan sedikit ide bagaimana tutur teater masa itu.

Le Poeme Harmonique – formasi lengkap

Keempatnya menyanyi dengan prima, warna suara yang tidak tebal namun dengan intonasi yang super terkontrol juga bersih sungguh menakjubkan. Setiap penyanyi seakan memiliki ranah sendiri yang begitu memikat mata maupun telinga. Tidak lupa, ornamentasi barok mengalir begitu saja secara natural baik dari penyanyi maupun pemain instrumen. Pun setiap alur nada bermunculan dengan riang dan lepas, terolah dengan diksi penyanyi yang mantap dengan kemampuan mereka melukis setiap kata dengan suara berpadu dengan struktur polifonik bagai sekelompok lumba-lumba yang lincah bermain di antara ombak.

Namun bukan saja nuansa dramatisasi yang kuat saja muncul, namun juga permainan ringan khas opera buffa/komedi juga sibuk meramaikan panggung. Sesekali penonton tertawa dan terkejut dengan suara-suara yang muncul di panggung, baik itu desis ataupun suara kucing yang ditirukan penyanyi. Semua ini tidak cukup tanpa proyeksi yang mantap dari semua musisi dan penyanyi. Akustik GKJ tidak pernah mudah untuk ditaklukkan, namun malam itu semua seakan begitu terukur dan ensemble yang dibentuk tahun 1998 ini dengan sukses membuktikan bahwa akustik GKJ tanpa pengeras sekalipun sebenarnya luar biasa.

Sungguh, penampilan kemarin bukan penampilan yang dua-tiga tahun sekali bisa kita temui di Jakarta. Sungguh, le Poème Harmonique dan Vincent Dumestre telah membuktikan bahwa musik berbicara dengan penuturan zamannya dan dengan interpretasi yang tepat, kita pun semakin diperkaya dengan beragam suara dan kearifan budaya masa lampau. Kesempatan yang unik dan sayangnya belum bisa kita temukan di khasanah musik klasik kita saat ini di Indonesia. Mempesona sekaligus mengasyikkan.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Trackback / Pingback

  1. Jalanjalan ke Venesia bersama Le Poème Harmonique | dheepoenya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: